Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Gatot Irianto"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Anomali Iklim: Faktor Penyebab, Karakteristik, dan Antisipasinya
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2006) Gatot Irianto; Suciantini
    Secara harafiah, anomali iklim adalah pergeseran musim dari rata-rata normalnya. Empat faktor dominan penyebab anomali iklim adalah SST NINO, arah angin, beda tekanan udara permukaan di Darwin dan Tahiti, serta Indian Ocean Dipole. Ada tiga pola hujan di Indonesia, yaitu pola monsunal, pola ekuatorial, dan pola lokal. Wilayah dengan pola monsunal paling terpengaruh anomali iklim dan sebagian besar sentra padi di Indonesia berada di wilayah ini. Dengan demikian, kejadian ini perlu diprediksi untuk menekan kerugian. Dalam antisipasi anomali iklim, diperlukan langkah-langkah strategis seperti: mengefektifkan informasi prakiraan iklim dan teknik menghadapinya, memanfaatkan peta wilayah rawan kekeringan, menganalisis pergeseran musim, menganalisis neraca air wilayah dan indeks kecukupan air dan saat tanam yang tepat, menampung air hujan untuk mengisi cadangan air tanah, membudidayakan komoditas berumur pendek dan tahan kekeringan, mempercepat tanam, memanfaatkan sistem gogorancah, pompanisasi di daerah-daerah dengan cadangan air tanah, memperbaiki efektivitas saluran irigasi dan embung/bendungan, meningkatkan daya dukung daerah hulu aliran sungai, memantau dan mengevaluasi daya tampung waduk, me- manfaatkan mulsa in-situ untuk menekan evaporasi. Antisipasi lebih diperlukan untuk menghadapi El-NiÒo karena bencana yang ditimbulkannya lebih serius daripada La-NiÒa. Penurunan hujan akibat El-NiÒo dapat mencapai 80 mm/bulan; sementara peningkatan hujan akibat La-NiÒa tidak lebih dari 40 mm/bulan, itu pun dapat untuk perluasan areal tanam. Langkah-langkah operasional kelembagaan yang dapat dilakukan antara lain: (1) kebijakan pembagian tugas lintas instansi yang terkait dengan efektivitas organisasi, pendanaan, prioritas penanggulangan, perbaikan, dan pemilihan teknologi penanggulangan, (2) intensifikasi koordinasi dan meningkatkan kemampuan tim penanggulangan di beberapa propinsi yang rawan kekeringan, (3) penyebarluasan informasi prakiraan iklim dalam periode tertentu, dan (4) perluasan kawasan konservasi air di tiap kecamatan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengalaman Membangun Kemitraan Untuk Meningkatkan Kemampuan Pendanaan Penelitian
    (BBP Mektan, 2003-07-10) Gatot Irianto

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback