Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Perkasa, Galih"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    ALAT PENGUJIAN FUMIGASI SKALA LABORATORIUM TERHADAP HAMA GUDANG : Warta balittro Vol. 36 No. 72 tahun 2019
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-12-01) Perkasa, Galih; Kardinan, Agus; Maris, Paramita; Tarigan, Nurbetti
    Produk pertanian yang disimpan di gudang rawan terhadap serangan hama. Hama gudang mengakibatkan turunnya kualitas dan kuantitas. Teknik pengendalian hama gudang seperti fumigasi menjadi salah satu jalan keluar. Penelitian tentang penggunaan fumigan yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya saat ini masih terus diteliti. Salah satu kendalanya adalah terbatasnya alat penguji efek fumigan terhadap hama gudang, dengan prinsip hama yang diuji hanya terdampak oleh efek fumigan (inhalasi), namun tidak kontak langsung dengan bahan fumigan yang diuji. Alat penguji efek fumigasi yang dirancang membuktikan hama tidak dapat menyentuh atau kontak langsung dengan bahan fumigan sehingga sesuai dengan prinsip fumigasi.
  • No Thumbnail Available
    Item
    BIOLOGI DAN PEMBIAKAN MASAL FALL ARMY WORM Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) DI LABORATORIUM : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Perkasa, Galih; Rizal, Molide; Mardiningsih, Tri Lestari; Tarigan, Nurbetti; Maris, Paramita
    Fall Army Worm, Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama baru yang masuk ke Indonesia. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab hama tersebut dapat masuk ke Indonesia. Hama ini bersifat polifag, mampu memakan jenis-jenis tanaman yang tergolong ke dalam berbagai famili. Perlu adanya penelitian untuk mengetahui biologi dan cara pembiakan massalnya dalam upaya mencari cara pengendalian yang diharapkan mampu mengendalikan dan sekaligus menekan laju penyebarannya. Tersedianya hama S.frugiperda dalam jumlah banyak dan seragam dibutuhkan untuk menunjang Di laporkan oleh Srikanth et al., (2018), bahwa S. frugiperda telah menyerang tanaman perkebunan, yaitu tebu di negara bagian selatan India, Tamil Nadu. Serangan ditemukan pada tanaman tebu yang masih muda dengan intensitas serangan yang cukup rendah (1.85-30.86%). Sebaran ulat ini di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa pada bulan Juni 2019, pada pertanaman jagung telah dilaporkan oleh Sartiami et al., (2019). Dikhawatirkan ulat baru yang bersifat polifag ini akan menyerang tanaman perkebunan lainnya seperti tanaman rempah dan tanaman obat. Oleh karena itu perlu segera dilakukan penelitian untuk menemukan cara pengendalian yang efektif dalam upaya menekan laju penyebaran S. berbagai penelitian dalam rangka frugiperda di Indonesia. pengendalian hama tersebut. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa pada pakan alami buah jagung muda (baby corn) siklus hidup S. frugiperda berlangsung selama 34-47 hari, terdiri dari stadia telur 2-3 hari, larva 12-20 hari, pupa 8-9 hari, imago 12-15 hari. Dengan pakan alami tersebut serangga S. frugiperda telah berhasil dibiakkan secara massal di laboratorium pada suhu ± 29-30°c dan kelembaban relatif 66-67%.
  • No Thumbnail Available
    Item
    POTENSI SERAI WANGI SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 38 No. 75 Tahun 2021
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-06-01) Tarigan, Nurbetti; Maris, Paramita; Kardinan, Agus; Perkasa, Galih
    Tanaman serai wangi merupakan salah satu tanaman yang sudah lama dikenal dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman yang memiliki beberapa kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai racun. Penggunaan serai wangi sebagai pestisida nabati telah beberapa kali diujicobakan kepada serangga hama baik yang ada di lapangan (on farm) maupun hama gudang (pasca panen). Hama gudang ini tidak kalah penting untuk dikendalikan karena tidak hanya bisa menimbulkan kerusakan secara kuantitatif, tetapi juga kualitatif. Higienitas komoditas hasil panen juga akan menurun secara signifikan sehingga pengendalian hama gudang juga perlu dilakukan dengan baik. Karena itulah, potensi penggunaan pestisida serai wangi terhadap serangga hama terutama hama gudang perlu diteliti lebih jauh lagi.
  • No Thumbnail Available
    Item
    ULAT DAUN UNGU - DOLESCHALLIA SPP. : Warta balittro Vol. 38 No. 75 Tahun 2021
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Tarigan, Nurbetti; Maris, Paramita; Kardinan, Agus; Perkasa, Galih
    T anaman daun ungu (Graptophyllum pictum) adalah tanaman obat yang memiliki banyak manfaat karena bersifat antiinflamasi, antibakteria, antioksidan, dan antijamur. Meskipun jarang dibudidayakan secara luas, tanaman daun ungu juga diserang beberapa OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang dapat menimbulkan kerusakan yang signifikan. Salah satunya adalah ulat daun ungu (Doleschallia spp.). Ulat daun ungu di Jawa Barat yang diidentifikasi sebagai Doleschallia bisaltidae memiliki fase hidup sekitar 41 hari, terdiri atas fase telur, larva, pupa, dan imago. Larva terdiri atas 5 instar dan memiliki kemampuan makan yang cukup tinggi. Pengendalian D. bisaltidae pada tanaman daun ungu biasanya dilakukan dengan pestisida kimia, namun apabila tanaman tersebut akan digunakan sebagai tanaman obat, tentu penggunaan pestisida kimia harus dihindari.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback