Browsing by Author "Muh. Azrai"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPerkembangan Pemuliaan Gandum di Indonesia(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013-10-15) Amin Nur; Muh. Azrai; Herman Subagio; Soeranto; Ragapadmi; Sustiprajitno; TrikoesoemaningtyasIndonesia sebagai negara di wilayah tropis memang bukan merupakan penghasil gandum. Akan tetapi konsumsi tepung gandum (terigu) dalam tiga dasa warsa terakhir telah meningkat tajam, sehingga pada tahun 2012 Indonesia harus mengimpor 7,2 juta ton gandum. Upaya memproduksi gandum di dalam negeri telah dicoba sejak tahun 1990an pada lahan di dataran tinggi yang iklimnya relatif kering. Akan tetapi kompetisi dengan tanaman sayuran dataran tinggi, menempatkan terigu pada posisi yang tidak memberikan peluang untuk berkembang. Pada akhir abad 19, seorang ahli Belanda, G. Wallace, mengintroduksikan gandum di dataran tinggi pulau Timor, akan tetapi, gandum tidak pernah menjadi komponen usahatani rakyat setempat. Seleksi terhadap galur asal introduksi dilakukan sejak tahun 1980an, dan varietas unggul untuk dataran tinggi tropis telah dapat dilepas. Namun varietas unggul yang dilepas tersebut tidak diadopsi oleh petani. Program pemuliaan untuk merakit varietas gandum adaptif terhadap wilayah tropis dihidupkan kembali sejak tahun 2009. Melalui konsorsium penelitian, melibatkan peneliti bioteknologi dan mutasi tingkat seluler digabungkan dengan teknik pemuliaan konvensional, diharapkan varietas gandum yang sesuai untuk tanam di dataran rendah tropis dapat diperoleh.
- ItemThe Impact of Cropping Intensity on Maize Marketing in Rainfed Area(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013) Margaretha S. Lalu; Muh. Azrai; M. AqilSubsistence/semi commercial farmers have been slow to adopt new technologies of maize cultivation even when they make economic sense and compatible with their socio cultural values. Generally, that is because of the high cost of inputs such as seed, fertilizer and pesticides. Therefore its needed to explore the potential adoption of technology prior to dissemination to the farmers. Indonesian Cereals Research Institute had been introducing Cropping Intensity (CI) four times per year or CI 400 in order to boost total maize production. The cropping pattern introduced i.e paddy – maize – maize –maize. CI 400 provides several advantages such as enhancing maize production and cropping intensity that subsequently increase farmers‘ income. In addition, the CI 400 application could saves labor by 1.94%. The CI 400 had been tested at Bontonompo district, South Sulawesi Province in 2010. Upon adoption of the CI 400 model, most of farmer gained income twice to three times higher due to the high price during the period of Mei to August 2010. The price of maize during that period varied from Rp 2,000/kg to Rp 2,200/ kg. The technology shows promise in ensuring the continuity of maize farming and has the potential to be extended to other region.