Browsing by Author "I Made Tasma"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPemanfaatan Bioteknologi untuk Akselerasi Program Pemuliaan Tanaman Lada (Piper nigrum L.) 97-104(Badan Penelitian dan Pertanian, 2016-12-01) I Made TasmaLada merupakan tanaman ekspor bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Kendala utama pembudidayaan lada di Indonesia antara lain rendahnya produktivitas pertanaman dan serangan penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Belum ditemukan varietas tahan dengan ketahanan yang memadai untuk mengendalikan penyakit ini. Pemuliaan tanaman untuk peningkatan produktivitas dan ketahanan penyakit BPB telah dilakukan. Namun prosesnya panjang karena siklus pemuliaan tanaman lada yang panjang. Diperlukan waktu sekitar tiga tahun untuk mendapatkan tanaman mulai berbunga jika ditumbuhkan dari biji hasil persilangan. Diperlukan adanya terobosan dengan pemanfaatan teknologi modern termasuk diantaranya bioteknologi untuk mempercepat program pemuliaan tanaman lada. Tujuan dari tulisan ini ialah untuk mengulas secara garis besar peran bioteknologi dalam percepatan program pemuliaan tanaman lada. Makalah mengulas secara singkat genetika tanaman lada, pemanfaatan teknologi kultur jaringan untuk perbanyakan dan transformasi genetik tanaman lada, perkembangan teknologi genomika termasuk penggunaan teknologi sekuensing modern untuk penemuan gen-gen penting pada lada, serta pemanfaatan marka DNA untuk seleksi individu progeni hasil persilangan dua tetua terpilih. Kata kunci : Lada, marka DNA, kultur in vitro, genomika, pemuliaan tanaman
- ItemPengaruh Bahan Setek Dan Nitroaromatik Terhadap Pertumbuhan Setek Alami(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1989-01) I Made TasmaPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bahan setek dan konsentrasi zat tumbuh (nitroaromatik) ter- hadap pertumbuhan setek nilam.Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang diuji adalah bahan setek yaitu setek pangkal, setek tengah dan setek ujung serta konsentrasi nitroaromatik, yaitu 0 (kontrol); 1: 1000; dan 1: 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tua bahan setek makin lambat bertunas. Dibanding kontrol, pemberian nitroaromatik secara nyata meningkatkan jumlah dan panjang akar. Jumlah akar terbaik ditunjukkan oleh perlakuan nitroaromatik 1: 1000 sedang panjang akar terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 1: 2000. Tidak ada pengaruh interaksi antara bahan setek dengan nitroaromatik terhadap semua komponen yang diamati