Browsing by Author "Pratanti Haksiwi Putri"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemDiversity of Agronomic Characters of Pigeon Pea (Cajanus cajan (L.) Millsp.) Genetic Resources(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2023-05) Pratanti Haksiwi Putri; Novita Nugrahaeni; Rudy SoehendiPlasma Nutfah memiliki peranan penting dalam kegiatan pemuliaan. Karakterisasi diperlukan untuk mengklasifikasi koleksi plasma nutfah berdasarkan karakter tertentu seperti umur masak, jumlah polong per tanaman, dan hasil. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengelompokkan 60 aksesi plasma nutfah kacang gude koleksi Balai Pengujian Standar Instrumen (BPSI) Tanaman Aneka Kacang menggunakan analisis komponen utama dan analisis klaster. Enam puluh aksesi kacang gude ditanam di Kebun Pengujian Muneng Jawa Timur pada musim kemarau tahun 2018. Setiap aksesi ditanam dalam plot berukuran 2 m × 4 m, jarak tanam 100 cm × 20 cm. Pengamatan dilakukan pada 13 karakter kuantitatif. Total ragam dari variabel pengamatan adalah 75,3% yang dijelaskan oleh empat komponen utama. Komponen yang paling berpengaruh adalah komponen pertama yang menjelaskan 40,4% keragaman dan terdiri dari karakter umur berbunga, umur masak, tinggi tanaman, kedudukan polong, jumlah cabang utama, dan jumlah polong per tanaman. Enam puluh aksesi kacang gude koleksi plasma nutfah BPSI Tanaman Aneka Kacang dapat dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari 29, 7, 8, dan 16 aksesi. Kelompok 2 berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki keragaan tanaman yang baik yang dicirikan oleh kedudukan polong panjang, berbiji besar, dan hasil biji tinggi.
- ItemGenetic Variability, Heritability, and Genotypic Correlation of Soybean Agronomic Characters(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Heru Kuswantoro; Moch. Muchlish Adie; Pratanti Haksiwi PutriParameter genetik sangat penting dalam perbaikan genetik dan perakitan varietas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter yang efektif digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan kedelai dengan menggunakan parameter genetik. Seratus genotipe kedelai ditanam di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Muneng pada bulan April hingga Juli 2020 dengan rancangan acak kelompok lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik yang tinggi diperoleh pada umur masak, jumlah cabang per tanaman, jumlah buku subur per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil biji. Heritabilitas yang tinggi ditunjukkan oleh umur masak, tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan bobot 100 biji. Korelasi fenotipik nyata diperoleh pada semua karakter agronomi, kecuali korelasi antara hasil biji dengan umur masak, tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah buku produktif. Hasil biji tidak memiliki korelasi genotipik dengan semua karakter agronomi yang diamati. Korelasi genotipik nyata diperoleh pada tinggi tanaman dengan jumlah buku subur, jumlah cabang dengan jumlah polong isi, dan jumlah buku subur dengan bobot 100 biji. Oleh karena itu, peningkatan hasil biji dapat dilakukan dengan seleksi langsung menggunakan parameter hasil biji atau secara tidak langsung melalui bobot 100 biji.
- ItemHasil Utama Penelitian Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2016(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2016) Runik Dyah Purwaningrahayu; Pratanti Haksiwi Putri; Herdina Pratiwi; Siti Mutmaidah; Sulistyo Dwi SetyoriniMenyajikan ringkasan hasil kegiatan penelitian, perakitan varietas, pengembangan teknologi budi daya, pengendalian hama dan penyakit, serta diseminasi inovasi yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Kegiatan utama mencakup pengelolaan dan konservasi sumber daya genetik (SDG) untuk tanaman kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, serta aneka kacang dan ubi potensial. Selain itu, laporan ini menyoroti perbaikan genetik dan uji adaptasi berbagai galur harapan, pengujian efektivitas teknologi budi daya unggulan seperti KEPAS di lahan pasang surut dan BIODETAS di lahan sawah, serta evaluasi kelayakan usaha tani guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
- ItemInovasi Teknologi Budi Daya Kacang Tanah pada Beragam Agroekologi di Indonesia(Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2024) Agustina Asri Rahmianna; Abdullah Taufiq; Herdina Pratiwi; Nur’Aini Herawati; Pratanti Haksiwi Putri; Sri Ayu Dwi Lestari; Bambang Sri Koentjoro; Andi Amran SulaimanBuku petunjuk praktis karangan Agustina Asri Rahmianna dkk. yang diterbitkan oleh Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang pada tahun 2024 ini membahas secara komprehensif mengenai strategi perakitan dan penerapan inovasi teknologi budi daya kacang tanah yang spesifik agroekologi di Indonesia guna mengatasi penurunan luas panen serta produksi nasional. Pembahasan mencakup peran kacang tanah dalam pola usaha tani (baik monokultur maupun tumpangsari), analisis kriteria kesesuaian lahan, hingga implementasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang menggabungkan komponen teknologi dasar—seperti penggunaan varietas unggul, benih bermutu, pengolahan tanah, saluran drainase, pengaturan populasi, dan pengendalian OPT—serta komponen teknologi pilihan seperti pemupukan, pengairan, dan penanganan pascapanen. Buku ini merinci paket teknologi anjuran yang disesuaikan secara khusus untuk enam kondisi agroekologi utama, yaitu lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering iklim kering (tipe D3 dan E), lahan kering masam, lahan pasang surut, hingga lahan salin. Melalui pendekatan terpadu dan spesifik lokasi tersebut, inovasi budi daya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal (LATO) untuk mendorong peningkatan produktivitas serta pendapatan petani kacang tanah secara berkelanjutan.
- ItemKatalog Bergambar Sumber Daya Genetik Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp.)(Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang, 2025) Pratanti Haksiwi Putri; Roosma Aurini Safira Mujahidah; Abdullah TaufiqKatalog ini berisi 8 aksesi kacang tunggak di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP TAKA). Karakter yang ditampilkan dalam buku ini meliputi: 1. Umur berbunga: diamati pada saat 50% tanaman berbunga, dinyatakan dalam hari (setelah tanam). 2. Umur masak: diamati pada saat 80% polong berwarna cokelat, dinyatakan dalam hari (setelah tanam). 3. Warna bunga: diamati berdasarkan warna mahkota bagian depan dan kelopak. 4. Bentuk helai daun: diamati berdasarkan bentuk daun terminal. 5. Posisi antar daun: diamati berdasarkan posisi daun lateral terhadap daun terminal. 6. Warna polong masak: diamati berdasarkan warna polong pada saat masak fisiologis. 7. Warna kulit biji: diamati menggunakan Royal Horticultural Science (RHS) Colour Chart berdasarkan warna kulit biji kering setelah panen.