Browsing by Author "Iwan Herdiawan"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemKarakteristik Dan Pemanfaatan Kaliandra (Calliandra Calothyrsus)(Balai Penelitian Ternak, 2005) Iwan Herdiawan; Achmad Fanindi; Armiadi SemaliKaliandra merupakan salah satu leuguminosa pohon atau semak yang memiliki beberapa spesies, satu diantaranya yang paling banyak dikenal adalah jenis kaliandra bunga merah (Calliandra calothyrsus). Kaliandra dapat beradaptasi pada berbagai jenis tanah asam, ketinggian tempat diatas 1700 m dpl, dan curah hujan yang tiggi antara 2000-2400 mm/tahun. Pemanfaatan daun kaliandra sebagai hijauan pakan ternak telah banyak dilakukan, umumnya petani yang berada di areal kawasan kehutanan atau perkebunan. Peternak umumnya memberikan daun kaliandra dalam bentuk segar karena lebih disukai ternak, tetapi kadang kala dilayukan dahulu untuk menurunkan kadar tanninnya. Daun kaliandra merupakan protein bank bagi ternak ruminansia karena mengandung 20-25% protein kasar yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas ternak. Selain digunakan sebagai hijauan pakan ternak, kaliandra juga banyak dimanfaatkan sebagai kayu bakar, produksi lebah madu, dan untuk konservasi lahan marjinal. Kebanyakan tanaman kaliandra dimanfaatkan sebagai tanaman untuk konservasi tanah marginal seperti tepi sungai, hutan, jalan, atau daerah lahan kritis yang ditumbuhi alang-alang.
- ItemKarakteristik Morfologi Tanaman Pakan Indigofera zollingeriana pada Berbagai Taraf Stres Kekeringan dan Interval Pemangkasan(Balai Penelitian Ternak, 2012) Iwan Herdiawan; L. Abdullah; D. Sopandie; P.D.M.H.Karti; N. HidayatiPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kekeringan dan interval pemangkasan terhadap karakteristik morfologi tajuk dan akar tanaman Indigofera zollingeriana. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3, terdiri atas 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah 3 taraf stres kekeringan yaitu 100% kapasitas lapang (KL), 50% KL, dan 25% KL. Faktor kedua 3 taraf interval pemangkasan yaitu interval pemangkasan 60, 90, dan 120 hari. Peubah yang diamati adalah berat kering tajuk dan akar, nisbah akar/tajuk, dan panjang akar. Data dianalisis dengan ANOVA dan perbedaan antar perlakuan di uji dengan LSD. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat interaksi (P < 0,05) antara stres kekeringan dan interval pemangkasan terhadap berat kering tajuk, namun terhadap berat kering akar, nisbah akar/tajuk, dan panjang akar tidak. Stres kekeringan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap penurunan berat kering tajuk, dan akar, akan tetapi nisbah akar/tajuk, dan panjang akar mengalami peningkatan. Interval pemangkasan berpengaruh nyata terhadap berat kering tajuk, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering akar, nisbah akar/tajuk, dan panjang akar.
- ItemProduktivitas Tanaman Pakan Indigofera sp. pada Tingkat Cekaman Kekeringan dan Interval Pemangkasan Berbeda(Balai Penelitian Ternak, 2012) Iwan Herdiawan; E. SutediPenelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana interaksi antara cekaman kekeringan dan interval pemangkasan terhadap produktivitas tanaman pakan Indigofera sp. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 2, faktor pertama adalah tanpa cekaman (100% KL), cekaman sedang (50% KL), dan cekaman berat (25% KL), dan faktor kedua adalah interval pemangkasan 60 hari dan 90 hari, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diamati adalah produksi biomasa, dan nisbah daun dengan ranting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata (P < 0,05) antara cekaman kekeringan dan interval pemangkasan terhadap produktivitas tanaman pakan Indigofera sp. Produksi biomasa Indigofera sp. tertinggi (424,47 g/pot), dicapai pada kombinasi perlakuan tanpa cekaman kekeringan 100% KL dan interval pemangkasan 90 hari, sedangkan terendah (184,55 g/pot) dicapai pada kombiasi perlakuan cekaman kekeringan berat 25% KL dan interval pemangkasan 60 hari. Nisbah daun dan ranting tertinggi (1,47) dicapai pada kombinasi perlakuan cekaman kekeringan berat 25% KL dan interval pemangkasan 60 hari dan terendah (1,05) dicapai pada kombinasi perlakuan tanpa cekaman 100% KL dan interval pemangkasan 90 hari. Pemangkasan dengan interval 90 hari menghasilkan produksi biomasa lebih tinggi dibandingkan dengan interval pemangkasan 60 hari.