Browsing by Author "Manohara, Dyah"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemAPLIKASI Fusarium oxysporum NON PATOGENIK (FoNP) UNTUK MENGINDUKSI KETAHANAN BIBIT LADA TERHADAP Phytophthora capsici L.(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2005) Noveriza, Rita; Tombe, Mesak; Rialdy, H.; Manohara, Dyah
- ItemKarakteritik Pola Pertumbuhan, Biokimiawi dan Fisiologi untuk Penentuan Umur Panen Rimpang Benih Jahe Putih Besar(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-05) Rusmin, Devi; Suhartanto, Muhammad Rahmad; Ilyas, Satriyas; Manohara, Dyah; Widajati, EnyPenggunaan rimpang benih yang masih muda menjadi salah satu kendala dalam budidaya jahe putih besar (JPB). Rimpang jahe muda cepat menyusut bobotnya dan menurun daya tumbuhnya. Percobaan bertujuan untuk mempelajari pola pertumbuhan, perubahan biokimia, dan fisiologi tanaman jahe untuk menghasilkan benih rimpang bermutu. Rimpang benih JPB yang digunakan berumur 9 bulan, telah disimpan selama 2 minggu setelah panen, bobot 30-40 g dengan 2-3 mata tunas, sehat, dan diberi perlakuan benih. Rimpang ditanam di dalam polibag berukuran 60 cm x 60 cm. Penelitian dilakukan secara observasi langsung dan diulang 4 kali, terdiri atas 50 tanaman per ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap pola pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, panjang batang semu, jumlah anakan, jumlah daun); perkembangan rimpang (bobot basah dan jumlah rimpang cabang, kadar air, dan berat kering selama pertumbuhan); kandungan pati dan hormon (IAA, giberelin, ABA dan sitokinin) di dalam rimpang; dan viabilitas rimpang benih (daya tumbuh, kecepatan tumbuh, tinggi benih dan bobot kering benih). Hasil penelitian menunjukkan rimpang dari tanaman jahe berumur 7 bulan setelah tanam (BST) sudah memasuki fase pemasakan, secara morfologi rimpang sudah optimal, serta kandungan patinya tidak berbeda dengan rimpang benih umur 8 dan 9 BST. Selain itu, secara fisiologis daya tumbuh rimpang sudah maksimal (100 %), kecepatan tumbuh (4,3 % etmal-1), dan tinggi bibit (33,8 cm), lebih baik dibanding umur 8 (80 %, 2,9 % etmal-1dan 33,7 cm) dan 9 BST (70 %, 2,3 % etmal-1dan 29,4 cm). Penelitian ini mengindikasikan bahwa rimpang dari tanaman jahe yang telah berumur panen 7 bulan dapat digunakan untuk benih.
- ItemPELATIHAN PENGENALAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN CENGKEH DAN LADA DI SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI TENGGARA : Warta balittro no 59 tahun 2013(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-06-01) Wahyuno, Dono; Manohara, DyahTanaman cengkeh dan lada relatif dapat tumbuh pada kisaran agroeokologi yang luas, termasuk di Kabupaten Bulukumba dan Bantaeng, Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Hasil survei yang dilakukan oleh tim the International Centerfor Research on Agroforestry (ICRAF) menunjukkan cengkeh dan lada berpotensi untuk meningkatkan pendapatan petani, khususnya yang ada dan tinggal di kawasan tepi hutan. Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah menjadi narasumber dan pendamping tim ICRAF dalam pelatihan mengenai pengenalan organisme pengganggu tanaman (OPT) cengkeh dan lada serta budi dayanya yang benar.
- ItemPENGARUH KELENGASAN TANAH TERHADAP DAYA BERTAHAN HIDUP Trichoderma harzianum DAN EFIKASINYA TERHADAP Phytophthora capsici L.(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2008) Manohara, Dyah