Browsing by Author "Maryati Sari Et al."
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemDormansi Benih Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdc): Faktor Penyebab dan Metode Pematahannya(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2023-05) Maryati Sari Et al.Benih kacang bambara mengalami dormansi tetapi belum diketahui dengan pasti faktor penyebabnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dormansi (percobaan I) dan mendapatkan metode pematahan dormansi benih kacang bambara (percobaan II). Kedua percobaan disusun dalam rancangan petak tersarang. Percobaan I, perlakuan sebelum pengecambahan (kontrol, skarifikasi mekanik, perendaman KNO3, dan skarifikasi diikuti perendaman KNO3) tersarang pada periode after-ripening (1, 2, 3 bulan). Percobaan II, perlakuan pematahan dormansi (kontrol, pemanasan kering 40oC 48 jam, pemanasan kering 50oC 48 jam, perendaman air 6 jam, perendaman air 12 jam, pemanasan kering 40oC 48 jam diikuti perendaman air 6 jam, pemanasan kering 40oC 48 jam diikuti perendaman air selama 12 jam, pemanasan kering 50oC 48 jam diikuti perendaman air 6 jam, pemanasan kering 50oC 48 jam diikuti perendaman air 12 jam) tersarang pada jenis lanras (Sukabumi dan Tasikmalaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kacang bambara memiliki dormansi after-ripening. Faktor penyebab dormansi adalah keseimbangan hormon GA dan ABA dan rendahnya permeabilitas testa. Penyimpanan kering (kadar air benih 12%) mampu memperbaiki keseimbangan hormon dan meningkatkan permeabilitas testa dengan persistensi dormansi 3,0–3,9 bulan. Pematahan dormansi pada benih kacang bambara lanras Sukabumi (umur 3 minggu setelah panen) dapat dilakukan dengan pemanasan kering 50oC selama 48 jam, dan perlakuan perendaman air 12 jam dengan atau tanpa didahului pemanasan kering dengan peningkatan daya tumbuh dari 59,3 % menjadi 85,3– 91,3 %.