Repository logo
  • English
  • CatalĆ 
  • ČeÅ”tina
  • Deutsch
  • EspaƱol
  • FranƧais
  • GĆ idhlig
  • LatvieÅ”u
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • PortuguĆŖs
  • PortuguĆŖs do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • TürkƧe
  • ŅšŠ°Š·Š°Ņ›
  • বাংলা
  • ą¤¹ą¤æą¤‚ą¤¦ą„€
  • Ελληνικά
  • YŠŗŃ€Š°Ń—ĢŠ½ŃŃŒŠŗŠ°
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • CatalĆ 
  • ČeÅ”tina
  • Deutsch
  • EspaƱol
  • FranƧais
  • GĆ idhlig
  • LatvieÅ”u
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • PortuguĆŖs
  • PortuguĆŖs do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • TürkƧe
  • ŅšŠ°Š·Š°Ņ›
  • বাংলা
  • ą¤¹ą¤æą¤‚ą¤¦ą„€
  • Ελληνικά
  • YŠŗŃ€Š°Ń—ĢŠ½ŃŃŒŠŗŠ°
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Priyo Jr, Topas Wicaksono"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Variasi Status Reproduksi pada Akseptor Inseminasi Buatan di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten
    (Direktorat Kesehatan Hewan, 2019) Salman, Aldi; Priyo Jr, Topas Wicaksono
    Kebuntingan pada ternak sapi ditentukan oleh kesiapan organ reproduksi dan ketepatan tata laksana inseminasi buatan. Kombinasi antara kondisi reproduksi sapi yang sehat, kemampuan deteksi birahi oleh peternak dan ketepatan pelaksanaan inseminasi buatan akan meningkatkan produktivitas peternak. Inseminasi buatan selalu diawali dengan laporan peternak pada petugas inseminator, tetapi pada prosedur IB tidak dilakukan pemeriksaan status reproduksi pada individu akseptor tersebut sebelum dikawinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi status reproduksi saat birahi pada sapi akseptor yang meminta pelayanan IB pada inseminator di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Status reproduksi diketahui dengan pemeriksaan per rektal dan ultrasonografi (USG). Dari hasil penelitian pada 41 ekor akseptor yang meminta pelayanan IB pada bulan November 2018, ditemukan sebanyak 17 ekor sapi (41,46%) berada dalam fase puncak estrus dan siap dikawinkan, 19 ekor tidak dalam keadaan birahi, lima ekor mengalami gangguan reproduksi. Sebanyak 58,54% ternak akseptor yang meminta pelayanan inseminasi buatan tidak dalam kondisi reproduksi yang optimal sehingga kemungkinan terjadi kebuntingan menjadi lebih kecil. Diperlukan peningkatan pengetahuan peternak tentang pentingnya pengamatan estrus yang akurat, pemeriksaan status reproduksi secara berkala, serta prosedur pelayanan IB yang tepat untuk meningkatkan angka kebuntingan.

Copyright Ā© 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback