Browsing by Author "Muh. Yasin"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemDeskripsi Variatas Unggul Jagung(Balai Penelitian Tanaman Serealia, 2010-12-16) A. M. Adnan; Constance Rapar; Zubachtirodin; Muh. YasinBuku ini menghimpun deskripsi beberapa varietas jagung, baik hibrida maupun bersari bebas yang telah dilepas di Indonesia sejak 1951 sampai 2008. Penerbitan Edisi ke enam ini merupakan pengembangan dari penerbitan perdana, kedua, ketiga, keempat, ke lima dengan penambahan beberapa varietas unggul jagung yang dilepas sampai tahun 2008. Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk memberikan informasi karakter spesifik vairetas unggul jagung yang dapat dijadikan sebagai panduan bagi pengguna untuk memilih varietas yang sesuai untuk dikembangkan. Selaini itu, juga diharapkan dapat dijadikan referensi bagi peneliti, pengkaji, mahasiswa, maupun pengguna lainnya. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. Saran-saran perbaikan selalu diharapkan untuk penyempurnaan selanjutnya.
- ItemJagung sebagai Sumber Pangan Fungsional(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2011-11-18) Suarni; Muh. YasinSelain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga merupakan sumber protein yang penting dalam menu masyarakat di Indonesia. Jagung kaya akan komponen pangan fungsional, termasuk serat pangan yang dibutuhkan tubuh, asam lemak esensial, isoflavon, mineral (Ca, Mg, K, Na, P, Ca dan Fe), antosianin, betakaroten (provitamin A), komposisi asam amino esensial, dan lainnya. Pangan fungsional saat ini mulai berkembang, seiring dengan semakin tingginya permintaan akan pangan fungsional dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, meningkatnya penderita penyakit degeneratif dan populasi lansia, pengembangan produk komersial, adanya bukti ilmiah atas manfaat komponen pangan fungsional, dan berkembangnya teknologi pangan. Jagung sebagai bahan pangan akan semakin diminati konsumen, terutama bagi yang mementingkan pangan sehat, dengan harga terjangkau bagi semua kalangan.Tanggapan masyarakat sudah mulai berubah terhadap jagung yang tidak lagi dianggap kurang bergengsi, karena ternyata memiliki gizi yang beragam dan tinggi. Sekarang telah terjadi pergeseran filosofi makan, seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Bahan dan produk pangan tidak lagi hanya dilihat dari aspek pemenuhan gizi dan sifat sensorinya. Bahkan sifat pangan fungsional spesifik yang berperan dalam kesehatan telah menjadi pertimbangan penting. Hal ini memberi kesempatan bagi pengolahan jagung untuk dipromosikan sebagai bahan pangan sehat masa depan.