Repository logo
  • English
  • CatalĂ 
  • ČeĹĄtina
  • Deutsch
  • EspaĂąol
  • Français
  • GĂ idhlig
  • LatvieĹĄu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • PortuguĂŞs
  • PortuguĂŞs do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • TĂźrkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • CatalĂ 
  • ČeĹĄtina
  • Deutsch
  • EspaĂąol
  • Français
  • GĂ idhlig
  • LatvieĹĄu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • PortuguĂŞs
  • PortuguĂŞs do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • TĂźrkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Rizky Amallia"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Laporan Pelaksanaan Pembuatan Perangkap Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil dan Botol Plastik Bekas
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Rizky Amallia
    Lalat buah merupakan salah satu hama utama pada berbagai komoditas hortikultura yang menyebabkan penurunan mutu, pembusukan, hingga kerontokan buah dini. Sebagai bagian dari komponen Pengendalian Hama Terpadu (PHT), teknik penjebakan mekanis menggunakan senyawa penarik (paraferomon) menjadi solusi yang aman dan efisien. Praktikum ini bertujuan untuk membekali 30 siswa kelas XI ATPH dengan pemahaman konsep PHT, prosedur perakitan alat perangkap ramah lingkungan, serta penerapan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penanganan bahan kimia. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Laboratorium dan Lahan Praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode pelaksanaan berbasis kerja kelompok, meliputi langkah pembersihan limbah botol plastik, pembuatan 2–4 lubang masuk berhadapan pada sisi botol, pengisian air deterjen di dasar botol sebagai cairan penjebak, penetesan metil eugenol pada kapas gantung tengah, serta pemasangan tiang di bagian tajuk tanaman yang teduh. Evaluasi keberhasilan dinilai melalui rubrik observasi proses kerja kelompok, mutu fisik fungsional perangkap, penerapan K3, serta format lembar monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok siswa terampil menghasilkan perangkap gantung mandiri yang stabil dan fungsional. Di samping penguasaan kompetensi teknis perlindungan tanaman, kegiatan ini berhasil menumbuhkan sikap kolaboratif, ketelitian, serta kesadaran pemanfaatan limbah plastik. Efektivitas perangkap secara kuantitatif direkomendasikan untuk dievaluasi lebih lanjut melalui pencatatan jumlah serangga berkala setiap 3–7 hari guna mengamati dinamika populasi hama di lapangan. Kata Kunci: Paraferomon, Metil Eugenol, Lalat Buah, Botol Bekas, Pengendalian Hama Terpadu.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Laporan Pelaksanaan Praktikum Pembuatan Perangkap Atraktan Nanas untuk Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) pada Tanaman Kelapa Sawit
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Rizky Amallia
    Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama penting yang menyerang titik tumbuh tanaman kelapa sawit muda di areal perkebunan. Upaya pengendalian secara fisik dan mekanis melalui pembuatan perangkap dengan pemanfaatan senyawa volatil nabati (atraktan) menjadi alternatif pengendalian yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan. Praktikum ini bertujuan untuk membekali peserta didik kelas XI ATP dengan kompetensi nyata dalam merancang, merakit, dan memasang perangkap atraktan secara fungsional serta menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2025 di Lahan Praktik Guntung Lua, SMK-PP Negeri Banjarbaru, dengan melibatkan 25 peserta didik. Metode pelaksanaan praktikum berbasis kerja kelompok yang meliputi tahapan persiapan alat-bahan, pengukuran dan pemotongan pelat seng, pengeboran wadah ember plastik, perakitan bilah pengarah, penyiapan umpan nanas dalam botol, pembuatan tiang penyangga bambu, hingga instalasi akhir di lahan kelapa sawit. Analisis keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan lembar observasi proses kerja, fungsi awal produk, kepatuhan K3, dan kemandirian penyusunan rencana monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil menyelesaikan produk fungsional berupa perangkap gantung kokoh dengan spesifikasi wadah penampung berwarna gelap, bilah pelat seng vertikal sebagai pemutus arah terbang, serta botol berisi potongan buah nanas segar di bagian tengah perangkap. Implementasi praktikum ini berhasil mengembangkan keterampilan teknis (hard skills) perlindungan tanaman serta kompetensi nonteknis (soft skills) berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab lingkungan. Evaluasi efektivitas tangkapan kumbang secara kuantitatif belum dapat disimpulkan pada fase ini dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pengamatan terjadwal minimal dua kali seminggu menggunakan format monitoring harian yang seragam. Kata Kunci: Oryctes rhinoceros, Atraktan Nanas, Perangkap Perkebunan, Kelapa Sawi, SMK-PP Negeri Banjarbaru.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Laporan Pelaksanaan Praktikum Pembuatan Perangkap Atraktan Nanas untuk Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) pada Tanaman Kelapa Sawit
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025-09-18) Rizky Amallia
    Pembuatan Perangkap Atraktan Nanas untuk Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada Tanaman Kelapa SawitOleh: Rizky Amallia, S.P., M.Sc.Instansi: SMK-PP Negeri Banjarbaru, Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama penting yang menyerang titik tumbuh tanaman kelapa sawit muda di areal perkebunan. Upaya pengendalian secara fisik dan mekanis melalui pembuatan perangkap dengan pemanfaatan senyawa volatil nabati (atraktan) menjadi alternatif pengendalian yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan. Praktikum ini bertujuan untuk membekali peserta didik kelas XI ATP dengan kompetensi nyata dalam merancang, merakit, dan memasang perangkap atraktan secara fungsional serta menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2025 di Lahan Praktik Guntung Lua, SMK-PP Negeri Banjarbaru, dengan melibatkan 25 peserta didik. Metode pelaksanaan praktikum berbasis kerja kelompok yang meliputi tahapan persiapan alat-bahan, pengukuran dan pemotongan pelat seng, pengeboran wadah ember plastik, perakitan bilah pengarah, penyiapan umpan nanas dalam botol, pembuatan tiang penyangga bambu, hingga instalasi akhir di lahan kelapa sawit. Analisis keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan lembar observasi proses kerja, fungsi awal produk, kepatuhan K3, dan kemandirian penyusunan rencana monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil menyelesaikan produk fungsional berupa perangkap gantung kokoh dengan spesifikasi wadah penampung berwarna gelap, bilah pelat seng vertikal sebagai pemutus arah terbang, serta botol berisi potongan buah nanas segar di bagian tengah perangkap. Implementasi praktikum ini berhasil mengembangkan keterampilan teknis (hard skills) perlindungan tanaman serta kompetensi nonteknis (soft skills) berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab lingkungan. Evaluasi efektivitas tangkapan kumbang secara kuantitatif belum dapat disimpulkan pada fase ini dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pengamatan terjadwal minimal dua kali seminggu menggunakan format monitoring harian yang seragam. Kata Kunci: Oryctes rhinoceros, Atraktan Nanas, Perangkap Perkebunan, Kelapa Sawi, SMK-PP Negeri Banjarbaru.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pembuatan Perangkap Hama Lalat Buah
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Rizky Amallia
    Serangan hama lalat buah pada berbagai komoditas hortikultura memerlukan solusi pengendalian yang efektif, murah, dan ramah lingkungan melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penerapan teknologi perangkap lalat buah ini memanfaatkan botol plastik bekas (ukuran 600 ml–1,5 L) sebagai wadah dan senyawa metil eugenol sebagai atraktan kuat untuk menarik serangga jantan guna menekan populasi hama. Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) ini diterapkan di SMK PP N Banjarbaru dengan melibatkan peserta didik secara langsung mulai dari tahapan persiapan alat dan bahan, pembuatan 2–4 lubang masuk pada botol, pemasangan kapas, pemberian metil eugenol, pemasangan di lahan hortikultura yang teduh, hingga monitoring hasil tangkapan secara berkala. Hasil implementasi menunjukkan bahwa teknologi ini sangat mudah dibuat, direplikasi, serta efektif mengurangi penggunaan insektisida kimia berlebih. Perangkap ini berhasil memicu dampak positif dalam meningkatkan keterampilan teknis, ketelitian, disiplin, dan kepedulian lingkungan peserta didik terhadap pemanfaatan limbah. Meskipun memiliki keterbatasan berupa keharusan penggantian atraktan secara berkala, kebutuhan monitoring rutin, serta efektivitas yang dipengaruhi oleh cuaca dan sanitasi kebun, inovasi ini sangat potensial direplikasi secara luas oleh petani hortikultura, kelompok tani, balai pelatihan, maupun penyuluh pertanian pada tanaman rentan seperti mangga, jambu, jeruk, dan cabai.

Copyright Š 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback