Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "J. Rachman Hidajat"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Konsepsi Revitalisasi Sistem Perbenihan Tanaman
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2006) J. Rachman Hidajat
    Berdasarkan permasalahan dan adanya perubahan lingkungan strategis yang terjadi, arah ke depan sistem perbenihan nasional adalah membangun industri benih dengan mendorong peran dominan swasta/privatisasi (BUMN/BUMD) dalam produksi dan peredaran skala komersial untuk benih komersial dan penguatan peran BUMN/D dalam produksi dan peredaran benih untuk benih strategis dengan berbasis sumber daya lokal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan revitalisasi sistem perbenihan, yang mencakup: (a) Penyusunan dan penyempurnaan tatanan atau mekanisme, (b) Penyempurnaan beberapa peraturan Menteri Pertanian tentang perbenihan, dalam jangka pendek antara lain (1) Peraturan Menteri Pertanian tentang Pengujian, Penilaian dan Pelepasan Varietas Tanaman yang merupakan penyempurnaan dari Kepmentan No. 902/ 1996 dan No. 737/1998, (2) Peraturan Menteri Pertanian tentang Produksi, Pemasukan, Peredaran, Pengeluaran dan Pengawasan Benih Bina yang merupa- kan penyempurnaan Kepmentan No. 803/1997 tentang Sertifikasi dan Pengawasan Mutu Benih Bina dan Peraturan Menteri Pertanian tentang perubahan Kepmentan No. 1017/1998 tentang Izin Produksi Benih Bina, Izin Pemasukan dan Pengeluaran Benih Bina, (3) Penyiapan Rancangan Peraturan Menteri Pertanian tentang Komisi Nasional Plasma Nutfah dan Rancangan Permentan tentang Pencarian, Pengumpulan, Pelestarian, Pemanfaatan serta Pengeluaran dan Pemasukan Plasma Nutfah, (c) Penyempurnaan dan penyusunan kelembagaan perbenihan (jangka menengah), dan (d) Dalam jangka panjang perlu dilakukan penyempurnaan UU No.12/1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman dan PP No.44/1995 tentang Perbenihan Tanaman.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petujuk Teknis Produksi Benih Padi Hibrida
    (PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN, 2006-12-17) J. Rachman Hidajat; Eko Setia Pinardi; Ujang Suryadi
    Penelitian dan pengembangan padi hibrida telah dimulai sejak tahun 1983 oleh Balai Penelitian Padi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (sekarang Balai Besar Penelitian Tanaman Padi), dengan bantuan teknis dari Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI). Lembaga lain yang terlibat dalam pengembangan padi hibrida adalah Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, serta bantuan lainnya telah diberikan pula oleh FAO. Sampai tahun 2006 + 19 varietas padi hibrida telah di lepas di Indonesia meliputi padi hibrida introduksi maupun hasil penelitian di dalam negeri, namun demikian masih menunjukkan beberapa kelemahan diantaranya sifat heterosis yang dimiliki tidak konsisten menurut lokasi. Kelemahan lainnya yaitu dalam produksi benih yang masih rendah di bawah 1,5 ton per hektar dan kurang stabil. Dengan adanya petunjuk teknis ini, diharapkan dapat dijadikan acuan operasionalisasi di lapangan serta meningkatkan pengetahuan di dalam teknik memproduksi benih padi hibrida.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknik Budidaya Kedelai di Lahan Sawah Irigasi
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN PANGAN SUKAMANDI, 1991-12-19) J. Rachman Hidajat; S. A. S. Wityanara; K. Pirngadi; S. Kartaatmadja; A. M. Fagi
    Dalamjangka lima belas tahun, produksi padi di Indonesia telah meningkat pesat, akan tetapi tidak demikian halnya dengan produksi palawija, khususnya produksi kedelai. Produksi kedelai belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Jika upaya peningkatan produksi kedelai tidak berhasil, maka kesenjangan antara produksi dan kebutuhan akan makin melebar dan Indonesia akan selalu tergantung pada kedelai impor. Untuk itu, pemerintah berusaha meningkatkan produksi kedelai baik dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi. Sasaran diarahkan pada daerahdaerah produksi maupun daerah-daerah pengembangan seperti lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan dan lahan darat. Buku ini disusun sebagai petunjuk praktis bagi para pengguna, penyuluh, dan petani kedelai di lahan sawah dalam upaya turut menunjang program pemerintah dalam mencapai swasembada kedelai.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback