Browsing by Author "Rahmanto"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemMaster Plan Pengembangan Pertanian Presisi(Agro Indo Mandiri dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, 2023) Jamil. Ali; Hermanto; Rahmanto; Prabowo, Agung; Alihamsyah, Trip; Hadi, Prayogo U.; Hendayana, Rachmat; Syahyuti; Kustiari, Reni; Rahmarestia, Elita; Trimulyantara, FX. Lilik; Suparlan; Budiarti, Uning; Lugan, Alkasuma; Pitoyo, JokoPertanian presisi sebagai salah satu model pertanian modern berbasis smart farming, konsepnya akan mengubah pola pengelolaan pertanian konvensional menjadi lebih produktif dan efisien melalui sistem otomatisasi kontrol serta monitoring memanfaatkan teknologi Internet of Thing (IoT) mengacu pada: (a) Management Information System (MIS), (b) Precission Agriculture (PA) dan (c) Cyber Physical System (CPS). Pengembangan pertanian presisi akan menjadi solusi mengatasi tantangan pembangunan pertanian yang semakin kompleks, karena deraan perubahan iklim, degradasi dan alih fungsi lahan, serangan hama penyakit serta munculnya isu ketidakpastian keberlanjutan produksi pangan dan pertanian.
- ItemPompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Syahyuti; Rima Purnamayani; Rahmanto; Hendri Sosiawan; Setyono Hari Adi; Trip Alihamsyah; Budi Kartiwa; Asmarhansyah; Dani Gartina; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya
- ItemPompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan(Pertanian Press, 2025) Rizky Purwantoro Sukiatno; Andi Amran Sulaiman; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Syahyuti; Rima Purnamayani; Rahmanto; Hendri Sosiawan; Setyono Hari Adi; Trip Alihamsyah; Budi Kartiwa; Asmarhansyah; Dani Gartina; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny NucahyaBeberapa tahun belakangan, dunia sedang menghadapi krisis pangan global yang dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu perubahan iklim ekstrem, pandemi COVID-19, dan konflik antarnegara. Ketiga fenomena ini sangat memengaruhi stabilitas pangan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pertanian melalui kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pompanisasi. Program ini muncul sebagai solusi krusial untuk membantu petani mengatasi kesulitan air akibat perubahan iklim ekstrem, memastikan pasokan air yang cukup untuk budidaya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Penanaman (IP) dan produktivitas pertanian. Pompanisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga mengurangi tekanan gulma dan penyakit, meminimalkan kehilangan pupuk, dan menghemat tenaga kerja melalui sistem yang dapat diotomatisasi. Buku “Pompanisasi, Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan” ini akan memberikan pemahaman mengenai urgensi program pompanisasi, tantangan ketersediaan air, implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan produksi, hingga inovasi masa depan dan upaya keberlanjutan program ini.