Browsing by Author "Ketut Kariyasa"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- Itemlaporan Tahunan 2006 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian(Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2007-01) Muhrizal Sarwani; Sudi Mardianto; Ketut Kariyasa; Erizal Jamal; Achmad Djauhari; Sumedi; Arivin Rivaie; Achmad Subaidi; Bekti Subagja; Restu Desi Djarwowati; Maesti Mardiharini; Achmad Saleh; Ari Murtiningsih; Yovita Anggita DewiLaporan Tahunan ini merupakan pertangungjawaban peiaksanaan tugas, fungsi, dan mandat yang diberikan kepada Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) selama tahun 2006. Dengan demikian, laporan ini dapat digunakan sebagai acuan atau dasar pertimbangan dan referensi di masa yang akan datang, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi dalam upaya perbaikan kinerja ke depan
- ItemLAPORAN TAHUNAN 2007 BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN(BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN, 2008) Muhrizal Sarwani; Yovita Anggita D; Vyta W. Hanifah; Ketut Kariyasa; Sudi Mardianto; Erizal Jamal; Achmad SubaidiLaporan ini berisi tentang: visi dan misi BBP2TP, program dan kegiatan, intisari kegiatan utama dan kegiatan penunjang, evaluasi diri, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, serta anggaran. Selama pelaksanaan kegiatan BBP2TP pada kurun waktu 2007, tentunya telah banyak hal-hal yang dicapai yang dalam pelaksanaannya tidak luput dari berbagai tantangan, hambatan, dan kendala yang perlu mendapatkan perhatian dan diupayakan mencari solusi yang terbaik.
- ItemPetunjuk pelaksanaan Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari(Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2011) Maesti Mardiharini; Ketut Kariyasa; Zakiah; Dalmadi; Agung SusaktiPotensi lahan pekarangan di Indonesia mencapai 10,3 juta hektar, 14 persen dari luas lahan pertanian. Potensi yang besar ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penyedia bahan pangan yang bernilai gizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampai saat ini, sebagian besar lahan pekarangan masih belum dimanfaatkan sebagai areal pertanaman aneka komoditas pertanian, khususnya komoditas pangan. Kementerian Pertanian melihat potensi ini sebagai salah satu pilar yang dapat diupayakan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga, baik bagi rumah tangga di perdesaan maupun di perkotaan melalui pengembangan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) didukung oleh 32 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ditunjuk untuk membangun Model tersebut dengan harapan akan memicu lahirnya pemikiran dan konsep bagi optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, utamanya melalui pemanfaatan berbagai inovasi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dan lembaga penelitian lainnya. Peran BBP2TP/BPTP dalam mendorong upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan adalah melalui dukungan inovasi teknologi dan bimbingan teknis, serta mewujudkannya dalam pengembangan Model KRPL di seluruh provinsi. Penerbitan buku ini dimaksudkan dapat dipakai sebagai acuan oleh BPTP dalam mengembangkan Model KRPL di provinsinya masing-masing. Melalui pengembangan model ini diharapkan dapat mendorong tercapainya kemandirian pangan keluarga, diversifikasi pangan, dan konservasi pangan lokal menuju keluarga dan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
- ItemProgram Pembentukan Modal Karya Usaha Mandiri Wanita Tani(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 1999) Soentoro; Sugiarto; Ketut KariyasaKendala utama bagi masyarakat daerah pasang surut dalam upaya meningkatkan kegiatan ekonominya adalah sangat lemahnya permodalan yang dimiliki. Masyarakat di daerah ini umumnya tidak terjangkau oleh pelayanan kredit formal sehingga mereka memanfaatkan kredit informal dengan bunga tinggi. Untuk memberdayakan potensi ekonomi yang ada di daerah lahan pasang surut, Proyek Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan mengembangkan Karya Usaha Mandiri-Wanita Tani (KUM-WT) yang memberi bantuan kredit dan memotivasi pembentukan modal melalui tabungan. Keberadaan KUM-WT diharapkan dapat menjadi lembaga keuangan desa yang mampu menyediakan pelayanan kredit murah dan mudah prosedurnya dan mampu memobilisir dana melalui kegiatan tabungan