Browsing by Author "Karyani, Nuni"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemJENIS-JENIS GULMA YANG BERPERAN SEBAGAI INANG ALTERNATIF JAMUR Sclerotium sp. ASAL TANAMAN SAMBILOTO(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Hartati, Sri Yuni; Supriadi; Karyani, NuniJamur Sclerotium sp. sering menyebabkan busuk pada bagian pangkal batang yang selanjutnya dapat menyebabkan kematian pada tanaman yang diinfeksi. Jamur tersebut merupakan patogen tular tanah yang sangat sulit dikendalikan, karena kemampuannya bertahan lama di dalam tanah dan kisaran inangnya yang sangat luas termasuk tanaman sambiloto dan gulma. Serangan Sclerotium sp. pada sambiloto dilaporkan telah mencapai 10% dari seluruh populasi tanaman yang dibudidayakan di Instalasi Penelitian milik Balittro di Cicurug, Sukabumi. Beberapa jenis gulma juga berpotensi sebagai inang alternatif dari jamur Sclerotium sp. Oleh karena itu salah satu usaha untuk mengendalikan Sclerotium sp. pada tanaman sambiloto adalah dengan mengendalikan gulma yang tumbuh disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas isolat Sclerotium sp. asal sambiloto terhadap beberapa jenis gulma. Penelitian dilakukan pada tahun 2005 di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor. Uji patogenisitas telah dilakukan terhadap 10 jenis gulma yaitu Ageratum sp., Asystasia gangetica, Borreria leavis, Cassia alata, Cleome spinosa L., Euphorbia hirta L., Imperata cylindrica L. Oxalis sevium L., Phylanthus niruri, dan Spigelia cnthelmia. Gulma yang diuji ditanam pada tanah steril dalam kantong plastik hitam. Sebanyak 10 butir sklerotia jamur Sclerotium sp. diinokulasikan disekitar pangkal batang dari gulma yang diuji. Penelitian dirancang secara acak lengkap dengan 10 ulangan (tanaman). Pengamatan gejala penyakit dilakukan setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 jenis gulma yang diuji yaitu (Ageratum sp., Asystasia gangetica, Borreria leavis, Cleome spinosa L., Euphobia hirta, Oxalis sevium L., Phylanthus niruri, dan Spigelia anthelmia) menunjukkan gejala sakit dan mati setelah diinokulasi dengan Sclerotium sp. Sedangkan dua jenis gulma lainnya (Cassia alata dan Imperata cylindrica L.) tidak menunjukkan gejala sakit. Hasil ini mengindikasikan bahwa kedelapan jenis gulma yang menunjukkan gejala sakit tersebut merupakan inang dari Sclerotium sp. asal tanaman sambiloto. Gulma tersebut perlu dikendalikan untuk mengurangi sumber inokulum dan populasi jamur Sclerotium sp. tersebut di dalam tanah.