Browsing by Author "Rusim Mardjono"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- Item3. Pengembangan Jambu Mete di Daerah Istimewa Yogyakarta(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Rusim MardjonoArtikel ini membahas pengembangan tanaman jambu mete di Daerah Istimewa Yogyakarta yang didukung oleh kondisi iklim yang sesuai, kondisi sosial masyarakat, peluang pasar yang baik, serta bantuan pemerintah. Pengembangan jambu mete bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menghijaukan lahan-lahan kritis. Sentra pengembangan berada di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman. Namun, produktivitas tanaman masih belum optimal karena teknik budidaya yang belum sempurna serta kondisi lahan yang berbatu dan miskin unsur hara. Oleh karena itu, peningkatan produksi dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya dan pengelolaan lahan agar hasil panen dan kesejahteraan petani meningkat.
- Item4. Pengujian Beberapa Varietas Kapas Upland di Daerah Cirebon(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Rusim MardjonoPenelitian ini menguji beberapa varietas kapas upland di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas DP 16 dan DPSL menghasilkan kapas berbiji paling tinggi dibandingkan varietas lainnya. Kedua varietas tersebut juga memiliki jumlah buah masak per tanaman terbanyak. Sementara itu, bobot 100 biji tertinggi diperoleh pada varietas Carolina Queen dan Reba BTK 12, sedangkan bobot serat bersih per 100 biji tertinggi terdapat pada Carolina Queen dan DP 25. Secara statistik, sebagian besar perbedaan antarvarietas tidak signifikan, sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa DP 16 dan DPSL merupakan varietas yang berpotensi memberikan hasil produksi kapas yang lebih baik di daerah Cirebon.
- Item• Eksplorasi Plasma Nutfah Zingiber di Daerah Bogor(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Rusim MardjonoMenjelaskan hasil eksplorasi plasma nutfah tanaman Zingiber (kelompok jahe-jahean) di daerah Bogor untuk pelestarian sumber daya genetik. Selama eksplorasi 10 hari ditemukan 5 jenis Zingiber, yaitu Zingiber officinale, Z. ottensii, Z. cassumunar, Z. zerumbet, dan Z. amaricans. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sifat pada beberapa jenis, seperti warna dan ukuran rimpang pada Z. officinale, perbedaan ketegapan tubuh pada Z. cassumunar, serta variasi warna batang pada Z. zerumbet dan Z. amaricans. Sementara itu, Z. ottensii tidak menunjukkan keragaman sifat.