Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Mahrup"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Keragaman Genetik Bakteri Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae Dari Beberapa Daerah di Indonesia Menggunakan Marka Spesifik
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Tasliah; Amalina, Fensi; Mahrup; Prasetiyono, Joko
    Abstrak Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan bakteri yang sering menyerang daun padi. Di Indonesia, banyak lahan padi yang terserang bakteri ini sehingga menimbulkan penyakit yang bernama hawar daun bakteri (HDB). Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi isolat-isolat Xoo dari beberapa wilayah di Indonesia menggunakan marka molekuler. Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) diisolasi dari daun padi hingga didapatkan kultur murni bakteri Xoo. Untuk memastikan bahwa bakteri tersebut adalah bakteri Xoo maka dilakukan identifikasi menggunakan marka Xoo2976, setelah itu dilakukan isolasi DNA bakteri Xoo dan diamplifikasi menggunakan marka Je1 dan Jel2 pada mesin PCR. Hasil PCR diseparasi dalam elektroforesis menggunakan gel agarosa 2%. Skoring Pola pita DNA dilakukan dengan membuat bilangan biner dan menggunakan program NTSys untuk membentuk dendrogram. Hasil dari penelitian ini menunjukkan identifikasi bakteri Xoo dengan menggunakan marka molekuler sangat efektif dan menyingkat waktu dibanding dengan metode Postulat Koch. Kesamaan genetik bakteri Xoo di Indonesia lebih disebabkan oleh inang yang sama, walaupun berada pada daerah yang berbeda dan dipisahkan oleh laut. Isolat Xoo yang diperoleh di lapangan menunjukkan variasi ras yang tinggi, berbeda dengan ras V, ras Xa7, dan ras VIII. Abstract Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is a bacteria that often infects the leaves of rice. In Indonesia. In Indonesia, many field rice is attacked by these bacteria, causing the disease called bacterial leaf blight (BLB). This study aimed to characterize isolates of Xoo derived from some places in Indonesia using molecular marker. Xoos were isolated from the rice leaves to obtain pure cultures of them. To ensure they were Xoo, those Xoos then be identified using Xoo2976 marker. The pure Xoos were amplified using Jel1 and Jel2 markers in PCR machine, then separated by 2% agarose gel. Scoring pattern of DNA bands was done by creating a binary number and used the NTSYS program to form a dendrogram. This study showed identification of Xoo bacterial using molecular marker highly effective and save time compared with the method of Koch’s postulates. The genetic similarity of Xoo bacterial in Indonesia was caused by the same host, although located in different areas and were separated by the sea. Xoo isolates in the field showed a high variation race, different with race V, race Xa7, and race VIII.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penyimpanan Cendawan Blas Pyricularia grisea untuk Jangka Panjang
    (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, 2004) Bustamam, Masdiar; Mahrup; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
    Blas adalah penyakit penting pada padi terutama padi gogo. Kerugian yang ditimbulkan akan sangat berarti apabila tanaman yang digunakan rentan penyakit blas. Karena itu, perakitan varietas unggul tahan blas selalu perlu dikembangkan. Suatu koleksi cendawan blas yang terpelihara viabilitas dan virulensinya sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan pemuliaan tanaman terhadap penyakit blas baik untuk pemetaan gen tahan blas pada padi yang akan dijadikan tetua donor atau untuk mendukung studi biologi dari cendawan blas itu sendiri. Secara teori ada beberapa cara untuk penyimpanan koleksi cendawan blas untuk jangka panjang, namun metode yang ada tidak dapat digunakan pada semua kondisi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknik Pengujian Ketahanan Tanaman Padi terhadap Penyakit Blas (Pyricularia grysea) di Rumah Kaca
    (IAARD Press, 2019) Mahrup; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
    Penyakit blas disebabkan oleh cendawan Pyricularia grysea, dapat menurunkan hasil sampai mencapai 70%. Penyakit blas dapat menginfeksi semua bagian tanaman yaitu; daun, buku, leher malai, bahkan pelepah daun. Keadaaan suhu yang kondusif pada kisaran 28C. Pemilihan varietas tahan dalam penanaman padi sangat disarankan, mengingat akan kerugian yang dapat ditimbulkan akibat penanaman varietas yang tidak tahan terhadap penyakit cendawan ini. Pengujian penyakit blas di rumah kaca sangat penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran ketahanan galur padi terhadap serangan blas di lapangan. Ras 173, 133, 073 dan 033 adalah 4 ras penyakit blas yang sering digunakan dalam pengujian. Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran teknik pengujian cendawan blas secara detil di rumah kaca. Hasil pengujian menunjukkan ras 133 merupakan yang paling virulen (86,67% = sangat peka) pada cek peka Kencana bali. Sedangkan ras 173 (72,59%), ras 073 (68,15%) dan ras 033 (63,70%) secara berurutan lebih rendah walaupun reaksinya sangat peka. Hasil pengujian menunjukkan hampir semua galur tidak ada yang tahan, kecuali hanya galur-16 yang agak tahan (11,11%) pada ras 033 yang secara teori ras yang paling rendah tingkat virulensinya. Hasil ini sejalan dengan angka yang ditunjukkan oleh varietas cek tahan (Asahan) yang peka pada ras 173 dan ras 133 (30,37% dan 34,07%) dan bereaksi sedang pada ras 073 dan 033 (24,44% dan 22,96%), padahal seharusnya tahan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback