Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Mukelar Amir"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Beberapa Penyakit Penting Padi dan Pengendaliannya
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) M. Kosim Kardin; Mukelar Amir; Hartini R. Hifni
    Adopsi teknologi maju di samping dapat meningkatkan produksi padi telah menyebabkan terjadinya perubahan status penyakit. Gerlachia oryzae dan Mycovellosiella oryzae yang sebelumnya dianggap tidak penting, bahkan belum pernah dilaporkan keberadaannya di Indonesia, ternyata banyak menimbulkan kerusakan, khususnya di daerah yang beriklim sejuk dan berkelembaban tinggi. Outbreak penyakit kembang api yang disebabkan oleh Ephelis oryzae cukup serius walaupun skala penyebarannya relatif terbatas. Penyakit hawar daun jingga (HDJ) banyak menimbulkan kerusakan, khususnya pada tanaman padi di dataran rendah. Berbagai penelitian dalam rangka pengendalian penyakit tersebut telah dilakukan, baik dalam aspek biologi, epidemiologi, kehilangan hasil maupun pengembangan teknik seleksi untuk mencari sumber ketahanan varietas. M. oryzae telah berhasil diisolasi dan ditumbuhkan dalam media agar. Suhu optimum untuk pertumbuhannya bervariasi antara 25-30°C, sehingga dapat menjelaskan pola penyebaran penyakit yang umumnya terdapat di dataran sedang-tinggi. Teknik seleksi ketahanan varietas terhadap M. oryzae dan E. oryzae telah berhasil dikembangkan, bahkan sumber ketahanan terhadap G. oryzae telah ditemukan. Walaupun patogennya belum berhasil diisolasi, penyakit HDJ telah berhasil dipelihara dan diperbanyak di rumah kasa. Penyisipan tanaman sakit di sela-sela tanaman sehat pada kondisi lapang ternyata dapat menularkan/ menyebarkan penyakit. Teknik ini dapat dikembangkan untuk pengujian ketahanan di lapang dalam skala luas.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Evaluasi Keragaman Genetik Plasma Nutfah Padi
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) T. Sudiaty Silitonga; Hartini R. Hifni; Mukelar Amir; Kosim Kardin; Irwan Nasution
    arietas unggul merupakan salah satu unsur penting dalam peningkatan produksi. Akan tetapi, perkembangan dan penyebaran varietas unggul padi telah menyebabkan terdesaknya padi lokal. Padahal padi lokal sangat penting artinya sebagai sumber genetik dalam perbaikan atau perakitan varietas unggul baru dengan sifat-sifat yang diinginkan. Untuk memperluas keberadaan keragaman genetik maka plasma nutfah perlu dilestarikan dan dimanfaatkan. Dalam kaitan ini telah diidentifikasi dan dievaluasi sejumlah plasma nutfah padi. Dari 1.500 varietas lokal yang diuji, terdapat 89 yang tahan terhadap delapan ras penyakit blas, 19 agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain IV, 36 bereaksi tahan terhadap penyakit daun bergaris putih, 167 tahan terhadap hama ganjur, 21 toleran kekeringan, 5 toleran terhadap kemasaman tanah PMK, 5 toleran terhadap keracunan aluminium, dan 20 varietas toleran terhadap keracunan besi.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Status dan Pengendalian Blas di Indonesia
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Mukelar Amir; Anggiani Nst.
    Penyakit blas (Pyricularia oryzae Cav.) merupakan penyakit padi yang penting di Indonesia, terutama padi gogo. Secara sporadis, dapat menyerang padi sawah, seperti di Ciamis, Garut, dan Sukabumi di Jawa Barat, Bukittinggi di Sumatera Barat, serta di Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Untuk mempertahankan swasembada beras, pemerintah menempuh berbagai upaya antara lain melalui ekstensifikasi di lahan kering di luar Jawa yang diperkirakan luasnya 1,1 juta hektar. Hasil padi gogo dapat ditingkatkan dari 1,5 menjadi 4 t/ha dengan menggunakan varietas unggul yang mudah beradaptasi dengan kondisi setempat, tahan hama dan penyakit, termasuk blas, serta kendala lain seperi kekeringan dan keracunan Alumunium. Mengingat besarnya keragaman ras penyakit ini, maka dalam pembentukan varietas tahan perlu berpedoman pada perkembangan populasi ras. Dewasa ini perkembangan ras baru telah menghancurkan ketahanan padi varietas Cisadane, Asahan, IR64, Lematang dan Kapuas seperti ditemukan di Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback