Browsing by Author "Nurhaini Mashud"
Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
- ItemFaktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Untuk Membudidayakan Tanaman Sagu(Balai Penelitian Kelapa Manado, 1991-01) Nurhaini MashudDi Indonesia tanaman sagu menyebar hampir diseluruh Nusantara, yaitu mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku dan Irian Jaya. Tanaman sagu di Indonesia kira-kira 1 195 590 ha, yang terdiri dari 1 067 950 ha hutan sagu (belum dibudidayakan) dan 128 000 ha telah dibudidayakan². Sagu merupakan salah satu sumber karbohidrat yang sangat potensial di negara kita. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal makanan dari sagu, bahkan di beberapa daerah, sagu dijadikan sebagai bahan makanan pokok 3.4.
- ItemFungsi Haustorium Pada Perkecambahan Benih Kelapa(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2002-06) Nurhaini MashudTanaman kelapa menghasilkan buah yang mengandung minyak dan mempunyai ciri-ciri yang khusus dalam proses perkecambahan dan perkembangan bibit. Buahnya mempunyai satu embrio yang berukuran kecil dengan endosperm yang banyak. Bagian distal (pangkal) dari embrio ukurannya bertambah untuk membentuk haustorium yang tetap berada dalam rongga buah dan berkembang secara intensif sampai endosperm habis terurai oleh haustorium. Ukuran haustorium akan bertambah besar dengan semakin besarnya kecambah dan akan menutupi rongga buah kelapa.
- ItemKeragaan Pertumbuhan Kalus Sagu Tidak Berduri pada Media MS Yang Dimodifikasi(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-06) Nurhaini MashudSagu (Metroxylon sp) merupakan tanaman penghasil pati yang paling tinggi di antara tanaman penghasil pati di Tebing Tinggi 13,7 ton (Yamamoto et al., 2007) dan 15 ton dengan pengelolaan intensif (Jong, 2007). Nilai kalori dari sagu tidak kalah dengan sumber pangan lainnya, seperti beras, jagung, ubi dan kentang, yaitu berturut-turut 357, 366, 349, 98,0 dan 71,0 per 100 gram bahan (Sunaryo dalam Novarianto dan Mahmud, 1989). Selain itu, tanaman sagu dapat memperbaiki efek rumah kaca dari atmosfer yang menyebabkan pemanasan global, yaitu, melindungi lingkungan dan mengurangi emisi CO2. Hal ini disebabkan tanaman sagu memiliki efisiensi fotosintesis yang tinggi karena memiliki 1000 stomata (mulut daun) per mm² daun (Omori et al., 2000). Di daerah tropis, tanaman sagu menyerap
- ItemPengaruh Zat Pengatur Tumbuh IBA Terhadap Pertumbuhan Plantlet Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN)(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2008-12) Nurhaini MashudTeknik in vitro pada tanaman kelapa telah banyak digunakan untuk tujuan koleksi, pertukaran plasma nutfah dan phytosanitary (Engelmann, 1998; Ashburner dan Thompson, 1993), penyelamatan aksesi kelapa spesifik seperti kelapa kopyor (Tahardi, 1997; Rillo, 1997). Selain itu, teknik in vitro mempunyai banyak manfaat untuk per- baikan bahan tanaman kelapa (Damasco, 2000), untuk skrinning in vitro terhadap toleransi kekeringan (Karunaratne et al., 1991) dan resistensi penyakit virus cadang-cadang (Rillo et al., 1988).
- ItemPertumbuhan Embrio Kelapa Dalam Mapanget Pada Media Y3 Yang Disubstitusi Dengan Air Kelapa(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) Nurhaini MashudPenelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado, Sulawesi Utara, pada bulan April hingga Mei 2009. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa dalam media Y3 terhadap pertumbuhan embrio kelapa Dalam Mapanget (DMT). Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan tunggal, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah (1). Media Y3 standar (100% bahan kimia + 100% aquades), (2). Media Y3 (100% bahan kimia + 90% aquades + 10% air kelapa) dan (3). Media Y3 (90% bahan kimia + 90% aquades + 10% air kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa sebanyak 10%/liter media sebagai bahan substitusi pelarut (aquades) dan bahan substitusi media tumbuh, embrio berkecambah lebih awal (19,33 hari 19,67 hari setelah kultur awal) dibanding dengan media Y3 tanpa air kelapa (23,00 hari). Daya kecambah embrio kelapa DMT pada media tanpa air kelapa dan media yang diberi air kelapa sesuai perlakuan yang dicoba, berturut-turut adalah 75,00%, 73,67% dan 74,00%. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa air kelapa dapat digunakan sebagai substitusi media Y3 untuk pertumbuhan in vitro kelapa Dalam Mapanget.
- ItemStomata dan Klorofil Dalam Hubungannya Dengan Produksi Kelapa Atomata and Chlorophyll in Relation to Coconut Production(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2007-06) Nurhaini MashudPrinsip dasar dari produksi tanaman pertanian adalah konversi energi sinar matahari (energi surya) menjadi energi kimia (senyawa organik) dan dapat diambil oleh manusia dalam bentuk biji, buah, bunga, daun, batang, akar dan sebagainya. Produksi senyawa organik yang dihasilkan oleh proses fotosintesis tergantung pada tersedianya air, CO2, energi matahari dan tidak terdapatnya senyawa toksik disekitar tanaman. Organ fotosintetik yang berperan dalam proses fotosintesis adalah stomata dan klorofil (Prawiranata et al., 1981).