Browsing by Author "Maolana Yusup, Asep"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemKarakteristik Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Baru Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Maolana Yusup, Asep; Margaret Swisci; Jamil, AliAbstrak Pemilihan varietas yang tepat berperan penting dalam sistem produksi tanaman padi. Varietas dapat mempengaruhi produktivitas tanaman melalui potensi hasil yang dimiliki, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama serta dukungan teknik budidaya yang optimal. Informasi karakteristik pertumbuhan dan hasil dari varietas unggul baru padi menjadi penting sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan varietas. Evaluasi pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi dilakukan pada Januari-April 2016 di Kebun Percobaan Sukamandi, Padi, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan tiga ulangan. Sembilan varietas yang digunakan sebagai perlakuan adalah: Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 43, Hipa 18 dan Ciherang sebagai pembanding. Data pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa Hipa 18 (129.14 cm) memiliki postur tanaman yang nyata lebih tinggi dibandingkan varieta lainnya dan pembanding Ciherang. Pada karakter jumlah anakan per rumpun, Inpari 23 Bantul merupakan varietas dengan jumlah anakan paling sedikit yaitu 8.33 anakan per rumpun, sedangkan varietas lainnya memiliki anakan per rumpun yang lebih banyak dibandingkan dengan Ciherang (11.83) kecuali Inpari 43 GSR yang memiliki anakan per rumpun tidak berbeda nyata dengan pembanding Ciherang. Untuk karakteristik hasil, berat gabah kering giling (GKG) Inpari 43 GSR (5.26 t/ha), Inpari 24 Gabusan (5.11 t/ha) dan Inpari 23 Bantul (5.05 t/ha) nyata lebih tinggi dibandingkan berat GKG varietas Ciherang (3.94 t/ha). Abstract Varieties play a dominant role in rice production systems. Varieties can affect productivity by their potential yields, resistance to major pests and diseases with support by cultivation techniques. Information on growth and yield characteristics of new improved rice varieties becomes important as consideration in the selection of varieties. Evaluation of some new improved varieties for their growth and yield characteristics was conducted in January-April 2016 at Sukamandi experimental siteof Indonesian Center for Rice Research (ICRR), using Completely Randomized Design with three replications. The nine varieties used as treatment were: Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 43, Hipa 18 and Ciherang as comparison. Data on various growth showed that Hipa 18 (129.14 cm) was tallest than other varieties and Ciherang. In the number of tillers per hill, Inpari 23 Bantulproduced the least number of tillers ie 8.33 tillers per hill, whereas other varieties produced more tillers per hill thanCiherang (11.83) except Inpari 43 GSR which produces same numbers of tillers per hill with Ciherang. For yield characteristics (GKG), Inpari 43 GSR (5.26 t/ha), Inpari 24 Gabusan (5.11 t / ha) and Inpari 23 Bantul (5.05 t / ha) were significantly higher than the Ciherang (3.94 t / ha).
- ItemPengaruh Pupuk Hayati Dan Dosis Pupuk Npk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Inpari 32(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Margaret, Swisci; Maolana Yusup, Asep; Sasmita, Priatna; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Kerusakan kualitas dan kesehatan tanah karena penggunaan pupuk anorganik secara intensif menyebabkan peningkatan produktivitas padi berada pada titik jenuh. Upaya perbaikan kerusakan tanah dapat dilakukan dengan pemanfaatan pupuk hayati yang juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan informasi pengaruh dari pemberian pupuk dan dosis pemupukan NPK anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpari 32. Percobaan dilaksanakan pada Januari–April 2016 di Kebun Percobaan (KP) Sukamandi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan dua ulangan. Perlakuan petak utama adalah 7 jenis pupuk hayati dan kontrol (tanpa pupuk hayati), sedangkan perlakuan anak petak adalah 3 dosis pemupukan NPK yaitu 100% rekomendasi, 75% dari rekomendasi dan 50% dari rekomendasi. Rekomendasi pemupukan anorganik diperoleh dari perangkat lunak pengelolaan hara spesifik lokasi (PHSL). Pengamatan dilakukan terhadap peubah pertumbuhan tanaman, komponen hasil dan hasil gabah kering giling (GKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun pada fase awal pertumbuhan serta dapat menurunkan persen gabah hampa. Hasil GKG dipengaruhi oleh perlakuan dosis pemupukan NPK, dimana terjadi penurunan hasil pada perlakuan pemupukan NPK setengah dosis rekomendasi. Penggunaan pupuk hayati dapat mengurangi 50% penggunaan pupuk anorganik untuk pertumbuhan yang optimal dan mengurangi 25% penggunaan pupuk anorganik untuk mendapatkan hasil GKG yang optimal.