Browsing by Author "Nuning Argo Subekti"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemMicrosatellite-Based Markers Selection to Improve Hybrid Maize Breeding(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013) Marcia B. Pabendon; Sigit Budi Santoso; Nuning Argo SubektiInformation about genetic variability is fundamental in the development of hybrid varieties. Conventional breeding technologies are now supported by molecular tools to enhance the efficiency of hybrid breeding program. Microsatellite markers, for example, is able to detect co-dominant locus which is suitable to use in open pollinated crop such as maize. Results of characterization on a set of elite inbred lines via microsatellite-based markers at ICERI (Indonesian Cereals Research Institute) Molecular Biology, offers essential data for current works in hybrid breeding program. The Information on the level of homozygosity of eight sets of advanced inbred suggests that the level of homozygosity is varied from 2.6-40.0%. This means that a careful selection is required in deciding suitable inbred lines for further phase in hybrid breeding. The genetic diversity of the eight sets of elite inbred showed that there were four sets of inbred which have low degree of polymorphism. This indicated that genetic variability among the inbreds were narrow, where crosses between inbred of the same set should be avoided. Another result was the merging of two sets of elite inbred that own high yielding potential and acid soil tolerant, which provided information on the possibility of heterotic pairs available based on genetic distance values > 0.7. It was also found that, based on several research results, the use of microsatellites-based markers in the improvement of hybrid breeding programs would make the effort to be more focus and efficient.
- ItemPanduan Layanan Konsultasi Padi (LKP) 2.0(Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, 2025) Tri Selasa Pagianti; Nuning Argo Subekti; Bhakti Priatmojo; Ega Dwi Atmojo; Nia Romania Patriyawaty; Jo Anne Holly Torres; Iris Bugayong; Rowena Castillo; Benedict Jardinero; Madonna Casimero; Haris Syahbuddin; Fadjry DjufryLuas panen, produksi, dan produktivitas padi di Indonesia berfluktuasi. Penurunan luas panen pada musim tertentu kemungkinan disebabkan oleh kerusakan jaringan irigasi, alih fungsi komoditas/lahan, atau tidak diadopsinya teknologi oleh petani. Mewujudkan dan mempertahankan swasembada beras merupakan tantangan karena terbatasnya sumberdaya air, lahan untuk perluasan area, frekuensi dan intensitas banjir dan kekeringan yang meningkat, populasi hama dan penyakit yang terus berkembang. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, inovasi pertanian diperlukan. Dalam upaya peningkatan produksi padi nasional, meningkatkan pendapatan dan hasil panen petani padi di Indonesia serta berkontribusi pada tujuan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan di pedesaan, ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan serta mitigasi dan adaptasi terhadap pandemi dan perubahan iklim, International Rice Research Institute (IRRI) bekerjasama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam pengembangan dan diseminasi Rice Crop Manager (RCM) yang di Indonesia dikenal sebagai Layanan Konsultasi Padi (LKP). LKP mendukung inisiatif pemerintah saat ini dalam mempromosikan manajemen pertanian terpadu dan diversifikasi. Alat digital seperti LKP emungkinkan penyampaian praktik manajemen agronomi kepada petani dalam skala besar. Selain pengelolaan hara, LKP juga menangani kendala lain yang membatasi hasil panen padi dan keuntungan petani. Kendala-kendala ini bervariasi di berbagai daerah, kondisi pertumbuhan, varietas dan skenario iklim. Melalui rekomendasi LKP, sekitar 100,000 petani di Indonesia dapat mencapai peningkatan hasil per hektar per musim rata-rata 600 kg beras dan pendapatan rata-rata sebesar US$140 atau sebesar Rp. 2,3 juta. Layanan Konsultasi Padi (LKP), dikembangkan dan diperkenalkan untuk mengatasi tantangan utama produksi dan produktivitas padi di Indonesia melalui rekomendasi spesifik lokasi yang mengarah pada peningkatan hasil panen dan pendapatan. LKP adalah alat bantu pengambil keputusan pertanian digital yang dikembangkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) untuk mengidentifikasi praktik pengelolaan hara terbaik untuk lahan-lahan padi tertentu menggunakan prinsip pengelolaan hara spesifik lokasi.