Browsing by Author "Raharjo, Agung Saras Sri"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemPembaruan sistem perbenihan padi dan jagung mendukung ketersediaan benih bermutu(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024) Mailena, Lira; Purnomo, Maha Matahari Eddy; Ulpah, Amalia; Suharyono, Sri; Yuliani, Fitria; Raharjo, Agung Saras SriBenih unggul tanaman merupakan teknologi andalan yang memiliki kontribusi utama dalam meningkatkan produktivitas dan produksi. Oleh karena itu, sistem perbenihan tanaman harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai, berkesinambungan dan memenuhi prinsip enam tepat, yaitu tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga. Namun, permasalahan yang sering terjadi selama ini terkait dengan benih bersertifikat yang tersedia di kios-kios masih kurang jumlahnya dari kebutuhan petani. Data terbaru memperkuat kondisi faktual saat ini, penggunaan benih padi dan jagung bersertifikat di tingkat petani baru mencapai 64% dan 75% dan belum sesuai dengan target RPJMN di angka 80%. Ditelisik dari sistem perbenihan, permasalahan ini mucul akibat dari penerapan peraturan produksi dan sertifikasi benih yang belum sepenuhnya diterapkan, distribusi benih bersertifikat belum optimal dan tidak merata. Disamping itu, dari sisi petani sebagai pengguna benih memiliki preferensi kualitas benih bersertifikat kurang bagus dan tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Lokasi produsen benih yang terfokus di Pulau Jawa membuat distribusi benih ke daerah lain membutuhkan waktu lama yang akhhirnya berpengaruh pada kualitas benih yang tidak baik dan biaya pengiriman yang mahal. Permasalahan ini menjadi justifikasi dilakukannya kegiatan analisis kebijakan PSEKP berjudul Pembaruan Sistem Perbenihan Padi dan Jagung mendukung Ketersediaan Benih Bermutu. Kegiatan analisis kebijakan ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan terkait pembaruan sistem perbenihan padi dan jagung untuk menjamin ketersediaan benih bermutu mendukung peningkatan produksi tanaman pangan padi dan jagung. Adapun secara spesifik tujuan kegiatan ini adalah untuk (i) menyusun potret sistem perbenihan padi dan jagung saat ini; (ii) menyusun konsep pembaruan sistem perbenihan padi dan jagung; dan (iii) menyusun rekomendasi kebijakan sistem perbenihan padi dan jagung.
- ItemStrategi Kebijakan Pembangunan Pertanian Meningkatkan Peran Sektor Pertanian Ditengah Pandemi Covid-19(Kementerian Pertanian, 2022) Fahmid, Imam Mujahidin; Subagyono, Kasdi; Kariyasa, I Ketut; Mardianto, Sudi; Wahyudi; Agustian, Adang; Ashari; Chaidirsyah, Ranny Mutiara; Sumedi; Gunawan, Endro; Pramudia, Aris; Kadir; Muslim, Chairul; Darwis, Valleriana; Yofa, Rangga Ditya; Raharjo, Agung Saras Sri; Puspa P, Resty; Saefudin; Mucharam, Iim; Azis, Dani Abdul; Subekti, Eka SrieSalah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu bagaimana pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat meningkatkan pendapatan petani yang sebagian besar memiliki lahan dengan luasan yang kurang dari setengah hektar. Untuk itu, peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya saing produk pertanian diarahkan mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dan hasilnya dirasakan oleh petani dengan adanya kenaikan tingkat kesejahteraan petani. Tantangan lainnya dalam pembangunan pertanian adalah bahwa pada tahun 2020, seluruh belahan dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap berbagai sektor termasuk sektor pertanian. Meskipun untuk angkutan komoditas pangan tetap diizinkan, namun para pelaku distribusi (pedagang) memiliki kekhawatiran atas wabah pandemi ini sehingga tetap berpengaruh terhadap pergerakan barang komoditas pangan. Pasca mulai recoverynya dari pandemi Covid-19, yaitu sejak akhir Februari 2022 justru telah muncul konflik 2 negara yakni Rusia dan Ukraina yang telah menyebabkan kerusakan yang luas dan hilangnya nyawa dikedua negara. Dengan terdapatnya konflik/perang terbuka diantara dua negara tersebut akan memiliki banyak implikasi bagi pasar global dan ketahanan pangan. Hal ini akan menjadi tantangan bagi ketahanan pangan bagi banyak negara. Pada sisi lain tantangan perubahan iklim karena faktor alam juga akan berpengaruh terhadap sektor pertanian. Dalam menyikapi perubahan iklim tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang berkomitmen dalam penanggulangan perubahan iklim (climate action). Komitmen tersebut dituangkan dalam RPJMN 2020-2024 sebagai Prioritas Nasional, yang mengintegrasikan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam menyikapi tantangan dan peluang pengembangan sektor pertanian ke depan, maka para pelaku pembangunan pertanian khususnya bagi generasi muda harus berpikir untuk menjadikan pertanian modern sebagai profesi dan menggunakan teknologi pertanian yang sudah maju. Sebab potensi lahan Indonesia sangat luas dan jika dikelola oleh generasi milenial, dipastikan pertanian Indonesia semakin kuat dalam mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri dan ke depan dapat menyuplai pangan untuk dunia. Buku ini mengupas beberapa aspek yang mencakup: (1) Strategi Meningkatkan Produksi Pangan ditengah Pandemi Covid-19; (2) Peran Input Produksi dan Harga dalam Pengembangan Produk Pertanian; (3) Pengembangan Kelembagaan Usaha Pertanian; dan (4) Strategi Peningkatan Daya Saing, Nilai Tambah dan Ekspor Komoditas Pertanian.
- ItemUpdating the rice and corn seeding system supports the availability of quality seeds(2024) Mailena, Lira; Purnomo, Maha Matahari Eddy; Suharyono, Sri; Yuliani, Fitria; Raharjo, Agung Saras SriHigh yield plant seeds are a mainstay technology that has a major contribution in increasing productivity and production. Therefore, the plant seed system must be able to guarantee the availability of quality seeds in an adequate, sustainable manner and fulfill the six right principles, namely right variety, right quality, right quantity, right time, right location and right price. However, the problem that often occurs so far is that the number of certified seeds available in kiosks is still less than what farmers need. The latest data strengthens the current factual condition, the use of certified rice and corn seeds at the farmer level has only reached 64% and 75% respectively and is not yet in line with the RPJMN target of 80%. Examining the seed system, this problem arises as a result of the implementation of seed production and certification regulations which have not been fully implemented, the distribution of certified seeds has not been optimal and is uneven. Apart from that, from the perspective of farmers as seed users, they have a preference that the quality of certified seeds is not good and does not suit the needs of farmers. The location of seed producers which is focused on the island of Java means that distribution of seeds to other areas takes a long time which ultimately results in poor seed quality and expensive shipping costs. These problems are the justification for carrying out PSEKP policy analysis activities entitled Renewing the Rice and Corn Seed System to support the availability of quality seeds. This policy analysis activity aims to develop policy recommendations related to updating the rice and corn seed system to ensure the availability of quality seeds to support increased production of rice and corn food crops. The specific objectives of this activity are to (i) compile a portrait of the current rice and corn seed system; (ii) develop a concept for updating the rice and corn seed system; and (iii) develop policy recommendations for rice and corn seed systems.