Browsing by Author "S. Abdulrachman"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemInovasi Teknologi Penyehat Tanah Bio Energi Untuk Perbaikan Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah Sawah Mineral Masam dan Pertumbuhan Tanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) M. Al-Jabri; S. AbdulrachmanAbstrak Technology Innovation on Bio Energy Soil Conditioner to Improve Soil Physic, Chemical, and Biology of Acid Mineral Soil and the Rice Growth. The application of inorganic fertilizer, such as urea, TSP/SP36, and KCI, into the paddy soil since the year of 1960's until the present time, has given prosperity to most of the rice producing countries. Unfortunately, after the long period this practice has brought the soil became sickness and environment pollution. Through the application of bio energy soil conditioner or so called PTBE (penyehat tanah bio energi) with its active material contents of 26% CaO and 7% MgO, the soil physic, chemical, and biology, were improved. Depended on the soil texture and soil acidity, the optimum dosage of PTBE was within the range of 15-40 l/ha. Based on the relative agronomy effectiveness (RAE) value. PTBE dosage for acid mineral soil applied in this experiment under the greenhouse condition was 15 l/ha which was related to the highest RAE of 109%. Under field condition, the dosage of PTBE at 30 l/ha yielded 7.20 t/ha of dried rice grain. Technically, bio energy soil conditioner should be applied at the time during the second soil plow and it should be incorporated well into 10-15 cm of the soil depth. Prior to its application, PTBE should be diluted with water at the ratio of 1: 15 (v: v). This Bio energy soil conditioner is applicable also for the sick acid mineral soil planted with either food crops or horticultural crops. Abstrak Penggunaan pupuk anorganik, seperti urea, TSP/SP36, dan KCI yang terus menerus sejak tahun 1960-an sampai sekarang di samping telah meningkatkan ketersediaan beras di berbagai negara penghasil padi di dunia, khususnya Indonesia, ternyata telah menimbulkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Penyehat tanah bio energi (PTBE) dengan bahan aktif 26% CaO dan 7% MgO terbukti mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dosis optimum PTBE yang diperlukan berkisar pada 15-40 l/ha. Berdasarkan pada nilai relative agronomy effectiveness (RAE), maka untuk tanah sawah mineral masam pada kondisi di rumah kaca, dosis PTBE adalah 15 l/ha menghasilkan nilai RAE tertinggi 109%. Dosis PTBE pada kondisi lapangan adalah 30 l/ha dengan hasil gabah kering 7,20 t/ha. Secara teknis, penyehat tanah sebaiknya diberikan saat pengolahan tanah kedua, dicampur rata dengan tanah, dan pada kedalaman 10-15 cm. Sebelum disemprotkan, PTBE harus diencerkan dengan air dengan nisbah 1: 15 (v: v). PTBE dapat juga digunakan untuk tanah mineral masam yang telah terdegradasi, baik yang ditanami dengan tanaman pangan maupun tanaman hortikultura.
- ItemPemupukan Padi Sawah Spesifik Lokasi(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008-12-16) S. Abdulrachman; E. Suhartatik; A. Kasno; D. SetyoriniPenuntun latihan Pemupukan Padi Sawah Spesifik Lokasi disusun dalam bentuk modul agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dalam buku ini dibahas cara-cara penentuan takaran dan waktu aplikasi pupuk pada berbagai kondisi lahan dengan mempertimbangkan masukan hara pada lahan sawah. Teknologi yang diuraikan dalam buku ini antara lain (1) penentuan takaran dan waktu aplikasi pupuk N berdasar pembacaan Bagan Warna Daun (BWD); (2) penentuan takaran dan waktu aplikasi pupuk P dan K menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Uji Respon Hasil dengan Petak Omisi; dan (3) penggunaan bahan organik sebagai pupuk. Informasi di atas merupakan pelengkap atau penjelasan operasional dari Peraturan Menteri Pertanian No. 40/2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P, K padi sawah spesifik lokasi. Pemupukan padi sawah spesifik lokasi merupakan bagian dari Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan menjadi masukan teknologi penting pada program peningkatan produksi beras nasional (P2BN). Penyediaan modul pemupukan padi sawah ini sejalan dengan perlunya bahan latihan dan praktek untuk program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang sudah dimulai sejak awal 2008 secara berjenjang dari tingkat nasional, tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan, sampai ke tingkat kelompok tani. Kami berharap informasi yang disajikan dalam buku ini dapat dijadikan standar rujukan pelatihan pemupukan padi. Namun demikian, sesuai dengan perkembangan informasi tentang pemupukan padi, penyempurnaan ke arah penggunaan pupuk yang lebih efisien dan atau lebih praktis akan terus diupayakan. Kami mengharapkan dan menghargai saran dan masukan dari para akademisi, peneliti, penyuluh pertanian, praktisi, dan petani untuk penyempurnaan buku ini.