Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "M. Yasin HG"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Inheritance of Resistance Gene to Cucumber Mosaic Virus in Maize
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013) Budi Setiadi Daryono; Endang Mujiati; Diah Rachmawati; Sedyo Hartono; M. Yasin HG
    Maize (Zea mays L.) is one of important crop in the world. In Indonesian, maize production has been increasing, due to high consumption. Madura island is the largest areal for maize production in East Java and Indonesia. The island has also some local maize. Virus infection, including Cucumber Mosaic virus (CMV) could reduced maize production until 62.2%. Hence, it is important to improve the quality of Madura’s local maize by resistant breeding. The aim of this research was to study on the inheritance of resistance gene to CMV in crosses between Guluk-guluk, a Madura’s local cultivar, and Srikandi Kuning 1. Guluk-guluk was provided by Assessment Institute for Agricultural Technology Malang, East Java Indonesia, while maize Srikandi Kuning 1 was provided by Indonesian Cereals Research Institute Maros, South Sulawesi. Resiprocal breeding experiments were conducted between Guluk-guluk and Srikandi to obtain F1 population. To produce F2 population, F1 individuals were selfed. On the other hand, other F1 individuals were crossed to Srikandi Kuning 1 to produce testcross population. The resistance to CMV in maize population was evaluated using symptoms observation and Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) analysis. Furthermore, the data of resistance to CMV in maize was analyzed using chi-square. Results of this research showed that Guluk-guluk exhibits resistance to CMV, while Srikandi Kuning 1 was susceptible. All F1 plants showed resistance to CMV, while F2 and testcross populations showed segregation with ratio 3 : 1 (F2) and 1 : 1 (testcross). Seventy two individuals of progeny (F2) showed resistances and 27 were susceptible. Ten individuals of testcross are resistance, while 9 plants are susceptible. Based on chi-square analysis, it indicates that F2 (72:27) and testcross (10:9) demonstrated Mendel’s law. The results of the study revealed that the inheritance of resistance gene to CMV in crossing between Guluk-guluk and Srikandi Kuning 1 is controlled by a single dominant gene Zrec.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Jagung Berbiji Putih sebagai Bahan Pangan Pokok Alternatif
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2014-09-23) M. Yasin HG; Wem Langgo; Faesal
    Jagung biji putih dapat berperan sebagai bahan pangan pokok alternatif, karena penampilan fisiko kimia dan rasanya lebih mirip dengan beras. Jagung putih tidak mengandung pigment carotenoid yang mencirikan perbedaannya dengan jagung kuning. Varietas jagung putih yang telah dilepas Badan Litbang Pertanian terdiri dari varietas bersari bebas (opv) yaitu Anoman 1, Srikandi Putih 1, dan varietas hibrida yaitu Bima Putih 1 dan Bima Putih 2. Varietas Anoman 1 memiliki sifat toleran cekaman kekeringan, dan varietas Srikandi Putih 1 mengandung nutrisi tinggi yaitu kandungan asam amino lisin dua kali lisin jagung biasa, dapat dimanfaatkan untuk pangan anak balita sebagai upaya mengatasi kekurangan protein. Jagung putih Anoman 1 mengandung karbohidrat menyamai beras dan gandum. Pengembangan luas areal tanaman varietas unggul jagung putih disertai pemupukan dapat meningkatkan produksi hingga tiga kali lipat produksi jagung putih varietas lokal, pada luas areal yang sama. Prosedur dan teknik perakitan varietas jagung putih sama seperti pada jagung kuning. Kelompok tani dapat berperan sebagai penangkar benih jagung putih varietas bersari bebas (opv). Untuk jangka pendek, petani skala kecil disarankan menanam varietas bersari bebas, tetapi apabila pasar jagung putih telah berkembang, varietas hibrida cukup layak untuk dianjurkan. Potensi hibrida jagung biji putih Bima Putih 1 dan Bima Putih 2 mencapai hasil 10 t/ha. Apabila jagung putih dipopulerkan sebagai bahan pangan pokok nasional, swasembada pangan nasional mudah dicapai.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pembentukan Varietas Jagung Komposit Kaya Vitamin Provit A1 dan Provit A2
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2012-10-15) M. Yasin HG; Syahrir Masíud; Faesal
    Pembentukan varietas komposit jagung dapat dilakukan melalui perbaikan dalam populasi dan perbaikan antarpopulasi. Hasil maksimal dapat dicapai jika dilakukan peningkatan secara berdaur (siklus) melalui pembentukan famili, evaluasi antarfamili, dan penggabungan sifat terbaik melalui saling-silang antarfamili terpilih. Jagung komposit provit A adalah jagung kaya vitamin A atau beta karoten, yakni 8-15 µg/g sampel, jagung biasa mengandung 1,0 µg/g sampel, yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian dengan nama varietas ProvitA1 dan Provit A2. Potensi hasil kedua varietas 17-22% lebih tinggi dibanding varietas komposit lain, dan mampu menghasilkan 6,0-7,0 t/ha. Peranan beta karoten adalah mencegah buta senja. Jagung varietas provit A dianjurkan dikembangkan pada lahan marginal yang masyarakatnya teridentifikasi kurang gizi, utamanya di wilayah timur Indonesia. Olahan sebagai makanan dapat disajikan dalam bentuk rebusan biji segar, biskuit, serelak, kerupuk, atau tepung subtitusi terigu. Diperlukan kebun benih sumber yang terisolasi sebagai beta carotene centre yang terisolasi, di samping sebagai sumber pelatihan teknik perbenihan juga sebagai pusat informasi penyuluhan dan SL-PTT jagung.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Perakitan Varietas Unggal Jagung Fungsional
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2014-12-23) M. Yasin HG; Sumarno; Amin Nur
    Pengembangan varietas unggul jagung, termasuk jagung hibrida, telah mengubah usahatani jagung dari pertanian subsisten menjadi usaha komersial. Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya penelitian pemuliaan jagung dalam mendukung upaya peningkatan produksi jagung nasional. Jagung adalah komoditas pangan ketiga dunia setelah padi dan gandum, sedangkan di tingkat nasional menempati deretan kedua setelah padi. Penggunaan varietas unggul jagung yang dihasilkan pemulia, baik hibrida maupun bersari bebas, berkontribusi nyata meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Dalam menghasilkan varietas unggul jagung, pemulia dituntut untuk mampu mengatasi tantangan perubahan iklim global di samping degradasi lahan pertanian melalui seleksi dan adaptasi materi genetik yang lebih stabil. Buku perakitan varietas unggul jagung fungsional ini diharapkan dapat memberi sumbangan bagi pengembangan jagung dalam upaya peningkatan produksi menuju swasembada berkelanjutan. Jagung fungsional adalah jagung yang mempunyai nilai nutrisi lebih tinggi dari jagung biasa. Jagung fungsional mulai diteliti pada tahun 2000an untuk menghasilkan varietas unggul yang dapat dikembangkan petani. Kepada penulis, penyunting, dan segenap tim yang telah membantu penyusunan dan penerbitan buku ini saya sampaikan penghargaan dan terima kasih
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Rancangan Statistik Khusus Pemuliaan Jagung
    (Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) Press, 2016-12-16) M. Yasin HG; I Made Jana Mejaya
    Melepas varietas unggul baru jagung memerlukan tahapan uji dan analisis data sesuai kebutuhan saat seleksi, mulai dari pemilihan populasi awal sampai perbaikan populasi dan terakhir adalah uji multi lokasi. Buku ini diharapkan menjadi acuan dalam tahapan uji galur dan analisis data hingga sampai melepas varietas, khususnya jagung fungsional. Jagung merupakan komoditas pangan utama setelah padi di Indonesia dan komoditas ketiga di tingkat dunia setelah padi dan gandum. Dengan menggunakan paparan yang mudah, mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pemulia muda yang akan meniti karir sebagai pemulia jagung. Pemahaman statistik dan analisis data menjadi persyaratan mutlak bagi seorang pemulia tanaman. Semoga buku ini mempunyai kontribusi nyata dalam upaya penelitian perakitan varietas jagung di Indonesia, yang akhirnya berdampak pada tersedianya varietas unggul berdaya hasil tinggi dan mempunyai nilai gizi yang baik. Komoditas jagung sebagai pangan pokok kedua masa depan perlu diperbaiki mutu gizinya, agar menjadi bahan pangan yang sehat. Buku ini memberikan contoh analisis statistik dari tahap seleksi awal hingga tahap uji multilokasi untuk dapat dipresentasikan kepada Tim Penilai Pelepasan varietas

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback