Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "M. Syakir,M.H. Bintoro, H. Agusta , Muh. Thamrin dan D. Hernita"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Efektivitas Limbah Sagu Dalam Menekan Pertumbuhan Gulma Berdaun Lebar ( Borreria Alata ( Aubl) DC dan Mikania Micrantha HBK
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2008-06) M. Syakir,M.H. Bintoro, H. Agusta , Muh. Thamrin dan D. Hernita
    Pertumbuhan gulma merupakan salah satu faktor penghambat dalam usaha memaksimalkan produktivitas tanaman baik tanaman pangan, hortikul- tura maupun perkebunan. Persaingan antara gulma dengan tanaman dalam mengambil unsur-unsur hara, air, cahaya, nutrisi, gas O2 dan CO2, ruang dan persyaratan tumbuh yang sama sehingga mengakibatkan kompetisi. Dilaporkan bahwa penurunan produksi padi secara nasional sebagai akibat gangguan gulma mencapai 15-42% untuk padi sawah dan padi gogo 47-87% (Pitoyo, 2006). Sedangkan produksi jagung 16-82%, kedelai 18-69%, kacang tanah 20-50%, kacang hiaju 32% dan ubi kayu 6-62% (Bangun, 1990). Ramainas et al. (1999) menyatakan bahwa kompetisi gulma dapat menurunkan hasil tanaman kacang tanah 17-100%, sedangkan menurut Endarwati dan Soenadi (2001) gangguan gulma pada pertanaman kapas dapat menurunkan mutu dan produksi sampai 98%. Pada pertanaman lada tindakan pengendalian gulma banyak menyerap tenaga kerja sekitar 36% dari total tenaga kerja untuk pemeliharaan (Bank Indonesia, 2002).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback