Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "M. Jusuf"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Perbaikan Daya Hasil, Mutu Hasil dan Ketahanan Klon Ubi Jalar terhadap Penyakit Kudis
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2002) M. Jusuf; St. A. Rahayuningsih; S. Pambudi; Sumarlin
    Penyakit kudis merupakan penyakit penting tanaman ubi jalar di daerah tropis. Penggunaan varietas tahan lebih dianjurkan, karena di samping tidak memerlukan tambahan biaya produksi, ketahanan yang dibangun dapat memberikan perlindungan bagi tanaman. Perbaikan varietas ubi jalar untuk toleran terhadap penyakit kudis masih dilakukan secara konvensional melalui proses persilangan. Agar mempunyai nilai yang berarti dalam pengendalian penyakit tanaman, maka ketahanan genetik harus dapat memberikan perlindungan yang baik dan menyeluruh dari kemungkinan kerusakan yang dapat diakibatkan oleh penyakit. Varietas yang tahan penyakit seharusnyaа татри тmenunjukkan daya hasil yang tinggi, baik pada saat ada atau tidak ada serangan penyakit. Dari pengujian ketahanan terhadap penyakit kudis telah diidentifikasi 50 klon yang memiliki hasil tinggi, mutu umbi baik serta toleran penyakit kudis sehingga dapat digunakan sebagai sumber tetua pada program persilangan. Penelitian evaluasi daya hasil menujukkan bahwa klon ST 118, Inaswang Op 95-6 FM 14-27 memberikan hasil > 25 t/ha, bentuk umbi baik dan tahan penyakit kudis. Klon AB 94001-8, Inaswang Op 95-3, BIS 175-4, serta varietas Cangkuang dan Muara Takus memperlihatkan hasil tinggi (>25 t/ha),bentuk umbi bagus dan toleran penyakit kudis.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Potensi Ubijalar Ungu sebagai Pangan Fungsional
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2011-12-16) Erliana Ginting; Joko S. Utomo; Rahmi Yulifianti; M. Jusuf
    Ubijalar ungu potensial dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena memiliki antosianin, pigmen yang menyebabkan daging umbi berwarna ungu, yang mempunyai aktivitas antioksidan. Keberadaan senyawa fenol selain antosianin juga penting karena bersinergi dengan antosianin dalam menentukan aktivitas antioksidan ubijalar. Hasil pengujian ekstrak delapan klon ubijalar ungu yang bervariasi intensitasnya, menunjukkan bahwa antosianin dan senyawa fenol berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan. Kandungan serat pangan yang bermanfaat untuk pencernaan dan indeks glikemiknya yang rendah sampai medium, juga merupakan nilai tambah ubijalar sebagai pangan fungsional. Varietas Ayamurasaki merupakan varietas ubijalar ungu yang mulai banyak ditanam petani di daerah Malang dan digunakan sebagai pembanding dalam program pemuliaan ubijalar ungu. Kandungan antosianinnya cukup tinggi (282 mg/100 g bb) dengan potensi hasil 15-20 t/ha. Balitkabi telah melepas varietas Antin 1 ubijalar ungu kombinasi putih, yang sesuai untuk bahan baku keripik. Beberapa klon harapan juga siap dilepas, di antaranya JP 23, RIS 03063-05, dan MSU 03028-10 yang memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dibanding Ayamurasaki dengan potensi hasil 25-30 t/ha. Pemanfaatan ubijalar ungu masih terbatas, oleh karena itu sosialisasi varietas unggul ubijalar ungu harus diikuti dengan teknik olahan yang sesuai dan menarik. Produk olahan dari ubijalar segar maupun produk antara (tepung) berpeluang mensubstitusi penggunaan terigu 10-100%. Ubijalar ungu juga potensial digunakan sebagai bahan pewarna alami untuk makanan dan minuman. Pengembangan produksi dan pemanfaatan ubijalar ungu cukup prospektif karena sejalan dengan program percepatan diversifikasi pangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pangan sehat serta pengembangan agroindustri berbahan baku lokal.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback