Browsing by Author "Purwono"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemBudi Daya Tanaman Aneka Kacang di Antara Tanaman Kakao(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2020) Abdullah Taufiq; Purwono
- ItemBudidaya Tanaman Aneka Kacang di Antara Tanaman Kakao(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2020) Taufiq, Abdullah; PurwonoTulisan tentang Budi Daya Tanaman Aneka Kacang di Antara Tanaman Kakao ini merupakan bagaian dari pengalaman yang kami lakukan saat memberi percontohan pada acara peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 tahun 2019 di areal perkebunan kakao rakyat di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Propinsi Sulawesi Tenggara). Tanaman aneka kacang yang dibahas dalam tulisan ini adalah kacang tanah, kedelai, kacang hijau, dan kacang tunggak.
- ItemSimulasi Kebijakan Insentif Untuk Pabrik Gula dan Pekebun Tebu melalui Penetapan Imbal Jasa Pengolahan Tebu(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-12) Wahyudi, Agus; Purwono; Wulandari, Suci; Yusuf, Eddy Supriadi; SujiantoSaat ini sistem imbal jasa natura, yaitu pembayaran natura dari hasil gula dan tetes, masih dominan dilaksanakan dalam pengolahan tebu rakyat walaupun sistem penjualan tebu diadakan secara langsung kepada pabrik gula (PG). Dalam kurun waktu 2015-2019 telah terjadi penurunan areal tanam tebu dan produksi gula nasional secara berarti, yang diduga salah satunya karena rendahnya tingkat insentif bagi pekebun akibat sistem imbal jasa natura pengolahan tebu. Oleh karena itu perlu dilakukan simulasi kebijakan insentif untuk pabrik gula dan pekebun tebu melalui penetapan imbal jasa pengolahan tebu. Simulasi ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi tingkat insentif yang diperoleh PG dan pekebun tebu pada tingkat imbal jasa pengolahan yang berlaku (aktual), dan (2) menentukan tingkat imbal jasa pengolahan optimal pada target tingkat insentif minimum yang diperoleh PG dan bagian gula pekebun tebu. Dengan metode komparatif antara tingkat insentif (dengan indikator marjin keuntungan) aktual dengan optimal, kemudian dilakukan evaluasi tingkat imbal jasa natura yang sebaiknya diberlakukan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat insentif yang diperoleh PG pada tingkat imbal jasa natura untuk pengolahan tebu aktual terlalu tinggi, yang berakibat tingkat insentif yang diperoleh pekebun tebu menjadi tertekan sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha tani lainnya. Walaupun demikian, tidak dengan serta merta PG dapat meraih keuntungan karena kebanyakan PG beroperasi di bawah kapasitas minimum, pada sisi lain banyak pekebun yang mengurangi atau tidak lagi mengusahakan tebu sehingga areal tebu terus menurun. Untuk menghindari semakin berkurangnya areal tebu, maka perlu dilakukan penyesuaian kebijakan tingkat imbal jasa gula untuk pengolahan tebu pada kisaran 25,35%-25,90% dari yang semula 34%. Melalui penyesuaian ini diharapkan marjin keuntungan yang diperoleh pekebun tebu dapat meningkat dan usaha tebu dapat bersaing dengan usaha tani lainnya. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.137-145