Browsing by Author "Mailena, Lira"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemIndeks Kelaparan Indonesia dan Upaya Mengatasinya(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-10-10) Mardianto, Sudi; Suryani, Erma; Mailena, LiraIsu kelaparan tersembunyi saat ini menjadi sorotan banyak pihak, mengingat kelaparan menjadi salah satu indikator ketidakmampuan pemerintah mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Golas/SDGs) pada tahun 2030 adalah menghilangkan kelaparan, menjaga kecukupan nutrisi, dan memastikan akses pangan oleh semua orang. Bagaimana tingkat keparahan rawan pangan kronis dan malnutrisi di Indonesia di tingkat global ? Berdasarkan data GHI tahun 2021, indeks kelaparan Indonesia berada pada urutan ke-73 dari 116 negara, tergolong moderat (sedang). Ada empat indikator sebagai penentu skor GHI, yaitu (1) proporsi penduduk kurang gizi, (2) prevalensi anak balita kurus/wasting, (3) prevalensi balita stunting, dan (4) tingkat kematian anak balita. Selama periode 2000-2021, perkembangan keempat indikator ini menunjukkan penurunan yang mengindikasikan kondisi ini semakin membaik. Jika dicermati skor masing-masing indikator, prevalensi stunting di Indonesia tergolong serius, sementara tiga indikator lainnya tergolong rendah dan sedang. Upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting mendapat perhatian serius dari pemerintah yang tercermin dari terbitnya Perpres No. 72 tahun 2021. Upaya untuk mengejar target angka stunting yang ditargetkan pada angka 14 % pada tahun 2024, komitmen dan kerja sama lintas sektor sangat diperlukan dengan memprioritaskan implementasi program yang mendukung penurunan stunting diarahkan pada daerah-daerah rawan pangan. Peran Kementerian Pertanian dalam mendukung penurunan stunting, yaitu (1) tetap meningkatkan kapasitas produksi pangan oleh Ditjen Teknis,(2) mengimplementasikan beberapa program difokuskan pada daerah rawan pangan, (3) perlu diupayakan memperluas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), karena selain dapat memenuhi kebutuhan pangan yang murah dan beragam, juga dapat meningkatkan asupan gizi keluarga, dan (4) upaya pengembangan beras golden rice dan nutrizinc terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan beras bernutrisi.
- ItemPembaruan sistem perbenihan padi dan jagung mendukung ketersediaan benih bermutu(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024) Mailena, Lira; Purnomo, Maha Matahari Eddy; Ulpah, Amalia; Suharyono, Sri; Yuliani, Fitria; Raharjo, Agung Saras SriBenih unggul tanaman merupakan teknologi andalan yang memiliki kontribusi utama dalam meningkatkan produktivitas dan produksi. Oleh karena itu, sistem perbenihan tanaman harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai, berkesinambungan dan memenuhi prinsip enam tepat, yaitu tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga. Namun, permasalahan yang sering terjadi selama ini terkait dengan benih bersertifikat yang tersedia di kios-kios masih kurang jumlahnya dari kebutuhan petani. Data terbaru memperkuat kondisi faktual saat ini, penggunaan benih padi dan jagung bersertifikat di tingkat petani baru mencapai 64% dan 75% dan belum sesuai dengan target RPJMN di angka 80%. Ditelisik dari sistem perbenihan, permasalahan ini mucul akibat dari penerapan peraturan produksi dan sertifikasi benih yang belum sepenuhnya diterapkan, distribusi benih bersertifikat belum optimal dan tidak merata. Disamping itu, dari sisi petani sebagai pengguna benih memiliki preferensi kualitas benih bersertifikat kurang bagus dan tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Lokasi produsen benih yang terfokus di Pulau Jawa membuat distribusi benih ke daerah lain membutuhkan waktu lama yang akhhirnya berpengaruh pada kualitas benih yang tidak baik dan biaya pengiriman yang mahal. Permasalahan ini menjadi justifikasi dilakukannya kegiatan analisis kebijakan PSEKP berjudul Pembaruan Sistem Perbenihan Padi dan Jagung mendukung Ketersediaan Benih Bermutu. Kegiatan analisis kebijakan ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan terkait pembaruan sistem perbenihan padi dan jagung untuk menjamin ketersediaan benih bermutu mendukung peningkatan produksi tanaman pangan padi dan jagung. Adapun secara spesifik tujuan kegiatan ini adalah untuk (i) menyusun potret sistem perbenihan padi dan jagung saat ini; (ii) menyusun konsep pembaruan sistem perbenihan padi dan jagung; dan (iii) menyusun rekomendasi kebijakan sistem perbenihan padi dan jagung.
- ItemUpdating the rice and corn seeding system supports the availability of quality seeds(2024) Mailena, Lira; Purnomo, Maha Matahari Eddy; Suharyono, Sri; Yuliani, Fitria; Raharjo, Agung Saras SriHigh yield plant seeds are a mainstay technology that has a major contribution in increasing productivity and production. Therefore, the plant seed system must be able to guarantee the availability of quality seeds in an adequate, sustainable manner and fulfill the six right principles, namely right variety, right quality, right quantity, right time, right location and right price. However, the problem that often occurs so far is that the number of certified seeds available in kiosks is still less than what farmers need. The latest data strengthens the current factual condition, the use of certified rice and corn seeds at the farmer level has only reached 64% and 75% respectively and is not yet in line with the RPJMN target of 80%. Examining the seed system, this problem arises as a result of the implementation of seed production and certification regulations which have not been fully implemented, the distribution of certified seeds has not been optimal and is uneven. Apart from that, from the perspective of farmers as seed users, they have a preference that the quality of certified seeds is not good and does not suit the needs of farmers. The location of seed producers which is focused on the island of Java means that distribution of seeds to other areas takes a long time which ultimately results in poor seed quality and expensive shipping costs. These problems are the justification for carrying out PSEKP policy analysis activities entitled Renewing the Rice and Corn Seed System to support the availability of quality seeds. This policy analysis activity aims to develop policy recommendations related to updating the rice and corn seed system to ensure the availability of quality seeds to support increased production of rice and corn food crops. The specific objectives of this activity are to (i) compile a portrait of the current rice and corn seed system; (ii) develop a concept for updating the rice and corn seed system; and (iii) develop policy recommendations for rice and corn seed systems.