Browsing by Author "Rusdi"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemImplementasi Sistem Integrasi Pertanian-Energi Berbasis Limbah Perkebunan dengan Sumber Daya Hayati di Sulawesi Tenggara(IAARD Press, 2014-11-04) RusdiPenggunaan teknologi produksi dengan pendekatan ekologi atau disebut teknologi ramah lingkungan adalah teknologi pemanfaatan sumber daya energi dari satu subsistem usahatani terpadu, saling menguntungkan, dan menghasilkan produk terbarukan yang bernilai ekonomi. Teknologi tersebut terbukti mampu mendukung peningkatan kesuburan tanah dan mengurangi degradasi lahan akibat erosi dan aliran permukaan dan mampu menekan serangan organisme pengganggu tanaman, sehingga ada keberlanjutan dan peningkatan pendapatan usahatani. Salah satu teknologi yang telah diterapkan oleh petani di Sulawesi Tenggara menyangkut pemanfaatan sumber daya energi berbasis limbah perkebunan dan bioproduk dari agen hayati adalah teknologi biokontrol dan biopestisida dari golongan jamur Aspergillus niger dan Trichoderma. Aspergillus niger digunakan pada fermentasi cangkang kakao untuk menurunkan kadar serat kasar dan menetralkan kadar theobromim sehingga meningkatkan kadar nutrisi protein yang dibutuhkan oleh ternak sapi. Trichoderma digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman lada. Bahan untuk memproduksi Aspergillus niger terdiri dari isolat Aspergillus niger 0,5% dan media pembawa (Urea 1% + SP-36 0,25% + KCl 0,25% + gula pasir 1% + air 10 liter), sedangkan bahan untuk memproduksi Trichoderma terdiri dari isolat Trichoderma 10% dan media pembawa (dedak 30% + serbuk gergaji 30% + rumput alang-alang 30%). Berdasarkan hasil uji laboratorium diperoleh kandungan serat kasar yang difermentasi tanpa Aspergillus niger adalah 33,70%, sedangkan yang fermentasi menggunakan Aspergillus niger adalah 3,89% atau turun sebesar 29,81%. Di samping itu, kandungan protein meningkat dari 7,40% tanpa Aspergillus niger menjadi 13,88% dengan Aspergillus niger. Sementara, kajian di lapangan menunjukkan bahwa biopestisida Trichoderma setelah 2 tahun aplikasi mampu menurunkan intensitas serangan penyakit busuk pangkal batang sebesar 40%.