Browsing by Author "Febriyanti Puteri Lestari"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemTEKNOLOGI FILTRASI AIR DENGAN MATERIAL SEDERHANA(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Febriyanti Puteri LestariAkses terhadap air bersih merupakan salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini menyajikan inovasi teknologi filtrasi air sederhana bertingkat sebagai solusi aplikatif untuk menurunkan tingkat kekeruhan air akibat padatan tersuspensi, lumpur, dan partikel kasar. Sistem filtrasi ini memanfaatkan botol plastik bekas sebagai wadah pelapis (korong) yang disusun secara modular dengan media alami berupa tisu/kain, kerikil, batu, pasir, dan arang kayu. Hasil pengujian secara visual menunjukkan adanya penurunan kekeruhan secara signifikan sehingga menghasilkan air yang lebih jernih. Teknologi ini memiliki keunggulan berupa biaya produksi yang sangat ekonomis (berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per unit), ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah plastik, serta tidak memerlukan tenaga listrik. Namun demikian, teknologi ini memiliki keterbatasan karena belum mampu mengeliminasi mikroorganisme dan zat terlarut secara penuh, sehingga air hasil filtrasi belum siap dikonsumsi langsung tanpa pengolahan lanjutan. Secara keseluruhan, sistem filtrasi sederhana ini sangat potensial diaplikasikan oleh masyarakat, petani, kelompok tani, dan institusi sekolah sebagai sarana konservasi lingkungan serta penyedia air bersih skala domestik
- ItemTEKNOLOGI FILTRASI AIR DENGAN MATERIAL SEDERHANA(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Febriyanti Puteri LestariKetersediaan air bersih merupakan tantangan penting bagi masyarakat dan sektor pertanian. Teknologi Filtrasi Air dengan Material Sederhana hadir sebagai solusi tepat guna untuk mengurangi kekeruhan air secara fisik. Alat ini memanfaatkan limbah botol plastik bekas sebagai wadah modular bertingkat. Komponen penyaring terdiri dari tisu, kerikil, batu, pasir, dan arang kayu. Proses filtrasi ini efektif menahan lumpur dan padatan tersuspensi. Inovasi ini sangat ekonomis dengan biaya berkisar ± Rp10.000 hingga Rp20.000 per unit. Sistem operasionalnya ramah lingkungan dan tidak memerlukan energi listrik sama sekali. Namun, teknologi ini belum mampu mengeliminasi mikroorganisme patogen dan zat terlarut. Oleh karena itu, air hasil filtrasi hanya direkomendasikan untuk kebutuhan nonkonsumsi. Inovasi ini sangat potensial diterapkan oleh petani, institusi sekolah, maupun masyarakat luas.