Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "R. Heru Praptana"

Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Dampak Insektisida Deltametrin Konsentrasi Subletal pada Perilaku dan Biologi Parasitoid
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2014-12-17) Araz Meilin; R. Heru Praptana
    Parasitoid merupakan musuh alami serangga hama yang dapat digunakan untuk pengendalian. Aktivitas/ kinerja parasitoid dalam memarasit serangga hama dapat terganggu oleh insektisida. Tulisan ini bertujuan memaparkan tentang studi dampak insektisida pada parasitoid, serta dampak insektisida deltametrin terhadap perilaku dan biologi parasitoid. Studi dampak insektisida terhadap parasitoid dapat dilakukan dengan menggunakan konsentrasi subletal. Gangguan insektisida deltametrin konsentrasi subletal baik pada parasitoid maupun tanaman dapat mempengaruhi sistem syaraf dan akhirnya dapat mengganggu perilaku dan biologi parasitoid. Aplikasi insektisida di lapang dapat menurunkan kemampuan parasitoid dalam mengendalikan serangga hama.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Durabilitas Ketahanan Varietas Padi terhadap Penyakit Tungro
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013-12-22) R. Heru Praptana; Ahmad Muliadi
    Tungro merupakan penyakit pada tanaman padi yang sangat merusak, terutama di daerah endemis. Tungro disebabkan oleh infeksi dua virus yang berbeda yaitu RTSV dan RTBV, keduanya hanya dapat ditularkan oleh serangga wereng hijau. Epidemi tungro dipengaruhi oleh varietas tanaman, virus tungro, wereng hijau, kondisi lingkungan, dan cara budi daya. Penggunaan varietas tahan merupakan cara pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Penanaman beberapa varietas tahan dengan sumber gen ketahanan yang berbeda dapat mencegah terjadinya siklus epidemi tungro. Ketersediaan varietas tahan yang awet (durable), menjadi syarat utama dalam pengendalian tungro secara berkelanjutan. Durabilitas ketahanan varietas terhadap virus tungro perlu dijaga melalui sistem pengelolaan yang komprehensif berdasarkan pemahaman biologi dan epidemiologi tungro. Perbaikan ketahanan varietas terhadap tungro dapat dilakukan melaui perakitan varietas dengan banyak sumber gen ketahanan terhadap virus dan vektor atau melalui perakitan varietas berdasarkan kesesuaian tetua dengan varian virus tungro dan koloni vektor. Alternatif lain adalah melalui perakitan varietas padi transgenik tahan tungro. Varietas tahan virus tungro harus diikuti percepatan adopsi oleh petani. Strategi percepatan adopsi varietas tahan dimulai sejak awal perakitan varietas yang disesuaikan dengan preferensi pengguna. Peta distribusi varietas tahan tungro diperlukan untuk memudahkan pemantauan durabilitas ketahanan varietas dan mendukung usaha perbaikan ketahanan varietas selanjutnya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Epidemiologi dan Strategi Pengendalian Penyakit Tungro
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008-12-16) R. Heru Praptana; M. Yasin
    Tungro merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang menjadi permasalahan dalam usaha peningkatan produksi padi nasional. Penyakit yang disebabkan oleh dua jenis virus (RTSV dan RTBV) yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix virescens telah menyebar dan menyebabkan kehilangan hasil di beberapa sentra produksi padi. Tiga penyebab utama terjadinya penularan tungro adalah ketersediaan sumber inokulum virus, adanya serangga penular, dan tanaman peka. Epidemi penyakit tungro dipengaruhi oleh tanaman, virus tungro, wereng hijau sebagai vektor, kondisi lingkungan dan praktik budi daya. Penerapan pengendalian terpadu tungro yang bertujuan untuk menghindarkan pertanaman dari infeksi virus yang meliputi beberapa komponen yaitu waktu tanam tepat, penggunaan varietas tahan, pergiliran varietas, kultur teknis (pemilihan waktu tanam, pemilihan varietas, eradikasi sumber inokulum pada tahap pratanam, pengelolaan persemaian, cara dan pengaturan jarak tanam, penggunaan pupuk N tidak berlebihan, pengaturan ketersediaan air, eradikasi sumber inokulum pada saat pascapanen dan pergiliran varietas), penggunaan pestisida sesuai dengan kondisi tertentu dan pegelolaan penyakit tungro melalui pendekatan bioteknologi telah berhasil mengurangi intensitas penyakit tungro.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Interaksi Nitrogen dengan Insidensi Penyakit Tungro dan Pengedaliannya Secara Terpadu pada Tanaman Padi
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013-12-19) Wasis Senoaji; R. Heru Praptana
    Nitrogen (N) merupakan salah satu unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman. Penggunaan varietas unggul merupakan kunci keberhasilan produksi padi di Indonesia. Varietas unggul umumnya memiliki respons tinggi terhadap N sehingga kahat N menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan padi. Permasalahan muncul ketika pemberian unsur hara untuk pencapaian produksi maksimal hanya didasari oleh besarnya kebutuhan pupuk dan target produksi suatu varietas tanpa diimbangi oleh sistem pengelolaan pertanaman sehingga aman dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Tungro merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi di Asia tropis yang bersifat endemis. Tungro disebabkan oleh interaksi antara dua virus yang berbeda, Rice tungro bachiliform virus (RTBV) dan Rice tungro spherical virus (RTSV) yang keduanya ditularkan oleh wereng hijau. Insidensi penyakit tungro merupakan hasil interaksi antara tanaman, virus tungro, vektor dan lingkungan, sehingga penggunaan pupuk N terlibat dalam dinamika penyakit tungro. Interaksi N dalam tanaman dengan wereng hijau berpengaruh terhadap peningkatan kebugaran (fitness). Interaksi N tanaman dengan virus menimbulkan perubahan metabolisme dalam sel sehingga terjadi perubahan morfologi kloroplas dan peningkatan laju respirasi yang merangsang penyerapan unsur hara sebagai bahan sintesis protein. Pengelolaan pemupukan menjadi bagian dalam sinergisme manajemen kesuburan tanah dengan pengendalian hama terpadu (PHT) untuk menciptakan pertanaman dan agroekosistem yang sehat. Pengelolaan pemupukan yang diintegrasikan secara sinergis dengan komponen pengelolaan tanaman yang lain mendukung mekanisme pertahanan tanaman terhadap penyakit. Tiga hal penting pengelolaan N dalam upaya pengendalian tungro adalah: 1) kesesuaian bentuk N yang diberikan; 2) ketepatan dosis atau kuantitas berdasarkan data diagnosis kebutuhan N, dan 3) ketepatan waktu aplikasi. Pengelolaan N yang tepat dapat mengurangi kerusakan tanaman akibat infeksi virus tungro.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Keragaman Genetik dan Virulensi Virus Tungro pada Tanaman Padi di Indonesia
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2017-10-19) R. Heru Praptana; I Nyoman Widiarta
    Insidensi penyakit tungro masih sering terjadi di beberapa sentra produksi padi di Indonesia sehingga menjadi salah satu kendala dalam peningkatan produksi padi nasional. Tungro disebabkan oleh dua zarah virus yang berbeda yaitu RTBV dan RTSV, yang keduanya hanya dapat ditularkan oleh wereng hijau. Keragaman genetik dan virulensi virus tungro dapat terjadi dalam suatu daerah endemis dan diantara daerah endemis yang secara geografis berbeda. Keragaman genetik virus tungro tidak berkorelasi terhadap virulensinya. Virulensi virus tungro ditentukan oleh interaksi spesifik dari dua jenis virus tungro yang menginfeksi, vektor yang menularkannya dan ketahanan varietas. Informasi keragaman genetik dan virulensi virus tungro dari berbagai daerah endemis di Indonesia sangat diperlukan untuk mengetahui sebaran virus tungro berdasarkan virulensinya, sebagai pertimbangan dalam pengendalian tungro menggunakan varietas tahan yang sesuai atau varietas tahan spesifik isolat virus tungro, pemantauan epidemi dan deteksi dini keberadaan virus tungro di daerah endemis, serta menjadi dasar dalam perakitan varietas tahan virus tungro baik secara konvensional maupun melalui teknik rekayasa genetik.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Padi, Jagung, dan Kedelai Unggul Baru Toleran Dampak Perubah Iklim
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2014-12-16) R. Heru Praptana; Made Jana Mejaya
    Masalah yang dihadapi dalam peningkatan produksi padi dan palawija semakin berat dan kompleks. Perubahan iklim, misalnya, telah mengancam keberlanjutan produksi pertanian di berbagai belahan dunia. Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim dalam bentuk kemarau berkepanjangan, banjir, dan meningkatnya intensitas kejadian cuaca ekstrim yang mengancam keselamatan produksi pertanian, terutama tanaman pangan. Naiknya permukaan air laut yang menyebabkan pertanaman terendam air dan mengalami salinitas di kawasan pesisir, termasuk dampak negatif perubahan iklim. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim adalah penggunaan varietas unggul toleran kekeringan, rendaman, dan salinitas. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan beserta jajarannya telah menghasilkan sejumlah varietas unggul baru padi, jagung, dan kedelai toleran kekeringan, rendaman, dan salinitas. Karakteristik dari varietas-varietas unggul tersebut dikemas dalam buku ini, yang diharapkan segera diketahui pihak terkait. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perakitan varietas unggul padi, jagung, dan kedelai toleran dampak perubahan iklim ini disampaikan penghargaan dan terima kasih.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Peranan Bioteknologi dalam Pengelolaan Penyakit Tungro
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008-12-16) R. Heru Praptana; M. Yasin
    Tungro merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi yang menjadi penghambat dalam peningkatan stabilitas produksi padi. Berbagai usaha pengendalian telah dilakukan, di antaranya dengan penerapan teknologi pengendalian penyakit tungro terpadu yang bertujuan untuk mencegah atau menghindarkan pertanaman dari penularan tungro dengan komponen utama waktu tanam tepat, penggunaan varietas tahan, dan pergiliran varietas tahan. Namun demikian, teknologi tersebut kurang sesuai untuk daerah dengan pola tanam tidak serempak, sehingga dikembangkan strategi pengendalian penyakit tungro dengan eliminasi RTSV. Perkembangan bioteknologi berbasis biologi molekuler dapat digunakan untuk membantu dalam pengendalian penyakit tungro melalui pendekatan biologi, ekologi, dan epidemiologi penyakit tungro. Kemajuan di bidang biologi molekuler telah melahirkan berbagai teknik yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan penyakit tungro, di antaranya diagnosis penyakit tungro, deteksi dini infeksi virus tungro dan vektor infektif, identifikasi dan karakterisasi strain virus tungro dan biotipe wereng hijau, pemantauan terjadinya resistensi wereng hijau terhadap suatu varietas, munculnya strain virus tungro dan biotipe wereng hijau yang baru, karakterisasi ketahanan varietas terhadap virus tungro dan wereng hijau, perakitan varietas tahan berdasarkan sifat ketahanannya terhadap virus tungro dan wereng hijau serta perakitan varietas transgenik tahan virus tungro. Hal tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para peneliti bioteknologi di Indonesia.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback