Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Ruhnayat, A."

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    ''МАНКОTA DEWA" SI RAJA OBAT : Warta balittro No. 45 Tahun 2002
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-06-01) Taryono; Ruhnayat, A.
    "Mahkota Dewa" adalah tanaman asli Indonesia dengan nama latin Phaleria papuana atau Phaleria macrocarpa. Sebagaimana tercermin pada salah satu namanya, habitat asli tanaman ini diperkirakan adalah tanah Papua. Namun, dikenalnya sebagai tanaman obat justru bermula dari lingkungan kraton Jawa yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Di berbagai daerah ada yang menyebut tanaman ini sebagai Mahkota Raja, Mahkota Ratu, Pusaka Dewa, Derajat, Makuto Dewo dan lain sebagainya. Tanaman ini dilaporkan berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit antara lain: kanker,. Liver, ginjal, diabetes, asam usar, rematik, darah tinggi, jantung, lemah syahwat, ketergantungan obat (narkoba), sirosis hati, sakit paru-paru, disentri, alergi, flu, serta berbagai penyakit kulit seperti eksim, gatal-gatal di kepala, jerawat, digigit serangga dan lain-lain. Mungkin karena khasiatnya sebagai obat dengan spektrum yang amat luas itu sehingga orang Banten menyebutnya sebagai raja obat, dan orang Cina menyebutnya pau yang berarti obat pusaka.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback