Browsing by Author "Kasdi Subagyono"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemCara Cepat Swasembada Jagung(2017) Andi Amran Sulaiman; I Ketut Kariyasa; Hoerudin; Kasdi Subagyono; Suwandi; Farid A. Bahar
- ItemMembangkitkan Empat Juta Hektar Lahan Sawah Tadah Hujan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Kasdi Subagyono; Irsal Las; Zulkifli Zaini; Erna Suryani; Sri Hery Susilowati; Nani Heryani; Anny Mulyani; Adang HamdaniSelama ini agroekosistem lahan sawah tadah hujan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum berkontribusi nyata terhadap pengadaan produksi pangan. Masalah utama yang dihadapi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan sawah tadah hujan adalah pengairan tanaman yang hanya mengandalkan curah hujan sehingga indeks pertanaman rendah, rata-rata 1,05. Berbagai penelitian menunjukkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan dapat ditingkatkan menjadi 2,0 dan bahkan mencapai 3,0 dengan memanfaatkan air hujan dan sumber daya air lainnya yang ditampung pada embung dan bangunan penampung air sebagai sumber pengairan tanaman pada musim kemarau.
- ItemMembangkitkan Lahan Rawa, Membangun Lumbung Pangan Indonesia(IAARD Press, 2018) Andi Amran Sulaiman; Kasdi Subagyono; Trip Alihamsyah; Mohammad Noor; Hermanto; Agus Muharam; I Gusti Made Subiksa; I Wayan SuwastikaPara ahli meyakinkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa teknologi usahatani dan pengelolaan air untuk berbagai tipologi lahan rawa telah tersedia. Penggunaan teknologi inovatif pada lahan rawa yang dikelola oleh petani mampu meningkatkan produktivitas lahan dan sistem usahatani. Contoh keberhasilan dari penerapan teknologi inovatif itu di lahan petani ditunjukkan di dalam buku ini. Kombinasi antara kearifan lokal dan teknologi introduksi menghasilkan teknologi usahatani yang lebih produktif dan lestari. Sebagian besar lahan rawa yang dibuka dan dikembangkan itu ditanami tanaman semusim (padi, palawija, sayuran) dan sisanya ditanami tanaman tahunan (karet, kelapa, kakao, jeruk, pisan dan aneka tanaman buah-buahan lainnya).
- ItemMenata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Budi Indra Setiawan; Kasdi Subagyono; Popi Rejekiningrum; Budi Kartiwa; Foyya Yusufu Aquino; Yayan Apriyana; Hanhan Ahmad Sofiyuddin; Ani AndayaniSalah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan adalah peningkatan luas areal tanam atau luas panen yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan sawah. Data menunjukkan, lahan sawah irigasi menyumbang sekitar 86% produksi beras nasional. Selain dari hujan, keteresediaan air bagi tanaman ditentukan oleh kinerja jaringan irigasi dan sumber daya air. Oleh sebab itu, sejak Indonesia merdeka pemerintah berupaya membangun jaringan irigasi. Kemudian, pengembangan jaringan irigasi semakin digalakkan sejak awal Program Bimas pada tahun 1970-an.