Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Popi Rejekiningrum"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    FAKTOR IKLIM DAN HIDROLOGI UNTUK TANAMAN KEDELAI
    (Balai Pengunjian Standar Instrumen Pertanian Lahan Rawa, 2014) Popi Rejekiningrum; Haris Syahbuddin
    Faktor iklim dan hidrologi yang dominan memengaruhi pertumbuhan d hasil kedelai didasarkan pada berbagai hasil penelitian agroklimat hidrologi tanaman kedelai yang telah dilakukan di Indonesia dan beber hasil penelitian mancanegara. Hasil-hasil penelitian yang dikumpulk lebih ditekankan pada penelitian yang dilakukan di Indonesia karena ked merupakan tanaman berumur pendek, yang tidak akan berbunga apabilala penyinaran melebihi 12 jam. Introduksi varietas unggul dari daerah tempara tidak cocok ditanam di Indonesia, karena tanaman kedelai akan tumb kerdil, cepat berbunga, dan hasilnya rendah. Berbagai hasil penelitian y telah dilakukan menunjukkan bahwa faktor iklim yang berpengaruh domina dan bersifat langsung terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai adala curah hujan (ketersediaan air tanah), radiasi matahari (lama dan intensita penyinaan) dan suhu, sedangkan faktor hidrologi yang berpengaruh domina adalah ketersediaan air dan tinggi muka air
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Menata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan
    (IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Budi Indra Setiawan; Kasdi Subagyono; Popi Rejekiningrum; Budi Kartiwa; Foyya Yusufu Aquino; Yayan Apriyana; Hanhan Ahmad Sofiyuddin; Ani Andayani
    Salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan adalah peningkatan luas areal tanam atau luas panen yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan sawah. Data menunjukkan, lahan sawah irigasi menyumbang sekitar 86% produksi beras nasional. Selain dari hujan, keteresediaan air bagi tanaman ditentukan oleh kinerja jaringan irigasi dan sumber daya air. Oleh sebab itu, sejak Indonesia merdeka pemerintah berupaya membangun jaringan irigasi. Kemudian, pengembangan jaringan irigasi semakin digalakkan sejak awal Program Bimas pada tahun 1970-an.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback