Browsing by Author "I.B.K. Suastika"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemTampilan Beberapa Varietas Unggul Baru Padi Di Subak Dlod Sema Mendukung Kedaulatan Pangan Di Bali(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) I.B.K. Suastika; I.B. Aribawa; Suratmini, Putu; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Salah satu komponen teknologi dasar dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah adalah penggunaan varietas padi unggul atau varietas padi berdaya hasil tinggi dan bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan varietas unggul dan ditunjang dengan penggunaan benih bermutu. Kajian untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru (VUB) inbrida sawah irigasi telah dilakukan di Subak Dlod Sema, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali pada MH tahun 2016. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui tampilan dan potensi hasil dari beberapa VUB inbrida sawah irigasi. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan VUB dan diulang lima kali. Perlakuan VUB terdiri atas Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB serta varietas Ciherang dan Cigeulis sebagai pembanding. Variabel tanaman yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, jumlah gabah isi dan hampa per malai, bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah padi. Hasil analisis ragam menunjukkan varietas padi memberikan pengaruh yang nyata pada peubah tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, jumlah gabah isi, bobot 1000 butir gabah dan hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti varietas Ciherang dan Cigeulis. Jumlah anakan produktif per rumpun dan jumlah gabah isi per malai ketiga VUB tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis. Ketiga VUB tersebut mampu menghasilkan hasil GKP yang tinggi, masing-masing sebesar 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis yan masing-masing menghasilkan gabah sebesar 6,3 ton GKP/ha dan 6,4 ton GKP/ha.
- ItemTampilan Beberapa Varietas Unggul Baru Padi di Subak Dlod Sema Mendukung Kedaulatan Pangan di Bali(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) I.B.K. Suastika; I.B. Aribawa; Suratmini, PutuAbstrak Salah satu komponen teknologi dasar dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah adalah penggunaan varietas padi unggul atau varietas padi berdaya hasil tinggi dan bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan varietas unggul dan ditunjang dengan penggunaan benih bermutu. Kajian untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru (VUB) inbrida sawah irigasi telah dilakukan di Subak Dlod Sema, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali pada MH tahun 2016. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui tampilan dan potensi hasil dari beberapa VUB inbrida sawah irigasi. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan VUB dan diulang lima kali. Perlakuan VUB terdiri atas Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB serta varietas Ciherang dan Cigeulis sebagai pembanding. Variabel tanaman yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, jumlah gabah isi dan hampa per malai, bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah padi. Hasil analisis ragam menunjukkan varietas padi memberikan pengaruh yang nyata pada peubah tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, jumlah gabah isi, bobot 1000 butir gabah dan hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti varietas Ciherang dan Cigeulis. Jumlah anakan produktif per rumpun dan jumlah gabah isi per malai ketiga VUB tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis. Ketiga VUB tersebut mampu menghasilkan hasil GKP yang tinggi, masing-masing sebesar 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis yang masing-masing menghasilkan gabah sebesar 6,3 ton GKP/ha dan 6,4 ton GKP/ha. Abstract High-yielding rice varieties with a high economic value is important component of the Integrated Crop Management (ICM) practices. A study to determine the performance of growth and yield of several new varieties (VUB) for irrigated area has been done in Subak Dlod Sema, Village Sading, Mengwi, Badung, Bali during the wet season of 2016. The purpose of this study was to determine the yield potential of some of improved varieties for irrigated areas The study was arranged inrandomized block design consisted of seven treatment (varieties) withfive replications. The rice varieties included Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB, Ciherang and Cigeulis. Observations were done for plant height, number of tillers, panicle length, number of grains per panicle the weight of 1000 seeds and grain yield. Result showed that rice varieties have significant effect on plant height, number of tillers per hill, number of filled grain, weight of 1000 grains, and grain yields. The results showed that Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas has the potential to be disseminated as a replacement of Ciherang and Cigeulis. The three new improved varieties yielded 6,0 ton/ha, 6,0 ton/ha, 6,0/ha, respectively, whiel Ciherang and Cigeulis produced grain yield of 6,3 ton/ha and 6,4 ton/ha, respectively.