Browsing by Author "Rohimatun"
Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
- ItemBABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 38 No. 76 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-12-01) Rohimatun; Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Ahyar; Wahyudin, SlametA geratum conyzoides L. merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal masyarakat luas sebagai gulma. Walaupun dikenal sebagai gulma, tumbuhan ini sejak dulu dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan metabolit sekundernya memiliki potensi sebagai insektisida nabati. A. conyzoides mengandung metabolit sekunder, seperti flavonoid, koumarin, dan minyak atsiri. Flavonoid dan koumarin bersifat sebagai antifeedant hingga mengakibatkan mortalitas beberapa serangga hama. Prekosen I dan II yang terkandung dalam minyak atsiri diketahui dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serangga.
- ItemBIOEKOLOGI DAN STRATEGI PENGENDALIAN НАМА Heortia vitessoides Moore (LEPIDOPTERA: CRAMBIDAE) PADA TANAMAN МАНКОTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) : Warta balittro Vol. 38 No. 75 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-06-01) Rohimatun; Aisyah, Mahindra Dewi NurMahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) merupakan salah satu tanaman herbal yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki beragam manfaat, antara lain sebagai antiploriferasi, antioksidan, antiinflamasi, serta untuk pengawetan kayu terhadap serangan rayap kayu kering. Permintaan buah ataupun simplisia mahkota dewa mendorong adanya perbaikan budidaya. Heortia vitessoides Moore (Lepidoptera: Crambidae) merupakan salah satu hama yang dilaporkan menyerang mahkota dewa. Serangan H. vitessoides menyebabkan defoliasi (penggundulan pohon) berulang yang berisiko menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan kematian.
- ItemEfektifitas Insektisida Minyak Serai Wangi dan Cengkeh Terhadap Hama Pengisap Buah Lada (Dasynus piperis China)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-05) Rohimatun; I Wayan, Laba; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat-
- ItemEfektivitas Insektisida Sitronellal, Eugenol, dan Azadirachtin terhadap Penggerek Buah Kakao Canophomorpa cramerella (Snell.)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-05) Rohimatun; I Wayan Laba; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
- ItemKeamanan Biopestisida: Kunci Sukses Komersialisasi(IAARD Press, 2022-11-02) Supriadi; Rohimatun; Miftakhurohmah; Balitbangtan
- ItemPELATIHAN NANOTEKNOLOGI DI THAILAND : Warta Balittro No. 56 Tahun 2011(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-12-01) RohimatunPuji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME karena berkat rahmat-NYA saya bisa ikut training "NANOTECHNOLOGY FOR FOOD AND AGRICULTURE" yang dilaksanakan selama 13 hari di CoEN-AIT Thailand dapat diselesaikan dengan baik. Training dalam melaksanakan tugas dari Badan Litbang Pertanian bertujuan untuk: (1) Meningkatkan penguasaan dan keterampilan di bidang nanoteknologi. (2) Mendukung penyusunan program dan kegiatan penelitian, dan (3) Mengembangkan network dan kerja sama internasional untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya. dalam mendukung pengembangan nanoteknologi untuk pangan dan pertanian. Kegiatan training pada intinya dipusatkan di Center of Excellence Nanotechnology - AIT (COEN-AIT).
- ItemPOTENSI DAN PENGENDALIAN KUMBANG Alcidodes sp. (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) SEBAGAI SERANGGA HAMA PADA JAMBU METE : Warta balittro Vol. 37 No. 74 tahun 2020(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-12-01) Rohimatun; Aisyah, Mahindra Dewi NurJambu mete merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Salah satu faktor yang memengaruhi produksi adalah serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT), salah satunya serangga. Adanya serangan Alcidodes sp. (Coleoptera: Curculionidae) pada tanaman jambu mete belum pernah dilaporkan di Indonesia. Gejala yang diakibatkan oleh serangan kumbang Alcoides sp. disebut puru. Serangan terjadi pada bagian batang dan tunas jambu mete yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat, hingga kegagalan pada fase pembibitan. Serangan yang ditemukan pada jambu mete ini merupakan data awal yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk kajian lebih lanjut.
- ItemUPAYA MENGATASI KELEMAHAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN UNTUK MENGENDALIKAN НАМА : Warta balittro Vol. 35 No. 69 tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-06-01) RohimatunFaktor-faktor lingkungan yang kurang mendukung aplikasi cendawan entomopatogen banyak ditemui di lapang. Berbagai upaya untuk melindungi dari pengaruh buruk lingkungan dapat dilakukan dengan menambah bahan pelindung. Untuk meningkatkan keefektifan dan viabilitasnya dapat dilakukan dengan menambah bahan perekat dan pembawa. Bioteknologi dan teknologi nano dapat digunakan agar entomopatogen lebih cepat bekerja disertai konsentrasi dan frekuensi aplikasi yang tepat. Agar dapat disimpan dalam jangka waktu lama, stabil, dan dapat digunakan pada saat yang tepat, cendawan entomopatogen dapat diformulasi dan disimpan dalam media yang telah dimodifikasi. Penggunaan bahan-bahan campuran dalam formulasi dapat berupa bahan alami yang murah, mudah diperoleh, serta dengan hasil teknologi yang telah teruji keamanannya bagi lingkungan.