Browsing by Author "Moch. Muchlish Adie"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemGenetic Variability, Heritability, and Genotypic Correlation of Soybean Agronomic Characters(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Heru Kuswantoro; Moch. Muchlish Adie; Pratanti Haksiwi PutriParameter genetik sangat penting dalam perbaikan genetik dan perakitan varietas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter yang efektif digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan kedelai dengan menggunakan parameter genetik. Seratus genotipe kedelai ditanam di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Muneng pada bulan April hingga Juli 2020 dengan rancangan acak kelompok lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik yang tinggi diperoleh pada umur masak, jumlah cabang per tanaman, jumlah buku subur per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil biji. Heritabilitas yang tinggi ditunjukkan oleh umur masak, tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan bobot 100 biji. Korelasi fenotipik nyata diperoleh pada semua karakter agronomi, kecuali korelasi antara hasil biji dengan umur masak, tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah buku produktif. Hasil biji tidak memiliki korelasi genotipik dengan semua karakter agronomi yang diamati. Korelasi genotipik nyata diperoleh pada tinggi tanaman dengan jumlah buku subur, jumlah cabang dengan jumlah polong isi, dan jumlah buku subur dengan bobot 100 biji. Oleh karena itu, peningkatan hasil biji dapat dilakukan dengan seleksi langsung menggunakan parameter hasil biji atau secara tidak langsung melalui bobot 100 biji.
- ItemIdentifikasi Ketahanan terhadap Pecah Polong dan Keragaan Karakter Agronomi Genotipe Kedelai(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2020) Ayda Krisnawati; Moch. Muchlish Adie; I Made Jana MejayaKehilangan hasil akibat pecah polong merupakan masalah serius pada budi daya kedelai di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi ketahanan genotipe kedelai terhadap pecah polong dan mengkarakterisasi karakter agronomi masing-masing genotipe. Sebanyak 24 genotipe kedelai diuji lapang di Kabupaten Nganjuk dan Mojokerto pada bulan Februari-Mei 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 24 perlakuan dan diulang tiga kali. Pengujian ketahanan terhadap pecah polong menggunakan metode oven. Ragam ketahanan terhadap pecah polong 24 genotipe kedelai terjadi pada suhu 50 °C dan 60 °C. Diperoleh satu genotipe sangat tahan terhadap pecah polong dari penelitian di Nganjuk, yakni G511H/Anj//Anj///Anj////Anjs-4, dua genotipe tahan (varietas Anjasmoro dan Detap 1), dan satu genotipe moderat (G 511 H/Anj//Anj///Anj////Anjs-8-5). Pada penelitian di Mojokerto, tidak diperoleh genotipe kedelai yang tergolong sangat tahan, namun diperoleh empat genotipe (G 511 H/Anj//Anj///Anj////Anjs-8-5, G 511 H/ Anj//Anj///Anj////Anjs-4, varietas Anjasmoro, dan Detap 1) tahan pecah polong. Pengelompokan ketahanan berdasarkan rata-rata dari dua lokasi memperoleh satu genotipe tahan pecah polong, yaitu G511H/Anj//Anj// /Anj////Anj-4, sama tahan dengan varietas pembanding tahan yaitu varietas Detap 1. Genotipe G511H/Anj// Anj///Anj////Anj-4 berumur genjah (masak pada 79 hst), ukuran biji besar (16,16 g/100 biji), dan hasil biji mencapai 3,08 t/ha. Karakteristik genotipe kedelai yang demikian diperlukan untuk peningkatan produksi kedelai di Indonesia yang beriklim tropis.