Browsing by Author "Rismayani"
Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
- ItemHama pada tanaman kapulaga di desa Kedung Urang Kecamatan Gemular, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022) Rismayani; Tyasningsiwi, Retno Wikan; Ginting Tri Pamungkas; Widyastiti, I Gusti AyuWarta Balittro adalah majalah ilmiah yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat, dan atsiri, terbit secara berkala dua kali setahun. Redaksi menerima naskah hasil penelitian, ulasan ilmiah, hasil observasi, dan berita lainnya yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat dan atsiri.
- ItemMENGENAL TANAMAN SENGKUBAK (Русnarrhena caulifora Diels) : Warta balittro Vol. 38 No. 75 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-06-01) Iriani, Evi Savitri; Noveriza, Rita; RismayaniSengkubak/kemangi imbo dimanfaatkan masyarakat di Kawasan Kars Bukit Bulan sebagai penyedap masakan, seperti halnya di masyarakat Kalimantan (suku Dayak dan Melayu). Secara empiris tanaman banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat sakit kepala. Tanaman ini merupakan tanaman hutan dan belum ada teknis budidaya lokat etnis Dayak atau Melayu karena pertumbuhannya sangat lambat. Hasil penelitian dari 15 jenis senyawa bioaktif pada daun dapat berperan sebagai antioksidan, anti kanker, anti jerawat, anti bakteri/biotik, insektisda alami, dan perisa alami.
- ItemPUTRI MALU (Mimosa pudica Linn.) TANAMAN YANG KAYA MANFAAТ : Warta balittro Vol. 39 No. 77 tahun 2022(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022-06-01) Noveriza, Rita; RismayaniPutri malu Mimosa pudica L. merupakan salah satu tanaman herbal Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar di tepi jalan, lapangan, dan tempat-tempat terbuka yang terpapar sinar matahari sehingga mudah ditemukan. Namun, masih sedikit orang yang mengetahui manfaatnya. Putri malu merupakan tanaman perdu pendek yang tersebar luas di Asia Tenggara. Putri malu mengandung 9% senyawa aktif (Azmi et al., 2011), dengan konsentrasi terbesar terdapat pada bagian daun (Zhang et al., 2011).
- ItemSERANGAN HAMA WERENG PUCUK (Sanurus indecora & Sanurus Aavovenosus) PADA SUMBER DAYA GENETIK (SDG) MENGKUDU (Morinda citrifolia) : Warta balittro Vol. 37 No. 74 tahun 2020(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-12-01) Rismayani; Heryanto, RubiMengkudu (Morinda citrifolia) salah satu sumber daya genetik (SDG) tanaman obat yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia. Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat yang sering dipakai dalam pengobatan tradisional sehingga animo masyarakat Indonesia dalam menanam mengkudu meningkat. Selain itu, mengkudu juga bisa sebagai bahan pestisida nabati. Dalam pemeliharaan suatu tanaman, khususnya mengkudu seringkali kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan di lapangan. Salah satu masalah yang dihadapi di lapangan, yaitu adanya serangan hama. Ditemukan populasi hama wereng pucuk (Sanurus indecora) yang menyerang pertanaman mengkudu di kebun koleksi tanaman obat Balittro, Bogor. Informasi mengenai hama wereng pucuk (Sanurus indecora & Sanurus favovenosus) pada Sumber SDG mengkudu sangat penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian yang tepat agar keseimbangan ekosistem di alam tetap terpelihara.
- ItemSERANGAN WERENG PUCUK (Sanurus spp.) PADA TANAMAN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium Merr.) : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) RismayaniPada tanaman mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.) yang terdapat di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat, Balittro ditemukan wereng pucuk dari famili Flatidae, ordo Hemiptera. Hama ini telah dilaporkan menyerang tanaman jambu mete. Berdasarkan hasil identifikasi Pusat Penelitian Biologi LIPI, wereng yang menyerang tanaman mangkokan terdiri atas 2 jenis, yaitu S. indocera (berwarna putih) dan S. fAlavovenosus (berwarna hijau).
- ItemНАМА РADA TANAMAN KAPULAGA DI DESA KEDUNG URANG, KЕСАМАTAN GEMULAR, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAН : Warta balittro Vol. 39 No. 77 tahun 2022(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022-06-01) Rismayani; Tyasningsiwi, Retno Wikan; Pamungkas, Ginting Tri; Widyastiti, I Gusti AyuTanaman kapulaga (Атотит compactum) merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki banyak manfaat sehingga bernilai ekonomis. Sejak pandemi virus corona menyerang, buah kapulaga sangat diminati oleh pasar dunia dengan harga yang tinggi yaitu sekitar Rp. 80.000 – Rp. 100.000/kg. Di awal tahun 2022 dilakukan kegiatan surveilance di Desa Kedung Urang, Kecamatan Gemular, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi sebagai langkah awal kegiatan perlindungan tanaman, khususnya dalam upaya pengendalian hama tanaman dalam mendukung pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor komoditas kapulaga Indonesia. Dari hasil surveilance ditemukan 3 jenis populasi hama yang tinggi dan mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup besar, yaitu sekitar 60-70%.