Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Karyani, Nuri"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPА SAWIT DAN POTENSINYA SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU PADA JAHE DAN NILAM : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Hartati, Sri Yuni; Karyani, Nuri
    Layubakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jahe dan nilam. Penelitian dalam rangka mengembangkan pestisida organik untuk mengendalikan penyakit tersebut telah dilaksanakan di Laboratorium Proteksi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor. Tujuan penelitian adalah menguji secara invitro aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa sawit terhadap R. solanacearum dan dua jenis bakteri tanah yang bermanfaat bagi tanaman (Bacillus sp. dan Pseudomonas Auorescens). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tempurung kelapa sawit mempunyai aktivitas antibakteri yang bervariasi terhadap R. solanacearum, Bacillus sp., dan P. fuorescens. Konsentrasi terendah yang dapat membunuh R. solanacearum adalah 0.1%, sedang yang dapat membunuh Bacillus sp. dan P. fuorescens adalah 0.25%. Aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa sawit lebih tinggi terhadap R. solanacearum dibandingkan terhadap Bacillus sp. dan P. fuorescens. Asap cair tempurung kelapa sawit berpotensi dikembangkan sebagai pestisida organik untuk mengendalikan penyakit layu pada tanaman jahe dan nilam
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENYAKIT-PENYAKIT PADA TANAMAN LIDAH MERTUA DAN PENGENDALIANNYA : Warta balittro No. 60 tahun 2013
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-12-01) Hartati, Sri Yuni; Karyani, Nuri
    Tanaman Sansevieria spp. (lidah mertua) merupakan tanaman tropis yang berasal dari Afrika, Arab, dan India. Tanaman tersebut dikenal oleh masyarakat di berbagai negara di dunia karena keindahannya serta mempunyai banyak khasiat. Karena mempunyai bentuk dan corak daun yang menawan maka lidah mertua lebih dikenal sebagai tanaman hias dibanding sebagai tanaman obat. Tanaman ini sering ditanam di sekitar gerbang halaman, pintu masuk rumah, pekarangan, di tepi jalan, maupun sawah. Seperti halnya tanaman lain yang dibudidayakan, lidah mertua juga sering mengalami gangguan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan nematoda.
  • No Thumbnail Available
    Item
    КЕТАНАANAN BEBERAPA SOMAKLON NILAM TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Hartati, Sri Yuni; Seswita, Deliah; Hobir; Karyani, Nuri
    Penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit yang penting pada tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.). Semua klon nilam yang dibudidayakan di Indonesia rentan terhadap penyakit tersebut. Oleh karena itu usaha perbaikan varietas merupakan pilihan yang tepat untuk mendapatkan varietas unggul yang juga tahan penyakit layu. Nilam Aceh yang umum dibudidayakan petani tidak berbunga, sehingga diperbanyak secara vegetatif dengan sotek batang. Oleh karena itu keragaman genetik nilam sangat sempit. Untuk meningkatkan keragaman genetik nilam, telah dilakukan melalui variasi somaklonal dan 10 səmaklon diantaranya mempunyai mutu dan kwalitas minyak yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menguji tingkat ketahanan ke 10 somaklon tersebut dengan 2 klon pembanding (Cirateun dan Sidikalang) terhadap penyakit layu. Bibit nilam ditanam pada media steril campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1) dalam kantong plastik hitam (polybag). Bibit yang berumur 1 bulan diinokulasi dengan 2 tetes suspensi bakteri R. solanacearum (konsentrasi 102sel/ ml). Inokulasi dilakukan pada pangkal batang dengan metode tusuk jarum. Bibit yang telah diinokulasi diinkubasikan di rumah kaca. Pengamatan dilakukan terhadap masa inkubasi, gejala layu, dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan ke 10 somaklon yang diuji mempunyai tingkat ketahanan yang bervariasi (Intensitas serangan penyakit berkisar antara 50-100%). Meskipun semua somaklon yang diuji tidak ada yang benar-benar tahan terhadap penyakit layu, namun somaklon nomor 55 mempunyai tingkat ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan somaklon lainnya dan 2 klon pembandingnya (Cirateun dan Sidikalang).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback