Browsing by Author "M. Fagi, Achmad"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengelolaan Air Padi Sawah Irigasi Antisipasi Kelangkaan Air(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Setiobudi, Didiek; M. Fagi, AchmadPendahuluan Ketersediaan air untuk padi sawah irigasi akan semakin langka, hal tersebut diperparah oleh kerusakan daerah aliran sungai (DAS) serta perubahan iklim global. Konsekuensi dari kelangkaan air tersebut dapat diperkirakan sebagai berikut. Produksi padi dan palawija akan turun karena luas areal tanam berkurang, dan kebutuhan tanaman tidak terpenuhi. Sekitar 70% produksi padi nasional berasal dari padi sawah irigasi, dimana Pulau Jawa menyumbang sekitar 57% produksi padi nasional dan sawah irigasi umumnya berada di Pulau Jawa. Penggunaan air akan sangat kompetitif yang dapat berpengaruh negatif terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan dapat memicu konflik antarsektor dan antardaerah yang berada dalam kawasan DAS.
- ItemSistem Usaha Tani Berbasis Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Wardana, I Putu; M. Toha, Husin; Sembiring, Hasil; M. Fagi, AchmadPendahuluan Pengentasan dan pengurangan kemiskinan merupakan program pemerintah, maka selalu dianggarkan dari tahun ke tahun. Dalam dua-tiga tahun terakhir program tersebut diwujudkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada orang-orang miskin dan penjualan beras murah untuk orang-orang miskin (raskin). Kedua bantuan tersebut merefleksikan pelaksanaan komponen pertama dan kedua dari the Millenium Development Goals (MDG), yaitu: (1) mengurangi separuh jumlah penduduk dunia yang kelaparan, dan (2) mengurangi separuh jumlah penduduk yang berpenghasilan kurang dari US$ 1,0 per hari. Bantuan keuangan dan kemudahan akses penduduk miskin ke pangan pokok beras belum memenuhi sasaran keempat dan kelima dari MDG, yaitu: (1) mengurangi laju kematian anak balita (di bawah umur 5 tahun) sebanyak dua per tiga, dan (2) mengurangi tiga per empat rasio kematian ibu. Sasaran keempat dan kelima dari MDG itu erat kaitannya dengan malnutrisi yang diakibatkan oleh gizi makanan yang rendah, diistilahkan sebagai hidden hunger. International Plant Genetic Resources (IPGRI) dan Global Facilitation Unit for Underutilized Species (GFUS) bekerja sama dengan M.S. Swaminathan Research Foundation, menginventarisasi jenis-jenis tanaman sayuran dan sumber karbohidrat lokal-tradisional yang kaya vitamin dan mineral, yang dapat dimasukkan ke dalam menu makanan sehari-hari. Jenis-jenis tanaman itu dapat ditanam di lahan usaha tani penduduk, termasuk di pekarangan. Lahan usaha tani penduduk dapat berupa lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering berombak/berlereng, lahan rawa lebak, dan lahan pasang surut. Di daerah aliran sungai (DAS) Jratunseluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana) di Jawa Tengah, dan di DAS Brantas, rata-rata dari 12 komunitas memiliki lahan sawah, lahan kering, dan pekarangan dengan proporsi berbeda (Tabel 1). Data penguasaan lahan usaha tani ini menunjukkan adanya peluang untuk menanam jenis tanaman hortikultura (tradisional atau baru) dan untuk memelihara ternak ruminansia besar atau kecil dan unggas.