Browsing by Author "Kamal Widayat, Yuni"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengkajian Perbedaan Waktu Tanam Terhadap Pencapaian Produktivitas 4 Varietas Padi di Kabupaten Rembang Jawa Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Samijan; Kamal Widayat, YuniAbstrak Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan beberapa lembaga penelitian internasional, telah meluncurkan arahan waktu tanam yang terbaik guna mengamankan produksi padi dari pengaruh anomali iklim. Oleh karena itu dilakukan pengkajian lapangan guna memvalidasi ketepatan arahan waktu tanam dengan kondisi eksisting pada berbagai perbedaan waktu tanam. Pengkajian dilaksanakan di Desa Megulung Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Jawa Tengah, pada Musim Tanam I (MT-I) 2016/2017 dan MT-II 2017. Pengkajian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan kelompok 2 faktor, dengan perlakuan 4 perbedaan waktu tanam (T0, T1, T2, T3 dengan selisih 10 hari) dan faktor 4 VUB padi (Inpari 32, 33, 39, 41). Hasil pengkajian pada pertanaman padi MT-I (Oktober 2016 sampai November 2016), menunjukkan bahwa perbedaan 4 waktu tanam dengan selang waktu 10-30 hari tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap pencapaian hasil 4 VUB padi. Namun demikian waktu tanam paling awal cenderung menunjukkan hasil yang paling tinggi dibandingkan waktu tanam yang lebih lambat. Pada setiap perbedaan waktu tanam, varietas Inpari 32 selalu memperlihatkan kecenderungan hasil paling tinggi (5,78-6,62 ton/ha). Sedangkan pada pengkajian MT-II menunjukkan bahwa perbedaan 4 waktu tanam memperlihatkan pengaruh yang relatif nyata terhadap pencapaian hasil. Waktu tanam paling awal cenderung memperlihatkan pencapaian hasil paling tinggi dan berbeda terhadap lainnya. Khusus untuk varietas Inpari 41 tidak memperlihatkan adanya perbedaan hasil antar waktu tanam yang berbeda. Varietas Inpari 32 pada pengkajian MT-II juga selalu memperlihatkan pencapaian hasil yang paling tinggi dibandingkan lainnya di semua waktu tanam. Secara keseluruhan, waktu tanam eksisting petani maupun yang diundurkan sampai 30 hari setelah eksisting, berbeda jauh dengan waktu tanam yang direkomendasikan melalui sistem informasi KATAM terpadu. KATAM terpadu merekomendasikan waktu tanam di Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang pada Januari dasarian I dan II untuk MT-1 (MH-I 2016/2017) dan tidak ada rekomendasi tanam untuk MT-2 (MH-II 2017). Dengan demikian arahan sistem informasi KATAM terpadu, masih perlu dilakukan validasi lebih banyak lagi guna memastikan keakuratan rekomendasinya. Abstract The IAARD, in collaboration with several international research institutions, has launched the best planting time recommendation to secure of rice production from the effects of climate anomalies. Therefore, field assessment was conducted to validate the accuracy of the direction of planting time with the existing conditions on different planting times. The assessment was carried out in Megulung Village, Sumber Sub District of Rembang District, Central Java Province, during two seasons (WS-1 & WS-2) 2016/2017. The assessment used 2-factors group design with 4 different planting times and factor 4 rice varieties. The results of the assessment on the sown WS-1 20 (October 2016 up to November 2016), show that the difference of 4 planting time with 10-30 day intervals show no significant difference to 4 rice varieties productivity achievement. However, the earliest planting time tends to show the highest yield compared to later planting time. In each planting time difference, Inpari 32 varieties always showed the highest yield trend (5.78-6.62 ton / ha). While the assessment on WS-2 shows that the difference of 4 planting time shows a relatively significant effect on the productivity achievement. The earliest planting time tend to show the highest and most different results. Especially for Inpari 41 variety did not show any difference in yield between different planting times. Inpari 32 varieties on WS-2 assessment also always show the highest achievement compared to others. Overall, existing planting time and afterwards is significantly different from the recommended planting time through the integrated KATAM information system. KATAM integrated recommends planting time in Sumber Sub District of Rembang District in January dasarian I and II for WS-1 (2016/2017) and no planting recommendation for WS-2 (2017). Thus, the recommendation of the integrated KATAM information system, need more validation to ensure the accuracy of its recommendations.
- ItemUji Efektivitas Pupuk Zeorganik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah di Jawa Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2012-06) Samijan; Kamal Widayat, Yuni; Balai Besar Penelitian Tanaman PadiPenggunaan pupuk kimia secara tidak langsung dalam waktu lama tanpa diimbangi penggunaan pupuk organik memadai telah berdampak pada terjadinya penurunan kualitas tanah dan perusakan ekologi tanah serta kecenderungan penerapan dosis pemupukan yang semakin meningkat. Sejak tahun 2000-an penggunaan bahan organik untuk pertanian kembali mendapatkan perhatian, dengan tujuan untuk memperbaiki dan mempertahankan kondisi lingkungan serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan produsen pupuk yang berskala nasional saat ini telah memproduksi pupuk organik ‘Zeorganik’ yang dalam pengunaannya harus dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Untuk mengetahui efektivitasnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman telah dilakukan pengujian efektivitas pada tanaman padi sawah di Kabupaten Sragen pada MK 2008 sampai MH 2008/2009. Secara umum semua perlakuan pemupukan menggunakan Zeorganik tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pencapaian parameter pertumbuhan. Penggunaan pupuk Zeorganik 1 ton/ha yang dikombinasikan dengan pupuk NPK dan urea masih memiliki peluang lebih baik dan memberikan harapan pengaruh yang nyata terhadap pencapaian hasil panen. Pada takaran ini pupuk Zeorganik terbukti memiliki efektivitas agronomi yang cukup tinggi (169–800%). Penggunaan pupuk Zeorganik 1 ton yang dikombinasikan dengan pupuk NPK dan urea memiliki peluang meningkatkan keuntungan dari kebiasan pemupukan petani setempat. Peningkatan keuntungan dari penggunaan pupuk Zeorganik masih lebih rendah dari standar rekomendasi pemupukan yang berlaku setempat.