Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Iman Rahayu H.S."

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Kepadatan Kandang terhadap Pertumbuhan dan Perilaku Ayam Wareng-Tangerang Dara
    (Balai Penelitian Ternak, 2009) Sofjan Iskandar; S.D. Setyaningrum; Y. Amanda; Iman Rahayu H.S.
    Sebanyak 108 ekor ayam Wareng-Tangerang betina putih umur 13 minggu, yang dialokasikan dalam kandang kawat dengan luasan 4050 cm2 per unit kandang dipergunakan dalam penelitian. Percobaan untuk menukur respon pertumbuhan dirancang dengan tiga perlakuan kepadatan (4, 6 dan 8 ekor) dengan enam ulangan. Percobaan untuk mengukur respon tingkah laku pada kelompok ayam yang sama, dirancang dengan menambahkan tiga faktor waktu pengamatan (07.00-08.00, 12.00-13.00 dan 17.00-18.00) dan menggunakan tiga ulangan setiap perlakuan. Ransum komersial yang mengandung protein kasar, 20,86%; kalsium (Ca), 3,22% total fosfor (P total), 0,87% dan energi 2982 kkal metabolizable energy (ME)/kg, dan air minum diberikan secara ad libitum. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kepadatan kandang secara statistik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan (bobot hidup, pertambahan bobot hidup, konsumsi atau efisiensi penggunaan ransum). Analisis sidik ragam menunjukkan interaksi faktor kepadatan dengan faktor waktu pengamatan tidak nyata (P>0,05) berpengaruh terhadap peubah perilaku, kecuali perilaku berdiri. Sementara itu perlakuan kepadatan kandang tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap peubah perilaku, kecuali terhadap perilaku menelisik bulu. Persentase perilaku tidur, makan, istirahat dan mematuk, nyata (P0,05) dipengaruhi baik oleh kepadatan kandang maupun waktu pengamatan. Percobaan ini menunjukkan bahwa aktifitas perilaku tertinggi pada umumnya terlihat pada pagi hari. Kepadatan kandang 8 ekor/ 4050 cm2 setara dengan 506 cm2 /ekor memberikan ruang yang cukup nyaman untuk hidup sesuai dengan potensi genetik.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback