Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Mono Rahardjo"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Beberapa Faktor Yang Berpengaruh terhadap Kadar Minyak Atsiri Rimpang Jahe 164-167
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2012-07-01) Mono Rahardjo
    Rimpang jahe banyak dimanfaatkan sebagal makanan, bumbu, obat, ſlavor dan lainnya. Sifat khas jahe disebabkan adanyа minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum Jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Simplisia rimpang jahe mempunyal kandungan minyak atsiri lebih kurang 1,8-4% dan sekitar 20%-nya dapat hilang pada proses pengeringan. Kandungan minyak atsiri jahe dapat dipengaruhi oleh faktor genotype/varletas, umur panen, naungan, pemupukan dan lingkungan tumbuh. Jahe merah mengandung minyak atsiri lebih tinggi yaitu lebih kurang 3,90-4,24%, jahe emprit atau jahe putih kecil (3,05-3,90%) dan Jahe putih besar lebih kurang (1,62–2,29%). Kandungan minyak atsiri jahe putih besar mencapal maksimum pada tanaman lebih kurang umur 9 bulan setelah tanam, namun kandungan minyak atsirl akan menurun apabila umur panennya lebih dari 9 bulan. Perlakuan pemupukan N dan P lebih nyata berpengaruh untuk meningkatkan kandungan minyak atsiri dibandingkan dengan pupuk K. Kata kunci: Z. officinale, jahe, minyak atsri, faktor lingkungan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Budidaya purwoceng
    (pusat penelitian dan pengembangan perkebunan, 2011) Mono Rahardjo
    purwoceng termasuk salah satu tanaman obat yang paling banyak di bicarakan terkait manfaatnya sebagai aprodisiak.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Perlakuan Benih dan Aplikasi pestisida Sintetik dan Nabati terhadap Produksi Rimpang Benih Jahe
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-06-01) Mono Rahardjo
    Benih merupakan salah satu faktor pro-duksi yang mempunyai kontribusi lebih ku-rang 40% terhadap keberhasilan budida-ya jahe. Penyediaan benih jahe bermutu masih terkendala oleh tingginya kontami-nasi OPT tular benih. Minyak atsiri serai wangi, cengkeh, dan kayu manis, berpo-tensi digunakan untuk mengurangi serang-an OPT. Tujuan penelitian adalah untuk menguji perlakuan benih dan penyemprot-an tanaman jahe dengan formula minyak atsiri dan karbosulfan + mancozeb terha-dap produksi jahe. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug sejak Nopember 2009 sampai Desember 2010. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dan setiap perlakuan diulang 6 kali. Faktor pertama adalah perlakuan be-nih (seed treatment); A1) karbosulfan + mancozeb, A2) minyak daun cengkeh + kayu manis, dan A3) minyak daun cengkeh dan serai wangi, dosis masing-masing per-lakuan adalah 0,2% diberikan secara coa-ting sebelum benih disemaikan. Faktor ke-dua adalah aplikasi pestisida pada tanam-an; B1) kontrol tanpa perlakuan, B2) mi-nyak daun cengkeh + kayu manis, B3) minyak daun cengkeh + serai wangi, dan B4) karbosulfan. Dosis masing-masing per-lakuan adalah 0,4%, diaplikasikan setiap minggu terhadap tanaman pada fase vege tatif sampai tanaman umur 6 bulan setelah tanam. Pengamatan dilakukan terhadap produksi benih, persentase benih rusak, kadar serat, kadar pati benih, dan persen-tase daya tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan produksi rimpang tertinggi (11,56 t/ha), hasil benih tertinggi (10,21 t/ha) dan daya tumbuh benih jahe ter-tinggi (99,79%) dicapai pada perlakuan benih menggunakan campuran karbosul-fan + mankozeb sehingga perlakuan ter-sebut dapat dijadikan standar dalam pe-nyiapan benih jahe. Perlakuan tersebut ti-dak mempengaruhi mutu jahe. Kerusakan rimpang, kadar serat dan pati rimpang tidak dipengaruhi oleh perlakuan benih dan penyemprotan pestisida pada ta naman. Kata kunci: Zingiber officinale, perlakuan Benih, produksi benih, pesti-sida nabati
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Waktu, Cara Panen dan Pemberian GA3 terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Minyak Nilam 81-84
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2012-07-01) Mono Rahardjo
    Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman penghasil atsiri, dapat berproduksi hingga umur dua tahun, namun produktivitasnya menurun pada tahun kedua. Waktu, cara panen dan pemberian hormon tumbuh dapat mempengaruhl pertumbuhan, produksi terna dan minyak atsiri. Hormon tumbuh GA3 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman setelah dipangkas, jumlah cabang sekunder, jumlah daun dan indek luas daun, sehingga produksi terna dan minyak atsiri lebih tinggi dibanding yang tidak diberi hormon tumbuh GA3. Pada tahun ke dua, perlakuan interval waktu panen setiap dua bulan menghasilkan produksi terna dan minyak atsiri lebih tinggi dibandingkan interval panen empat dan enam bulan. Hasil penelitian lainnya, interval panen setiap tiga bulan menghasilkan terna kering (3,90 tha) dan minyak atsiri (75,23 kg/ha) lebih tinggi dibandingkan dengan interval panen setiap 2,5 bulan dan 3,5 bulan. Sehingga interval panen tiga bulan adalah yang terbaik dibandingkan interval panen 2,0; 2,5; 3,5, empat dan enam bulan. Panen dengan cara dipangkas 70% dari bagian tanaman menghasilkan terna dan minyak atsiri lebih tinggi dibanding dengan cara dipangkas 50%. Kata kunci: Nilam, Pogostemon cablin, cara panen, waktu panen, GA3, produksi, minyak atsiri.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback