Browsing by Author "Risfaheri"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengaruh Penjemuran Dan Pelayuan Daun Serai Wangi Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyaknya(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-01) RisfaheriPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara penanganan daun serai wangi sebelum disuling. Dalam penelitian ini sebelum daun serai wangi segar disuling dilayukan selama 3 dan 5 hari, dijemur selama 2-4 jam, atau dijemur 2 jam kemudian dilayukan selama 3-5 hari. Penyulingan dilakukan secara dikukus dengan kapasitas 23 kg daun serai wangi segar setiap kali penyulingan. Penyulingan berlangsung selama 4 jam dengan kecepatan penyulingan 7.20 1 kondensat tiap jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa penjemuran dan pelayuan daun serai wangi pada batas-batas tertentu tidak mempengaruhi rendemen minyak, tetapi jumlah bahan yang dapat disuling setiap kali penyulingan bertambah besar, sehingga penyulingan lebih efisien. Penjemuran dan pelayuan menurunkan kadar sitronellal dan geraniol dalam minyak, tetapi tidak terlihat pengaruhnya terhadap sifat fisik minyak.
- ItemPenyulingan Lada Enteng dan Karakteristik(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-07) RisfaheriPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi dan cara penyulingan lada enteng yang terbaik. Lada enteng yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Bangka, Suma- tera Selatan dan belum disimpan. Kadar minyak lada enteng 3.5% (basis % v/berat bahan) dan kadar airnya 12.75%. Penyulingan dilakukan secara dikukus dan bahan yang akan disuling sebelumnya digiling. Peletakan bahan da- lam ketel dilakukan secara bertingkat atau dicampur dengan gagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak dari kedua cara peletakan tersebut tidak berbeda. Lada enteng sebaiknya disuling selama 3.5 jam. Dalam waktu tersebut rendemen minyak dari kedua metode tersebut di atas sama, yaitu 3.34%. Karakteristik minyaknya berbeda, tetapi masih memenuhi standar EOA.
- ItemTeknologi Pengolahan Lada Semi Mekanis dan Diversifikasi Produk Menghadapi Persaingan Pasar Dunia(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2010) Risfaheri; Badan Penelitian dan Pengembangan PertanianMeskipun lada telah dikembangkan sejak lama, tetapi sampai saat ini pengolahannya masih tradisional sehingga tidak efisien dan risiko kontaminasi mikroba cukup tinggi. Selain itu, produk lada yang dipasarkan masih dalam bentuk produk primer sehingga nilai tambahnya rendah. Menghadapi pasar lada dunia yang semakin kompetitif dan meningkatnya persyaratan mutu, terutama dalam aspek keamanan pangan, menuntut perlunya perbaikan teknologi pengolahan dan diversifikasi produk. Orasi ini memaparkan ide dan pemikiran untuk menghadapi persaingan pasar lada dunia, dilandasi oleh hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan aspek teknologi pengolahan dan diversifikasi produk.