Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Hernani"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Gandapura Pengolahan, Fitokimia, Minyak Atsiri dan Daya Herbisida ; buletin litro vol xv no 2,2004 hlmn ; 32-40
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004-01-01) Hernani
    Gandapura (Gaultheria fragran- tissima) merupakan tanaman minyak atsiri yang cukup potensial, karena mengandung metil salisilat sangat tinggi yang banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pengolahan, fitokimia, kadar minyak atsiri dan daya herbisida dari daun gandapura, baik dalam bentuk ekstrak ataupun minyak. Pada pengolahan bahan baku digunakan metode pelayuan 2, 3 dan 5 hari untuk melihat pengaruhnya terhadap kadar minyak atsiri dan metil salisilat, kualitas bahan baku seperti kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar sari yang larut dalam air dan alkohol. Untuk fitokimia digunakan metode MMI (Depkes, 1989). Pembuatan ekstrak menggunakan 3 jenis pelarut, yaitu metanol, etil asetat dan heksan. Uji daya herbisida secara in vitro terhadap Mimosa invisa menggunakan modifikasi metode Milliskiewiez at al. (1992) dan Nezu at al. (1996). Hasil pengolahan terhadap daun sebelum proses penyulingan menunjukkan bahwa lama pelayuan mempengaruhi kadar minyak atsiri, dimana semakin lama proses pelayuan menurunkan kadar minyak atsirinya. Untuk kadar metil salisilat dalam 2 hari pelayuan kadarnya masih konstan, tetapi akan menurun sampai 80% setelah 5 hari pelayuan. Kadar sari yang larut dalam air dan alkohol ternyata cukup tinggi. Dari skrining fitokimia terhadap 3 jenis ekstrak ternyata ekstrak etil asetat dan metanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin dan tannin, sedangkan untuk ekstrak heksan hanya mengandung glikosida dan alkaloid. Hasil uji aktifitas herbisida secara invitro terhadap M. invisa menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri dapat menghambat pertumbuhan tunas dengan kisaran 42 70%; 33 70,12%; 36,8880,55%; 24,8 100% dan 99,67% masing-masing untuk ekstrak metanol, etil asetat, heksan, minyak atsiri dan minyak atsiri sintetis. Komponen utama minyak atsiri adalah metil salisilat dengan limpahan mencapai 97%, sedangkan dalam ekstrak metanol kadarnya hanya sekitar 3,66%. Kata kunci: Gandapura, fitokimia, minyak atsiri, herbisida Gandapura: Processing, phytochemistry, essential oil and herbicide effect
  • No Thumbnail Available
    Item
    SENYAWA ANTI JAMUR DARI LENGKUAS MERAH (Alpinia galanga)
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09) Hernani; Kusumaningtyas, Eni; Abubakar
    Lengkuas merupakan tanaman obat yang telah lama digunakan sebagai obat penyakit kulit, seperti panu, eksem, dan kadas. Secara farınakologi ternyata ekstrak lengkuas mempunyai aktivitas antijamur. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui senyawa kimia dari lengkuas merah yang bersifat sebagai antijamur, terutama terhadap jamur Trichophyton mentagrophyte dan Microsporum canis penyebab penyakit ringworm. Metodologi yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pembuatan ekstrak, isolasi secara kromatografi kolom, uji aktivitas anti jamur menggunakan jamur 7. mentagrophyte dan M. canis pada media SDA (Sabaroud Dextrosa Agar) dan identifikasi senyawa kimia secara GCMS. Senyawa yang menunjukkan aktivitas antijamur adalah 1'S-1' asetoksikhavikol asetat, 1'S-1-hidroksikhavikol asetat, 1'S-1' asetok-sieugenol asetat. dan senyawa turunan fenol.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknologi Pengolahan dan Pengembangan Produk Olahan Daun Gambir
    (IAARD Press, 2020) Hernani; Hidayat, Tatang; Kailaku, Sari Intan
    Buku ini membahas pengolahan gambir yang baik dan benar untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi persyaratan mutu yang ada. Selain itu, diungkap juga tentang pengembangan produk dari gambir dalam bidang pangan seperti teh daun gambir, permen jelly, instan minuman gambir, tablet hisap, sirup, granul efervesen, teh gambir dalam kemasan, bahan pengawet telur, pasta gigi, tinta serbuk mesin cetak (printer), produk kosmetik, dan pewarna alami
  • No Thumbnail Available
    Item
    TEKNOLOGI PROSES PEMURNIAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH SECARA ADSORPSI
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Marwati, Tri; Winarti, Christina; Hernani
    Ekstrak daun betimbing wuluh diketahui bermanfaat sebagai obat penurun tekanan darah. Untuk meningkatkan kadar bahan aktif pada ekstrak, dapat dilakukan dengan cara pemurnian. Pada penelitian ini dilakukan pemurnian ekstrak daun belimbing wuluh secara adsorpsi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jenis adsorben dan eluen yang cocok pemurnian ekstrak daun belimbing wuluh. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap, pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama jenis adsorben (A); A1: florisil, A2: amberlite dan A3: silika dan faktor kedua adalah jenis eluen (B), B₁: alkohol dan B2: metanol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa teknologı proses pemurnian secara adsorpsi yang cocok untuk ekstrak daun belimbing wuluh yaitu menggunakan jenis adsorben florisil dan jenis eluen etanol. Dengan teknologi tersebut, dihasilkan rendemen ekstrak murni dan bahan aktif tertinggi, yaitu rendemen 66,54% dan bahan aktif dietil phtalat 22,76% dan phytol 37,05%. Karakteristik ekstrak murni yang dihasilkan yaitu pH 7,37; total padatan terlarut 37,08% dan sisa pelarut 0,68%.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback