Browsing by Author "Ponimin Pw.,"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPeningkatan Efisiensi dan Efektivitas Pemupukan N pada Padi Sawah Berdasarkan Analisis Sistem(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) A.K. Makarim; Ponimin Pw.,; Sismiyati R.; Sutoro; Otjim S.; A. HidayatPupuk N diperlukan oleh tanaman padi. Namun, pemberian yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan efisiensi, tanaman menjadi peka terhadap hama dan penyakit, dan bahkan dapat sebagai penyebab pencemaran nitrat. Oleh karena itu, pemberian pupuk N perlu diupayakan agar lebih efisien dan efektif. Hal ini, antara lain, dapat dilakukan dengan pendekatan analisis sistem. Hasil analisis menunjukkan, kenaikan hasil gabah terbesar atas pemberian 90 kg N/ha (urea) di 17 lokasi di Jawa Barat dan Lampung adalah 24,7 kg gabah/kg N pupuk. Tanggap hasil padi terhadap pemupukan N di 54 lokasi berbentuk kuadratik yang nilai koefisiennya dipengaruhi oleh ciri tanah dengan penjelasan berikut: (1) hasil tanaman tanpa pupuk N terutama dipengaruhi oleh kadar bahan organik tanah, N total tanah, dan KTK tanah; (2) kenaikan hasil gabah pada takaran N rendah dipengaruhi oleh kadar bahan organik tanah; dan (3) kestabilan tanggapan tanaman terhadap pemberian pupuk N dipengaruhi oleh kadar liat dan рH tanah. Pemberian pupuk N berupa urea briket, USG, SCU, atau urea pril dengan cara pembenaman, tingkat efesiensinya lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian urea pril yang disebar di permukaan lahan. Sementara itu, saat penyerapan N yang cepat oleh tanaman - yang sejalan dengan akumulasi bahan kering tanaman - merupakan saat yang tepat untuk pemberian pupuk N bagi tanaman. Pemanfaatan hara N untuk pembentukan gabah (efisiensifisiologi) berbeda antara dataran rendah, sedang, dan tinggi masing-masing adalah 69,22; 40,54; dan 23,3 kg gabah/kg N terserap. Efisiensi penyerapan dan efektivitas pemupukan N yang terbaik diperoleh dari pemberian pada awal pertumbuhan dan saat primordia.