Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "M. Thamrin"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    HAMA UTAMA KEDELAI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT DAN PENGENDALIANNYA
    (Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian Lahan Rawa, 2014) M. Thamrin; M. Willis
    Salah satu hambatan dalam usaha tani kedelai di lahan rawa pasang surut adalah serangan hama yang dapat terjadi sejak tanaman mulai muncul di atas permukaan tanah sampai panen. Hama utama yang menyerang adalah lalat bibit, ulat grayak, ulat helicoverpa, ulat penggulung daun, penggerek polong, dan kepik polong. Pengendalian hama kedelai di lahan pasang surut merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan produktivitas melalui pengelolaan ekosistem seperti pemilihan varietas yang tepat, penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang dan pengelolaan air yang tepat. Makalah ini menguraikan tentang biologi dan teknik pengendalian hama utama kedelai di lahan rawa pasang surut. Populasi hama kedelai dapat ditekan dengan cara melakukan sanitasi lingkungan, tanam serempak dengan waktu tanam yang tepat, pergiliran tanaman, pengelolaan air dan penggunaan pupuk yang berimbang. Pengendalian hama kedelai dilakukan dengan cara memadukan komponen pengendalian yang kompatibel seperti penanaman varietas tahan, penggunaan benih sehat, dan pemanfaatan musuh alami.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Identifikasi Organisme Penganggu Tanaman Sayuran Dan Eksplorasi Agensia Pengendaliannya Di Lahan Gambut Dangkal
    (BPTP Jambi, 2005) B. Prayudi; M. Thamrin; S. Asikin; BPTP Jambi
    Agribisnis sayuran perlu ditangani secara profesional. Dalam upaya peningkatan produksi sayuran, banyak masalah yang harus dihadapi, diantaranya adalah gangguan oleh organisme pengganggu tanman (OPT). Kehilangan hasil pada berbagai jenis sayuran yang diakibatkan oleh OPT berkiar antara 34-95%. Upaya petani dalam menanggulangi OPT tersebut umumnya masih mengandalkan pestisida karena memberikan hasil pengendalian yang cepat. Akan tetapi penggunaan pestisida dalam jangka waktu lama dan diaplikasikan secara tidak bijaksana akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu strategi pengendalian OPT sayuran adalah menerapkan strategi pengelolaan hama terpadu (PHT).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penelitian Pengendalian Hama Jagung di Lahan Kering
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Suaidi Raihan; Hairunsyah; Syaiful Asikin; M. Thamrin
    Dewasa ini terdapat dua jenis hama yang dapat dikategorikan sebagai hama utama jagung di lahan kering, yaitu penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan lalat bibit (Atherigona oryzae). Beberapa jenis insektisida dinilai efektif untuk mengendalikan kedua hama tersebut. Dalam hubungannya dengan pengendalian hama penggerek batang dan lalat bibit, waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim hujan (Oktober-November). Pengendalian secara terpadu (waktu tanam awal musim hujan, pemangkasan bunga jantan, pengaturan jarak tanam, dan pemberian insektisida granular melalui pucuk daun) cukup efektif menekan serangan penggerek batang.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Status dan Pengendalian Hama Jagung di Lahan Kering Beriklim Basah Kalimantan Selatan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Syaiful Asikin; M. Thamrin; Normansjah Djahab
    Hama merupakan salah satu kendala dalam peningkatan produksi jagung di Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil observasi dari tahun 1988/89 sampai 1990/91 di sentra produksijagung, yaitu Pampain, Binuang (Kabupaten Tapin), Tajau Pecah, Batu Mulia (Kabupaten Tanah Laut) dan Satui (Kabupaten Pulau Laut), diketahui delapanjenis serangga hama yang menyerang tanaman jagung. Penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan lalat bibit (Atherigona oryzae) dapat dikategorikan sebagai hama utama (major pest) sedangkan enamam jenis haта lainnya seperti jenis hama pemakan daun, penggerek tongkol dan aphis atau kutu daun dikategorikan sebagai hama kedua (minor pest). Melalui penelitian efikasi beberapa jenis insektisida terhadap serangan penggerek batang jagung diperoleh lima jenis insektisida yang efektif. Insektisida itu dapat dijadikan alternatif bagi karbofuran yang kini telah meluas penggunaannya. Selain itu diperoleh pula empat jenis insektisida yang efektif mengendalikan hama lalat bibit. Dalam kaitannya dengan pengendalian hama penggerek batang dan lalat bibit, waktu tanam yang tepat untuk jagung adalah pada awal musim hujan (OktoberNovember). Pengendalian dengan cara mengombinasikan beberapa komponen pengendalian, antara lain, pengaturan waktu, pemangkasan bunga jantan, pengaturan jarak tanam, dan pemberian insektisida granular melalui pucuk, cukup efektif menekan serangan hama penggerek batang.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback