Browsing by Author "Gusmaini"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemBudidaya Artemisia(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021) Gusmaini; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatTanaman artemisia merupakan salah satu tanaman semusim yang hasilnya dipergunakan untuk industri obat. Tanaman artemisia dapat diperbanyak secara generatif menggunakan biji, Hasil dari tanaman ini adalah daun dan ranting. Dalam upaya mendukung pengembangan artemisia di Indonesia, Balai Penelitian tanaman rempah dan obat telah melakukan penelitian mengenai teknologi budidaya yang diperlukan mulai dari persyaratan tumbuh, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen serta kandungan senyawa aktifnya. Buku ini menguraikan tentang teknologi budidaya dan pasca panen serta manfaat tanaman artemisia yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan di lapang. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang ingin membudidayakan tanaman artemisia.
- ItemEFEKTIFITAS PUPUK ORGANIK GRANULAR TERHADAP PERTANAMAN JAHE MUDA(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) GusmainiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan pupuk organik di dalam mengurangi pupuk kimia dan hubungannya dengan produksi dan mutu jahe. Pengujian efektifitas pupuk organik glanular dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro), dari bulan Oktober 2006 sampai April 2007. Pengujian ini terdiri dari 6 perlakuan yaitu 1) kontrol, 2) pupuk anorganik rekomendasi, 3) pupuk anorganik rekomendasi + pupuk organik granular anjuran (5 g/tanaman), 4) 25% pupuk anorganik rekomendasi + pupuk organik granular anjuran, 5) 50% pupuk anorganik rekomendasi + pupuk organik granular anjuran, dan 6) 75% pupuk anorganik rekomendasi + pupuk organik granular anjuran. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman berumur 3.bulan setelah tanam (BST), pertumbuhan tidak berpengaruh nyata. Sebaliknya penggunaan kombinasi pupuk anorganik dan organik mampu meningkatkan produksi rimpang segar sebesar 80 - 90% dan mutu jahe muda (kadar pati dan serat masing-masing 24,86% dan 10,79%) pada umur 3.5 BST. Bobot rimpang segar tertinggi diperoleh pada perlakuan 25% pupuk anorganik rekomendasi + pupuk organik granular anjuran (91,48 g). Hal ini menunjukkan bahwa pupuk organik granular mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 25% pada pertanaman jahe muda.