Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Rumasa, Oco"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Efektivitas Perpaduan Rekayasa Ekologi Dan Penggunaan Light Trap Dalam Pengendalian Hama Tanaman
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) N. Usyati; Kurniawati, Nia; Rumasa, Oco
    Abstrak Upaya peningkatan produksi padi dihadapkan pada kendala dan masalah, antara lain serangan hama. Untuk mengendalikan hama, saat ini petani masih menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida secara berlebihan akan mengakibatkan terjadinya biological explosion dan terganggunya keseimbangan alami dengan berbagai konsekuensi negatif lainnya, bahkan juga mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem. Untuk memperbaiki kondisi ketidakstabilan ekosistem khususnya agroekosistem perlu adanya upaya yang mengarah pada pemulihan (restore) agroekosistem, salah satunya dengan rekayasa ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perpaduan rekayasa ekologi (dengan penanaman bunga wijen dan penggunaan pupuk organik) dan penggunaan light trap dalam pengendalian hama tanaman padi. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi dan lahan petani di Kecamatan PatokBeusi, Kabupaten Subang – Jawa Barat pada bulan Mei tahun 2013. Penelitian ditata dalam bentuk display dalam kawasan 1 ha dengan 6 titik tempat pengamatan. Untuk mempelajari efektivitas perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap dalam pengendalian hama tanaman padi, maka perlakuan tersebut dibandingkan dengan perlakuan petani yang non rekayasa ekologi dalam luasan 1 ha. Variabel yang diamati adalah populasi dan tingkat serangan hama yang ada di pertanaman padi, populasi musuh alami, dan hasil panen. Data populasi dan tingkat serangan hama serta musuh alami yang diperoleh dianalisis dengan T test, sedangkan hasil panen dan biaya usaha tani dianalisis secara ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap efektif menekan serangan hama penggerek batang padi kuning dan hama wereng punggung putih; hasil panen padi lebih tinggi; serta mampu meningkatkan populasi musuh alami Paederus dan Ophionea. Selain itu, perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap memberikan sisa hasil usaha (SHU) lebih tinggi (Rp 923.500) dibandingkan dengan perlakuan non rekayasa ekologi (cara petani). Secara keseluruhan perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap memberikan 2 keuntungan yaitu secara ekologi dan ekonomi. Secara ekologi, perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap mampu memulihkan ketidakstabilan ekosistem; dan secara ekonomi memberikan keuntungan bagi petani yang berdampak pada meningkatnya pendapatan petani. Abstract Efforts to increase rice production are confronted with obstacles and problems, including pests. Farmers have been using insecticides to control pests. Excessive use of insecticides leads to biological explosion and disturbance of natural balance with other negative consequences and even leads to instability of ecosystems. To improve the ecosystem instability, especially agro-ecosystem, there should to be an effort to recover the agro-ecosystem, one of them with ecological engineering. This study aimed to determine the effectiveness of integrated ecological engineering (planting of sesame flowers and using of organic fertilizers) and the use of light trap for rice pest control. The research was conducted in ICRR research station, Sukamandi and farmer fields in Patok Beusi, Subang - West Java in May 2013. The research was arranged in a display 1 ha area with 6 points of observation. The integrated ecological engineering then was compared a 1 ha of non integrated ecological engineering of farmer field. The variables observed were population and level of pest attack on rice crop, natural enemy population, and yield. The data on pest population, the level of its attack and the natural enemies population were analyzed by T test, while the yield and farming cost were analyzed economically. The results showed that integrated ecological engineering and the use of light trap effectively suppressed yellow rice stem borer pest attacks and white-backed potted, and increased the natural enemies population Paederus and Ophionea. In addition, integrated ecological engineering and the use of light trap provided rest of business results higher than that of non-engineered ecological treatment. The difference of the rest of the business results was Rp 923,500 higher on integrated ecological engineering and the use of light trap treatments. Overall integrated ecological engineering and the use of light trap performed two advantages, namely ecologically and economically. Ecologically, integrated ecological engineering and the use of light trap was able to restore ecosystem instability; and economically, provided more benefits for the farmers which then led to an increase of farmer income.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Karakterisasi Ketahanan Varietas Padi Lokal Terhadap Penyakit Tungro
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Kusdiaman, Dede; Roza, Celvia; Suprihanto; N. Usyati; Rumasa, Oco
    Abstrak Penyakit tungro disebabkan oleh infeksi dua virus yang berbeda, yaitu Rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan Rice tungro spherical virus (RTSV), yang keduanya hanya dapat ditularkan oleh wereng hijau (vektor) secara semi persisten. Kisaran kehilangan hasil pada stadia yang terinfeksi 2–12 minggu setelah tanam (mst) antara 20-90%. Penelitian telah dilakukan di rumah kasa BB Padi Sukamandi pada MT-1/MT-2 tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi varietas padi lokal (aksesi plasma nutfah padi) yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro. Materi genetik yang digunakan adalah 100 nomor varietas padi lokal (aksesi), inokulum tungro varian Garut dan Purwakarta, dan wereng hijau. Metode inokulasi dilakukan dengan mengakuisisi wereng hijau sebagai vektor pada tanaman sumber inokulum Garut dan Purwakarta, kemudian diinvestasikan ke tanaman uji supaya menularkan virus tungro. Pengamatan dilakukan pada 2 minggu setelah inokulasi atau setelah TN1 sebagai kontrol rentan menunjukkan reaksi rentan. Karakterisasi ketahanan dilakukan dengan cara skoring berdasarkan SES IRRI 2014 dan dihitung indeks penyakitnya. Hasil penelitian menunjukkan 1 aksesi yang bereaksi agak tahan terhadap inokulum Garut, dan 3 aksesi bereaksi agak tahan terhadap inokulum Purwakarta, selebihnya bereaksi rentan terhadap inokulum Garut maupun Purwakarta. Aksesi yang bereaksi agak tahan terhadap inokulum Garut adalah Kuriak (9582) yang bereaksi agak tahan pada skala 6. Tiga aksesi yang bereaksi agak tahan terhadap inokulum Purwakarta adalah Cungkring (9523) yang bereaksi agak tahan pada skala 5, Oseg (9529) yang bereaksi agak tahan pada skala 6, dan Muncul (9547) yang bereaksi agak tahan pada skala 4. Abstrack Tungro is a found in rice crop disease caused by an infection of two different viruses, namely Rice tungro bacilliform virus (RTBV) and Rice tungro spherical virus (RTSV). These two viruses can only be transmitted by green leafhoppers (vectors) semipersisten. The range of result loss in infected stadia 2-12 weeks after planting (wap) between 20-90%. The research had been done at the house of ICRR Sukamnadi at dry season and rainy season in 2016. The purpose of this research was to characterize local rice varieties (rice germplasm accession) which resistant to tungro disease. Genetic materials used were 100 numbers of local rice varieties (accession), inoculum tungro used variant were Garut and Purwakarta, and green leafhoppers. Inoculation method was conducted by acquiring green leafhoppers as vector for the plant of inoculum source Garut and Purwakarta. The green leafhoppers infested to the test plant for transmitting tunro virus. Observations was performed at 2 weeks after inoculation or after TN1 as susceptible check to show a susceptible reaction. Characterization resistance was performed by scoring according to SES IRRI 2014 and calculating the disease index. The results showed that 1 accession reacted moderate resistant to Garut inoculum, and 3 accessions reacted moderate resistant to Purwakarta inoculum, the rest were susceptible to Garut inoculum and Purwakarta. The accession that reacts moderate resistant to the Garut inoculum has Kuriak (9582) which reacts somewhat resistant on a scale of 6. The three accessions that react moderate resistant to the Purwakarta inokulum were Cungkring (9523) which reacts moderate resistance on a scale of 5, Oseg (9529) which reacts moderate resistant on scale 6, and Muncul (9547) which reacts moderate resistant on a scale of 4.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Respon Ketahanan Galur-Galur Harapan Padi Konsorsium (Padi Gogo Dan Padi Sawah) Terhadap Penyakit Tungro
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2015-10) Kusdiaman, Dede; Rahmini; Rumasa, Oco; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
    Tungro merupakan salah satu penyakit pada tanaman padi yang ditularkan oleh wereng hijau. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Salah satu komponen pengendalian penyakit ini adalah penggunaan varietas tahan. Untuk memperoleh varietas padi tahan terhadap penyakit tungro, dilakukan uji skrining terhadap galur-galur tanaman padi. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap galur-galur padi untuk padi gogo dan padi sawah. Penelitian dilakukan di rumah kassa Kebun Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Galur-galur harapan konsorsium padi sawah dan padi gogo yang diuji ketahanannya terhadap penyakit tungro sebanyak 76 galur harapan pada musim kemarau (MK) 2013 dan sebanyak 52 galur harapan pada musim hujan (MH 2013/2014). Inokulum yang digunakan untuk uji ketahanan yaitu inokulum Garut (073), Purwakarta (033), dan Magelang (031) sedangkan wereng hijau (Nephotettix virescen) yang digunakan berasal dari Subang. Hasil uji ketahanan terhadap 128 galur-galur harapan padi sawah dan padi gogo konsorsium baik pada musim kemarau 2013 maupun musim hujan 2013/2014 menunjukkan dua galur agak tahan terhadap penyakit tungro varian Garut (073), varian Magelang (033) dan varian Purwakarta (031), yaitu BP3672-2E-KN-17-3- 3*B (MK 2013) dan B10891B-MR-3-KN-4-1-1-MR-1 (MH 2013/2014).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback