Browsing by Author "Nurheru"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPenelaahan Terhadap Metode Taksasi Produksi Bunga Cengkeh Di Kebun Branggah Banaran(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-01) NurheruPenelitian ini dilakukan di Perkebunan Cengkeh Branggah Banaran, dengan tujuan untuk menelaah ketelitian metode taksasi produksi bunga cengkeh yang dipergunakan di kebun tersebut. Sebanyak 60 tanaman cengkeh dipilih sebagai contoh yang terdiri dari 20 tanaman berumur 5-10 tahun, 20 tanaman berumur 11-16 tahun dan 20 tanaman berumur 17-22 tahun. Metode taksasi yang dipergunakan dapat diformulasikan dalam bentuk persamaan: hat Y = 5/8 (3.143 TL) K; Ŷ taksasi produksi (kg); 5/8 = bagian mah- kota pohon yang mengeluarkan bunga; 3.143 konstanta; T = tinggi tanaman (m); L lebar mahkota pohon (m); K bobot bunga per meter persegi (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode taksasi yang digunakan untuk tanaman berumur 5-10 tahun berbias ke atas, sedangkan untuk tanaman berumur 11-16 tahun dan 17-22 tahun berbias ke bawah. Untuk memperoleh penduga yang tak bias, maka dipergunakan harus disesuaikan menjadi: dot Y = 0.34(3.143TL) , untuk tanaman berumur 5-10 tahun; Y = 0.66 (3.143 TL) K untuk tanaman berumur 11- 16 tahun; dot Y = 0.71 (3.143 TL) K untuk tanaman berumur 17-22 tahun. Berdasarkan nilai ragam galat dugaan yang diperoleh, hasil taksasi pada tanaman kelompok umur 11-16 tahun adalah yang paling teliti dibandingkan kedua kelompok umur yang lainnya.
- ItemPERAN TEKNOLOGI DAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN KAPAS DAN RAMI(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) HASNAM; Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor; Emy Sulistyowati; Nurheru; Sudjindro; Rr. Sri Hartati; Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor - Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan SeratTeknologi-teknologi sudah tersedia untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha tani kapas dan rami, adopsinya dapat ditingkatkan jika dilakukan pembinaan yang intensif, peningkatan pelayanan lembaga keuangan pedesaan, dan penguatan lembaga pendukung lainnya. Dengan status benih kapas dan rami yang masih bersifat barang publik, pengadaan benih seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Untuk reformasi sistem perbenihan perlu dikembangkan suatu sistem yang melibatkan semua potensi nasional. Pengembangan kapas dan rami harus diintegrasikan dengan agro-industri dan penumbuhan industri hilirnya. Untuk itu perlu disusun rencana induk yang holistik; tanpa pengintegrasian tersebut usaha tani kapas dan rami tidak akan menarik petani, karena nilai produk primer yang semakin turun. Selain itu, perlu segera diambil langkah-langkah untuk implementasi UU no. 13/2005 dan Perpres no. 8/2005 untuk meningkatkan akses petani terhadap permodalan/dana. Perlu diambil langkah-langkah untuk mengefektifkan penyuluhan dengan meningkatkan mutu SDM, peran P4S, dan BPP; pertukaran aktivitas peneliti-penyuluh secara periodik diharapkan akan mempercepat proses alih-teknologi.